Iklan

terkini

Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar, Ustaz H. Akhyar: Sikap Rela Berkorban Mulai Langka

Redaksi
Kamis, Juni 29, 2023, 14:55 WIB Last Updated 2023-06-29T07:55:24Z
Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar, Ustaz H. Akhyar (Foto/Ist)

Aceh Besar -- Salah satu hikmah dari kisah Ibrahim AS adalah kerelaan berkorban di jalan Allah SWT. Ibrahim dan keluarganya sepakat merelakan anak tersayang semata wayang untuk disembelih demi menunaikan perintah Allah Swt seraya mendekatkan diri kepada Allah. Ismail mempersembahkan nyawanya dan mempersilahkan ayahanda menyembelih dirinya. Ini merupakan ketaatan kepada Allah dan kepatuhan kepada ayahanda. 

“Sungguh keluarga luar biasa yang rela berkorban demi mengharap ridha Allah Swt. Sikap berkorban dewasa ini mulai langka, sebab kita seakan hanya memikirkan pribadi masing-masing saja,” kata Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar, Ustaz H. Akhyar, dalam khutbah Idul Adha di Masjid Al lkhlas Ie Alang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Kamis, (29/06/2023). 

Menurut Sekretaris Umum PW Al Washliyah Aceh ini, keengganan berkorban bagi umat Islam merupakan penyakit dan tentunya inilah yang menjadikan umat Islam terbelakang dari bangsa lain, yang  nota bene adalah non muslim.  

Ustaz Akhyar mengutip pendapat Amir Syakib Arsalan, penulis asal Syiria di era tahun 30-an dalam bukunya yang sangat viral ketika itu “Limaza Taakhara al Muslimin wa qaddama Ghairuhum,  mengapa orang muslim tertinggal dan non muslim lebih maju. Ternyata umat Islam nyaris tidak mau berkorban,  terutama untuk agama, sedangkan mereka menghabiskan harta, jiwa, dan raga demi kemajuan agama dan kehidupan sosial.

Hikmah lainnnya dari kisah Ibrahim AS, jelas Ustaz Akhyar, adalah mendidik anak yang saleh. Nabi Ibrahim AS menginginkan keturunnya menjadi keturunan yang saleh. Beliau berdoa untuk dikaruniai anak yang saleh, Rabbi Habli Minashalihin. Demikian doa yang selalu dibaca Nabi Ibrahim AS. 

“Namun dalam kehidupan sekarang, kita sering mengabaikan doa, mengabaikan munajat pada Allah Swt, termasuk mengabaikan berdoa untuk memperoleh anak yang saleh,” ujarnya.

“Ada yang membuat kita pilu, yaitu mengabaikan pendidikan agama dalam kehidupan keluarga, padahal pendidikan agama merupakan modal dasar untuk membentuk keluarga dan melahirkan anak-anak yang saleh,” tegas Akhyar. 

Dia mengajurkan, bagi calon pengantin perlu meluruskan naiwaitu (niat) dalam melangsung perkawinan. Tidak hanya melampiaskan hawa nafsunya semata, tetapi pasangan suami istri harus memiliki satu visi bagaimana akan lahir anak yang saleh dari pernikahan yang mereka langsungkan. 

“Inilah pasangan yang memiliki orientasi masa depan.  Bila hanya tertumpu nafsu, maka nyaris keluarga tersebut minus visi dalam membangun rumah tangga,” tegasnya lagi. 

Ustaz Akhyar menguraikan hikmah berikutnya dari kisah Ibrahim AS adalah adanya asas musyawarah dalam kehidupan keluarga, yang dalam kehidupan sosial kemasyarakat perlu menjadi acuan bersama. Inilah yang dipraktikkan oleh Nabi Ibrahim AS dengan putranya Ismail, sebab meskipun pun Ibrahim mendapat titah dari Allah untuk menyembelih Ismail, namun ia tidak arogan dan kasar. 

Ibrahim AS berdialog dan berdiskusi dengan anaknya, meskipun perintahnya telah jelas sesuai dengan yang diceritakan dalam Surah As-Shaffat ayat 99-105, “Wahai anakku, aku diperintah untuk menyembelihmu, bagaiman pendapatmu? Lalu Ibrahim menjawab, wahai ayahanda silahkan engkau kerjakan apa yang telah diperintah Allah, insya Allah ayah akan mendapati saya menjadi bahagian dari orang-orang yang sabar.”

Demikian pula kata Ustaz Akhyar, masalah narkoba, pergaulan bebas, HIV Aids,  serta game online yang marak digandrungi generasi muda,  perlu duduk bersama antara orang tua, masyarakat, dan pemerintah untuk mencari solusi yang konprehensip. “Mari kita rangkul anak-anak kita  dan kita tanyakan apa keinginan mereka,  agar generasi hari ini muncul Ismail di era milineal,” pungkas Ustaz Akhyar. [Sayed M. Husen]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Kasi Bimas Islam Kemenag Aceh Besar, Ustaz H. Akhyar: Sikap Rela Berkorban Mulai Langka

Terkini

Topik Populer

Iklan