Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, ST., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng sedang menyerahkan bantuan dari Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) Politeknik Negeri Lhokseumawe. (Foto/Ist)
Lhokseumawe – Kepedulian sosial bukan sekadar tentang seberapa besar yang diberikan, melainkan seberapa jauh manfaatnya mampu mengubah kehidupan seseorang. Semangat inilah yang diwujudkan Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah (UPZIS) Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) bersama Satgas Bencana Baitul Mal Aceh melalui penyaluran bantuan pendidikan senilai Rp137 juta kepada 137 penerima manfaat.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (14/10/2026) di Ruang Theater Lantai V, Gedung Training Development Center (TDC) PNL tersebut menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian sosial dalam membantu mahasiswa yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan.
Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, ST., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para dosen, pengelola UPZIS PNL, serta Satgas Bencana Baitul Mal Aceh yang telah berkontribusi dalam menghadirkan manfaat nyata bagi keberlangsungan pendidikan mahasiswa.
Menurutnya, zakat, infak, dan sedekah bukan hanya bentuk pelaksanaan kewajiban agama dan kepedulian sosial, melainkan juga kekuatan moral yang mampu menghadirkan harapan, membuka kesempatan, dan menjaga masa depan generasi muda.
"Di balik setiap mahasiswa yang sedang berjuang menyelesaikan pendidikannya, ada harapan keluarga, doa orang tua, dan cita-cita besar yang sedang diperjuangkan. Jangan sampai keterbatasan ekonomi menjadi alasan terhentinya sebuah impian. Bantuan ini bukan sekadar penyaluran dana, melainkan ikhtiar bersama untuk menjaga agar harapan mereka tetap hidup," ungkap Rizal Syahyadi.
Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi tempat mentransfer ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga harus tumbuh menjadi lingkungan yang memiliki kepekaan sosial, semangat berbagi, dan kepedulian terhadap sesama.
Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi mengapresiasi partisipasi para dosen yang telah menyisihkan sebagian rezekinya melalui UPZIS PNL. Ia juga mengajak dosen yang belum bergabung agar turut berpartisipasi sehingga semakin banyak mahasiswa yang dapat memperoleh manfaat.
"Kehebatan sebuah perguruan tinggi tidak hanya diukur dari kemegahan gedung, kecanggihan laboratorium, atau prestasi yang diraih. Kehebatan sejatinya juga tercermin dari seberapa besar kepedulian institusi terhadap mahasiswa yang sedang berjuang meraih masa depannya. Kampus yang hebat adalah kampus yang tidak membiarkan mahasiswanya berjuang sendirian," tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur PNL juga menyampaikan pesan menyentuh kepada mahasiswa agar senantiasa bersyukur, memanfaatkan bantuan secara bijaksana, serta tidak melupakan pengorbanan orang tua, khususnya ibu.
"Jangan pernah melupakan jasa seorang ibu. Boleh jadi hari ini kita merasa bangga dengan pencapaian yang diraih, tetapi di balik semua itu ada doa seorang ibu yang tidak pernah berhenti. Bahagiakanlah orang tua selagi kesempatan itu masih ada," pesannya.
Sementara itu, Ketua UPZIS PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Ridwan, MT., menjelaskan bahwa total dana zakat, infak, dan sedekah yang berhasil dihimpun sepanjang tahun 2025 mencapai Rp109.257.671, yang bersumber dari 72 orang penyetor zakat dan satu orang pemberi infak.
Dari dana tersebut, sebesar Rp87 juta disalurkan pada tahun 2026 kepada 79 mahasiswa dari enam jurusan di lingkungan PNL dan delapan remaja Masjid Al-Bayan PNL. Masing-masing penerima memperoleh bantuan sebesar Rp1 juta.
Selain dana UPZIS PNL, Satgas Bencana Baitul Mal Aceh turut menyalurkan bantuan pendidikan sebesar Rp50 juta kepada 50 mahasiswa yatim dan kurang mampu dari enam jurusan, dengan besaran bantuan masing-masing Rp1 juta.
Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan melalui kolaborasi kedua lembaga tersebut mencapai Rp137 juta kepada 137 penerima manfaat, terdiri atas 129 mahasiswa PNL dan delapan remaja Masjid Al-Bayan. Penyaluran bantuan dilakukan melalui rekening dan buku tabungan BCA Syariah Lhokseumawe.
Ridwan berharap penghimpunan dana ZIS di lingkungan PNL terus meningkat melalui partisipasi aktif para dosen dan sivitas akademika, sehingga manfaatnya semakin luas dan mampu membantu lebih banyak mahasiswa dalam menyelesaikan pendidikan.
Penyaluran bantuan ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan semata-mata tentang mencetak generasi yang cerdas dan terampil, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian dan kesempatan bagi setiap anak bangsa untuk memperjuangkan masa depannya.
Sebab, boleh jadi bantuan yang diberikan hari ini terlihat sederhana, tetapi dari tangan-tangan yang ikhlas berbagi, lahir harapan besar bagi masa depan generasi penerus bangsa. [Hamdani]

