Iklan

terkini

Industrial Gathering 2026 PNL Perkuat Sinergi Kampus dan Industri, Dorong Keselarasan Kompetensi Lulusan

Redaksi
Kamis, Oktober 22, 2026, 13:13 WIB Last Updated 2026-10-22T06:13:41Z
Kegiatan Industrial Gathering 2026 yang berlangsung di Gedung Technopreneurship Development Center (TDC) PNL, pada Kamis, (22/10/2026). (Foto/Ist)

Lhokseumawe  — UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat kolaborasi strategis dengan dunia industri melalui kegiatan Industrial Gathering 2026 yang berlangsung di Gedung Technopreneurship Development Center (TDC) PNL, Kamis (22/10/2026). Mengusung tema “Higher Education Qualifications vs Industrial Demand”, kegiatan yang diikuti 170 peserta ini menjadi ruang dialog untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan nyata dunia industri.

Ketua UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan PNL, Dr (C). Zulkarnaini, SE., M.Si., Ak., CA., CIFRS., Ch.GFM., menyampaikan bahwa Industrial Gathering merupakan agenda tahunan yang memiliki peran strategis dalam mempertemukan perspektif akademisi dan praktisi industri. Tahun ini, kegiatan melibatkan seluruh ketua program studi dan perwakilan mahasiswa di lingkungan PNL untuk membangun pemahaman bersama mengenai relevansi pendidikan vokasi dengan dinamika kebutuhan tenaga kerja.

“Perguruan tinggi tidak dapat berkembang secara optimal tanpa dukungan dunia industri. Karena itu, kurikulum, kompetensi, dan kebutuhan industri harus berjalan selaras. Jangan sampai kita terus menghasilkan lulusan, tetapi kompetensinya belum sepenuhnya menjawab kebutuhan pasar kerja,” ujar Zulkarnaini.

Menurut Zulkarnaini, keterlibatan narasumber dari internal kampus dan eksternal, khususnya kalangan BUMN, diharapkan mampu melahirkan gagasan konstruktif dalam penguatan kurikulum berbasis kebutuhan industri. Ia juga mendorong seluruh ketua program studi untuk aktif berdialog, mengidentifikasi kesenjangan kompetensi, serta merumuskan langkah konkret dalam meningkatkan daya saing lulusan.

“Kita berharap forum ini tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi melahirkan konsep, inovasi, dan rekomendasi yang memberikan manfaat nyata bagi institusi maupun mitra industri,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi PNL, Dr (C). Muhammad Arhami, S.Si., M.Kom., menegaskan bahwa kesiapan memasuki dunia industri tidak cukup hanya mengandalkan penguasaan keterampilan teknis. Disiplin, kemampuan komunikasi, dan sikap profesional merupakan fondasi penting yang harus dibangun sejak mahasiswa berada di bangku kuliah.

“Menjadi mahasiswa PNL merupakan kesempatan berharga untuk membentuk karakter dan kompetensi. Disiplin adalah modal utama memasuki dunia industri, disamping keterampilan, komunikasi, dan attitude. Dunia kerja membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya terampil, tetapi juga memiliki integritas dan kemampuan beradaptasi,” ungkapnya.

Arhami menambahkan, pesatnya perkembangan teknologi menuntut perguruan tinggi dan industri untuk terus membangun komunikasi dua arah. Perbedaan tingkat penerapan teknologi antara kampus dan industri harus dipandang sebagai peluang untuk saling belajar, memperkuat kolaborasi, serta menghasilkan inovasi yang relevan.

“Jangan hanya menunggu kebutuhan atau permintaan dari industri. Perguruan tinggi harus berani menawarkan solusi dan inovasi. Bahkan, inovasi besar sering kali berawal dari gagasan sederhana yang mampu menjawab persoalan nyata,” tegasnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan empat narasumber, yakni Ruli Rizaluddin, S.T., M.T., IPM., QRMP., Manager PLN UP3 Lhokseumawe; Sri Rizki Amanda, S.E., Junior Officer Remunerasi PT Pupuk Iskandar Muda; Satriananda, S.T., M.T., Ketua Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri PNL; serta Lakharis Inuzula, S.E., M.Si., Ak., CA., Ketua Program Studi Akuntansi PNL.

Sebagai wujud konkret penguatan kemitraan, kegiatan ini juga dirangkai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan PNL dengan PLN UP3 Lhokseumawe, serta penandatanganan Implementation Arrangement (IA) dengan PT Pupuk Iskandar Muda. Kedua kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kelembagaan sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih aplikatif antara pendidikan vokasi dan dunia industri.

Melalui Industrial Gathering 2026, PNL menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem pendidikan vokasi yang adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap transformasi industri. Sinergi ini diharapkan tidak hanya memperkuat relevansi kurikulum dan kompetensi lulusan, tetapi juga mendukung terwujudnya visi PNL sebagai perguruan tinggi yang berakhlak, inovatif, unggul, dan berdaya saing global. [Hamdani]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Industrial Gathering 2026 PNL Perkuat Sinergi Kampus dan Industri, Dorong Keselarasan Kompetensi Lulusan

Terkini

Topik Populer

Iklan