Kedua mahasiswa PNL didampingi kedua pendamping Yusmika Indah, SE, MM (kanan) dan Halimatus Sa'diah, SE., MM. (Foto/Ist)
Laporan: Hamdani
Prestasi tidak lahir dari kebetulan. Di balik sebuah piala, selalu ada keberanian untuk tampil, ketekunan untuk berlatih, dan keyakinan untuk menaklukkan tantangan.
Semangat itulah yang ditunjukkan para mahasiswa dalam ajang 11th International Business Administration Competition (IBAC XI) 2026, yang digelar di Politeknik Negeri Bandung pada 9–12 Agustus 2026.
Mengusung tema “Global Connections Academic Excellence”, kompetisi internasional tersebut menjadi lebih dari sekadar arena perlombaan. IBAC XI menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan, memperluas jejaring akademik, sekaligus mengukur kesiapan mereka menghadapi dinamika dunia kerja yang semakin kompetitif dan tanpa batas.
Di tengah persaingan dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, kontingen mahasiswa dari Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) tampil percaya diri dan berhasil membawa pulang prestasi membanggakan.
Salah satu sorotan datang dari Raisha Fathia, yang sukses meraih Juara Umum Ke-2 pada mata lomba Master of Ceremony (MC). Kemampuan komunikasi publik, penguasaan panggung, artikulasi, serta kepercayaan diri menjadi kekuatan yang mengantarkannya meraih posisi bergengsi tersebut.
Prestasi lainnya dipersembahkan Riska Yuliana. Melalui mata lomba Meeting Plan, ia berhasil menyabet Juara 1 Proficient Category. Capaian itu menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam merancang tata kelola pertemuan bisnis sekaligus menyusun strategi yang memenuhi standar profesional dan berorientasi pada kebutuhan dunia bisnis internasional.
Dua prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa kompetensi mahasiswa tidak berhenti pada penguasaan teori di ruang kelas. Kemampuan berkomunikasi, mengelola kegiatan, menyusun strategi, bekerja secara profesional, hingga tampil di hadapan publik merupakan bagian penting dari kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.
Di balik keberhasilan itu, terdapat peran penting Yusmika Indah, S.E., M.M., selaku Dosen Pendamping sekaligus Kepala Program Studi, yang mendampingi langsung mahasiswa yang berlomba di Bandung, serta Halimatus Sa'diah, SE., MM yang juga ikut mendampingi.
Kedua dosen ini, selain mendaminhi juga memberi arahan, dan motivasi yang diberikan menjadi bagian dari proses panjang yang mengantarkan mahasiswa tampil optimal di ajang tingkat internasional tersebut.
Yusmika Indah menilai capaian mahasiswa dalam IBAC XI 2026 merupakan bukti bahwa proses pembelajaran yang dipadukan dengan pengalaman kompetitif mampu membentuk mahasiswa yang lebih percaya diri dan siap menghadapi persaingan global.
Menurutnya, prestasi tersebut bukan sekadar tentang gelar juara, tetapi juga tentang proses membangun mental, kompetensi, dan karakter mahasiswa agar mampu tampil sejajar dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di tingkat internasional.
“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki potensi dan kompetensi untuk bersaing di tingkat internasional. Prestasi ini juga diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan dan berani mengambil kesempatan di berbagai ajang kompetisi,” ujar Yusmika.
IBAC XI 2026 pada akhirnya menjadi sebuah panggung pembuktian. Dari ruang-ruang pembelajaran di kampus, para mahasiswa melangkah ke arena kompetisi untuk menguji kemampuan mereka di hadapan peserta lain.
Raisha dengan kemampuan komunikasi publiknya. Riska dengan kecakapannya merancang strategi pertemuan bisnis. Keduanya membawa pesan yang sama: bahwa mahasiswa vokasi tidak hanya dipersiapkan untuk memahami teori, tetapi juga untuk mampu bekerja, berkomunikasi, beradaptasi, dan bersaing di dunia profesional.
Prestasi di Politeknik Negeri Bandung itu pun menjadi catatan penting bagi kampus. Sebuah pencapaian yang diharapkan tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat, melainkan menjadi energi baru untuk melahirkan lebih banyak mahasiswa berprestasi dan memperluas kiprah institusi di panggung akademik global.
Sebab, ketika mahasiswa berani tampil dan berprestasi, sesungguhnya mereka tidak hanya sedang memenangkan sebuah kompetisi. Mereka sedang membawa nama kampus, mengukir pengalaman, sekaligus membuka jalan menuju masa depan yang lebih luas.
Apresiasi Luar Biasa dari Pimpinan Kampus
Pencapaian yang diraih dua mahasiswa PNL tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa dari jajaran pimpinan kampus bokasi tersebut. Ketua Jurusan Bisnis PNL Diana, SE., Ak., M.Si pada Rabu, 12 Agustus 2026 mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa atas dedikasi mahasiswa dan tim pendamping yang telah berjuang.
"Terimakasih saya ucapkan kepada kedua ananda mahasiswa kita atas prestasi yang diraih, terimakasih juga kepada dosen pendamping atas dedikasi, sehingga bisa membawa nama harum Jurusan Bisnis PNL di tingkat internasional," ucap Diana dengan nada haru.
Hal senada juga disampaikan Direktur PNL Dr. Ir. Rizal Syahyadi, ST., M. E. Eng. SC., IPM., ASEAN. Eng, menegaskan bahwa capaian yang diperoleh tersebut merupakan bukti nyata kualitas pendidikan vokasi di PNL mempunyai mencetak lulusan berdaya saing global.
"Selamat buat mahasiswa yang meraih prestasi dan dosen pendamping. Ini merupakan capaian yang luar biasa, sekaligus membuktikan bahwa kualitas pendidikan vokasi di PNL mampu bersaing secara global. Capaian ini juga akan memberikan motivasi seluruh civitas akademika untuk terus konsisten meraih prestasi di panggung dunia," ungkap Rizal Syahyadi.p []


