Iklan

terkini

Dosen PNL Tingkatkan Kompetensi Guru SMK melalui Pelatihan Teknologi 3D Printing

Redaksi
Kamis, Agustus 06, 2026, 18:47 WIB Last Updated 2026-08-06T11:47:58Z
Tutorial Penggunaan aplikasi Slicer untuk mencetak objek 3D. (Foto/Ist)

Aceh Utara – Tim dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan teknologi 3D Printing bagi guru produktif Jurusan Teknik Permesinan SMK di Aceh Utara. 

Kegiatan bertajuk Pendampingan Manufaktur Aditif Berbasis Mesin Cetak 3 Dimensi guna Pengembangan Kompetensi Guru Produktif SMK Jurusan Teknik Permesinan di Aceh Utara tersebut berlangsung selama dua hari, 5–6 Agustus 2026, di SMK Negeri 1 Dewantara, Aceh Utara.

Pelatihan diikuti 10 guru produktif yang mewakili empat SMK binaan PNL, yakni SMK Negeri 1 Dewantara, SMK Negeri 1 Lhoksukon, SMK Negeri 1 Lhokseumawe, dan SMK Negeri 7 Lhokseumawe. 

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026.

Tim PKM PNL sedang menjelaskan tentang proses desain 3 dimensi kepada peserta pelatihan. (Foto/Ist)

Program tersebut mendukung implementasi misi Asta Cita pemerintah sekaligus sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penguatan kompetensi sumber daya manusia di bidang pendidikan vokasi.

Ketua tim pelaksana kegiatan Ir. Mahmud, S.Tr., MT didampingi anggota Khairil Mizan Us, ST., MT dan Ir. Muhammad Azzahari, ST., MT pada media ini Kamis, (6/8/3/2026) menjelaskan, pelatihan tersebut dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menguasai teknologi manufaktur aditif atau 3D Printing, yang kini menjadi salah satu teknologi penting dalam industri manufaktur modern. 

"Penguasaan teknologi tersebut diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran di SMK agar semakin selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang terus berkembang menuju manufaktur berbasis digital," kata Mahmud.

Tambah Mahmud, selama pelatihan, peserta memperoleh materi secara komprehensif, mulai dari desain dan pemodelan digital, proses slicing dan konfigurasi mesin 3D Printing, teknik pengoperasian dan perawatan mesin, hingga praktik langsung (hands-on) menggunakan mesin cetak tiga dimensi.

"Melalui pendampingan ini, para guru tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga keterampilan teknis yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran praktikum di sekolah masing-masing," ujar Mahmud.

"Kompetensi tersebut diharapkan mampu memperkaya materi ajar sekaligus memperkenalkan teknologi manufaktur digital kepada siswa sejak di bangku SMK," lanjutnya.

Menurut Mahmud, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen Politeknik Negeri Lhokseumawe dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan vokasi di Aceh melalui penguatan kapasitas guru. 

"Dengan penguasaan teknologi manufaktur aditif, lulusan SMK diharapkan memiliki kompetensi yang lebih relevan, adaptif, dan siap bersaing menghadapi tantangan industri pada era transformasi digital," pungkas Mahmud. [Hamdani]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dosen PNL Tingkatkan Kompetensi Guru SMK melalui Pelatihan Teknologi 3D Printing

Terkini

Topik Populer

Iklan