Iklan

terkini

Jadi Juri Baca Puisi di Acara Gebyar Merah Putih, Dosen PNL Ini Berharap Penyair Bireuen Terus Berkarya

Redaksi
Sabtu, Agustus 19, 2023, 17:38 WIB Last Updated 2023-08-19T10:38:27Z
Kegiatan pembukaan Gebyar Merah Putih yang dilaksanakan DKA Bireuen. (Foto/Ist)

Bireuen - Hamdani, SE.,MSM yang merupakan dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) Jurusan Tata Niaga dipercayakan menjadi salah seorang juri dalam kegiatan Gebyar Merah Putih yang dilaksanakan oleh Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Bireuen, dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke-78, pada Sabtu, (19/08/2023).

Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman Pendopo Bupati Bireuen, yang digelar mulai pagi sampai malam hari. Menurut Ketua DKA Bireuen,  H. Mukhlis, A.Md.,SH, bahwa DKA Bireuen tahun ini ingin juga ikut berpartisipasi dan berkiprah dalam menyemarakkan HUT RI ke-78, dengan menggelar bermacam lomba.

"Bukan hanya lomba baca puisi, tapi ada juga lomba lukis payung, dan panggung seni pada malam hari," kata Mukhlis Takabeya, demikian jasa ia disapa.

"Nanti malam acara puncak yang akan dilaksanakan di sini. Kami DKA ikuti berpartisipasi, nanti malam kami usahakan semeriah mungkin, kami berharap masyarakat bisa berhadir ke Pendopo Bupati Bireuen," lanjutnya pada saat pidato pembukaan kegiatan Gebyar Merah Putih.

Sementara itu, Hamdani yang menjadi Ketua Juri Baca Puisi mengatakan bahwa, selain dirinya ada dua orang pegiat seni lainnya yang menjadi juri baca puisi, yakni Umul Aiman, S.Pd.,M.Pd, yang merupakan Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kebangsaan Indonesia (FKIP Uniki), dan Muhammad Arif, dari Rangkang Sastra.

"Saya didampingi dua juri lainnya dalam ajang lomba baca puisi, mereka adalah para praktisi seni dan akademisi," kata Hamdani yang juga berprofesi sebagai jurnalis ini.

Dalam kesempatan itu, Hamdani berterimakasih kepada panitia atas kesempatan yang diberikan, juga berharap penyair di Bireuen bisa terus berkarya.

"Terimakasih kepada panitia atas kesempatan yang diberikan, saya berharap, penyair di Bireuen dan Aceh khususnya bisa terus berkarya," harap dosen yang juga mengampu mata kuliah Etika dan Budaya Aceh ini.

"Kami sudah menyelesaikan tugas kami, sudah menilai dan memilih juara lomba baca puisi tingkat SMA sederajat di Kabupaten Bireuen, tanpa intervensi dari siapapun. Semua peserta tampil bagus dan punya talenta, tapi yang namanya lomba, tentu ada yang terbaik dari yang baik," pungkasnya.

Sementara untuk lomba lukis payung tingkat SMP sederajat, yang menjadi Ketua Juri adalah Rafli, S.Sn.,M.Sn, yang merupakan Dosen Universitas  Almuslim  (Umuslim), Mursyidin, S.Sos.,M.Sos, PNS di Pemkab Bireuen dan  Khairil Anwar yang merupakan Dewan Pakar DKA Bireuen.

Pantauan media ini, pembukaan Gembyar Merah Putih dibuka dengan penampilan Seni Tutur (Ratoh) PMTOH, yang dibawakan oleh Syeh Din Sabon, yang sangat mamakau penonton yang hadir.

Ketua Panitia Syarbaini, S.Pd, dalam sambutannya mengatakan bahwa pagi ini ada dua perlombaan, yaitu lomba baca puisi dan lukis payung, untuk malam ada kegiatan lelang karya, hasil lukisan pagi ini.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bireuen, Muslim, M.Si,  dalam sambutannya  mengatakan H. Mukhlis telah memecahkan mitos, jika selama ini DKA dianggap hanya milik  orang seni, tapi ternyata bisa menjadi milik semua orang dan golongan.

Hadir dalam kegiatan pembukaan itu Kapala Cabang Dinas Pendidikan Aceh yang diwakili Abubakar, S.Pd.,M.Pd dalam sambutannya ikut menyemangati kegiatan tersebut.  

"Mudah-mudahan dengan Gebyar Merah Putih ini bisa menambah semangat dalam rangka HUT RI ke-78," katanya.

Hadir dalam kegiatan tersebut dinas terkait, pengurus DKA Bireuen, pegiat seni di Bireuen dan masyarakat. [Muliyadi]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Jadi Juri Baca Puisi di Acara Gebyar Merah Putih, Dosen PNL Ini Berharap Penyair Bireuen Terus Berkarya

Terkini

Iklan