Bireuen — Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 35 Bireuen menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di lingkungan madrasah yang berlokasi di Gampong Matang Mesjid, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Selasa (20/10/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus mempererat silaturahmi dan kerja sama antara pihak madrasah dengan orang tua murid.
Kegiatan tersebut diisi dengan tausiah tentang sejarah dan perjuangan Nabi Muhammad SAW, serta dirangkai dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan santunan Jumat Berkah untuk Masjid Istiqamah Gampong Matang Mesjid.
Wakil Komite Madrasah, Abdurrahman, dalam kesempatan tersebut berharap agar para orang tua murid terus menjalin kerja sama yang baik dengan pihak madrasah. Menurutnya, sinergi antara orang tua dan tenaga pendidik sangat penting dalam mendukung proses pendidikan serta membentuk karakter peserta didik.
Sementara itu, Pengawas Madrasah, Hanafiah, S.Ag., M.Ag., mengajak seluruh pihak untuk memanfaatkan tanah wakaf madrasah dengan sebaik-baiknya sebagai sarana pendidikan dan tempat menuntut ilmu bagi generasi muda.
Ia juga mengingatkan pentingnya mendoakan para pewakaf yang telah mengikhlaskan hartanya demi kepentingan pendidikan dan kemaslahatan umat, sehingga amal kebaikan mereka terus mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Kepala MIN 35 Bireuen, Nurjannah, S.Pd.I., M.A., turut mengajak para orang tua murid untuk memperkuat kerja sama dengan pihak madrasah demi mewujudkan tujuan pendidikan yang lebih baik.
Menurutnya, pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu wujud nyata kebersamaan dan kekompakan antara keluarga besar madrasah dengan masyarakat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga menjadi tradisi positif yang membawa keberkahan.
Nurjannah juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik apabila muncul persoalan di lingkungan madrasah. Ia meminta agar setiap permasalahan terlebih dahulu disampaikan dan dibicarakan secara internal untuk mencari solusi bersama.
“Kalau ada persoalan maka disampaikan ke kami, jangan langsung diposting di media sosial,” harap Nurjannah.
Ia menegaskan bahwa komunikasi dan musyawarah merupakan langkah penting untuk menghindari kesalahpahaman sekaligus menjaga hubungan baik antara orang tua murid dan pihak madrasah.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, penceramah Ismarhadi, S.Pd.I., menyampaikan tausiah mengenai sejarah kehidupan, perjuangan, serta keteladanan Nabi Muhammad SAW. Melalui tausiah tersebut, para peserta diajak untuk menjadikan akhlak dan perjuangan Rasulullah sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam mendidik anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan berkarakter.
Selain memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan kepedulian sosial melalui santunan anak yatim serta dukungan kepada Masjid Istiqamah Matang Mesjid.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, MIN 35 Bireuen berharap terbangun hubungan yang semakin harmonis antara madrasah, orang tua murid, dan masyarakat, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang kondusif, penuh kebersamaan, serta berorientasi pada pembentukan karakter generasi penerus bangsa. [Hamdani]

