Laporan: Hamdani
Halaman Kantor Pusat Administrasi Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) tampak berbeda pada Selasa 20 Oktober 2026. Beragam produk makanan, minuman, dan hasil karya kreatif menghiasi sejumlah stan yang menawarkan aneka produk kepada pengunjung. Suasana itu menjadi gambaran semangat generasi muda dalam merintis usaha dan mengembangkan kreativitas.
Di tengah semarak tersebut, Jurusan Bisnis PNL menggelar Bisnis Festival atau Bisfest 2026, sebuah ajang pameran kewirausahaan yang mengusung motto “Ruang Berkarya, Ruang Berwirausaha”. Kegiatan sehari ini bukan sekadar menjadi tempat memamerkan produk, tetapi juga ruang belajar bagi mahasiswa untuk mengenal dunia bisnis secara langsung.
Bisfest 2026 menjadi salah satu upaya mahasiswa untuk menerjemahkan gagasan menjadi karya, sekaligus menumbuhkan keberanian dalam membangun usaha. Menariknya, kegiatan ini tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga menghadirkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kota Lhokseumawe.
Ketua Panitia Bisfest 2026, Siti Maisaroh, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Baginya, keberhasilan penyelenggaraan kegiatan ini tidak terlepas dari kontribusi berbagai pihak yang bersama-sama mendukung ruang kreativitas dan kewirausahaan mahasiswa.
Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan Bisnis (Himabis), Zakiul Fuad, mengatakan bahwa Bisfest memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memamerkan hasil karya sekaligus memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat.
Keterlibatan UMKM lokal juga menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana pelaku usaha menawarkan produk, membangun hubungan dengan konsumen, dan memperkenalkan bisnis kepada pasar.
“Bisnis Fest merupakan langkah kecil yang bisa menumbuhkembangkan semangat berwirausaha mahasiswa Bisnis,” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Menghubungkan Kampus dengan Dunia Usaha
Ketua Jurusan Bisnis PNL, Diana, SE., M.Si.Ak., CA., menjelaskan bahwa Bisfest merupakan kegiatan rutin tahunan yang digagas oleh Himabis. Pelaksanaan festival ini menjadi bagian dari upaya membangun budaya kewirausahaan di lingkungan kampus.
Pada penyelenggaraan tahun ini, sebanyak 20 UMKM turut berpartisipasi. Antusiasme pelaku usaha untuk bergabung bahkan cukup tinggi, tetapi keterbatasan yang ada membuat panitia belum dapat mengakomodasi seluruh calon peserta.
Menurut Diana, tingginya minat tersebut menjadi sinyal positif bagi pengembangan Bisfest pada masa mendatang.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, dengan jangkauan kemitraan yang semakin luas sehingga lebih banyak pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi.
"Kehadiran UMKM dalam festival ini sekaligus mempertemukan dua lingkungan yang saling membutuhkan: dunia pendidikan dan dunia usaha. Mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis, sementara pelaku UMKM memiliki kesempatan memperkenalkan produk kepada lingkungan kampus dan masyarakat," kata Diana.
Belajar Berbisnis Sejak di Bangku Kuliah
Dukungan terhadap Bisfest 2026 juga datang dari Pemerintah Kota Lhokseumawe. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Lhokseumawe, Nelvia Surimaina, SE., mengapresiasi antusiasme mahasiswa dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Ia berharap festival ini dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal dan menjalankan bisnis sejak masih berada di bangku kuliah.
Menurutnya, pengalaman berwirausaha sejak dini dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk membangun usaha sendiri setelah menyelesaikan pendidikan.
Pihak Disperindagkop Lhokseumawe, lanjutnya, mendukung kegiatan serupa karena dapat mendorong tumbuhnya minat kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Dukungan juga disampaikan Wakil Direktur PNL Bidang Akademik dan Sistem Informasi, Muhammad Arhami, S.Si., M.Kom. Dalam sambutannya, ia menilai Bisfest sebagai kegiatan yang memiliki nilai strategis dalam membangun kreativitas dan semangat berwirausaha mahasiswa.
Ia menyebut kegiatan semacam ini sebagai kegiatan yang unik di lingkungan PNL. Menurutnya, kewirausahaan merupakan aspek penting yang perlu diperkenalkan dan dikembangkan melalui pendidikan tinggi.
"Karena itu, mata kuliah kewirausahaan tersedia di seluruh jurusan PNL sebagai bagian dari pembelajaran mahasiswa," ujarnya.
Arhami menilai Bisfest menjadi bukti kreativitas mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kegiatan nyata. Ia berharap inisiatif tersebut dapat menginspirasi mahasiswa dari jurusan lain untuk menghadirkan kegiatan serupa.
Dari Stan Produk hingga Aksi Donor Darah
Bisfest 2026 tidak hanya menghadirkan pameran produk makanan, minuman, dan berbagai karya kreatif. Kegiatan ini juga dirangkai dengan aksi donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Lhokseumawe.
Perpaduan kegiatan kewirausahaan dan aksi kemanusiaan tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas mahasiswa dapat dikembangkan tidak hanya untuk mendorong kreativitas ekonomi, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial.
Penyelenggaraan Bisfest 2026 turut mendapat dukungan dari berbagai perusahaan swasta maupun badan usaha milik negara (BUMN), serta media massa yang berpartisipasi sebagai mitra media.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi yang diperlukan untuk memperkuat kegiatan mahasiswa sekaligus memperluas ruang promosi bagi produk-produk yang ditampilkan.
Pada akhirnya, Bisfest 2026 bukan semata tentang stan yang ramai atau produk yang dipamerkan selama sehari. Lebih dari itu, festival ini menjadi tempat mahasiswa belajar mengambil peluang, menguji gagasan, membangun kepercayaan diri, dan memahami tantangan dunia usaha.
Melalui semangat “Ruang Berkarya, Ruang Berwirausaha”, Jurusan Bisnis PNL menegaskan bahwa kewirausahaan tidak cukup hanya dipelajari melalui teori di ruang kelas. Ia perlu dipraktikkan, diperkenalkan kepada masyarakat, dan dikembangkan melalui kolaborasi.
Dari halaman kampus, langkah-langkah kecil itu diharapkan tumbuh menjadi keberanian untuk menciptakan usaha, membuka peluang kerja, dan melahirkan wirausahawan muda yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. []

