Lhokseumawe – Menyongsong penerimaan mahasiswa baru tahun 2027, Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mulai mematangkan fondasi akademik Program Studi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (Bispro). Program studi baru yang berada di bawah Jurusan Bisnis PNL tersebut menempatkan penyusunan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja sebagai salah satu prioritas utama.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penyusunan Dokumen dan Revisi Kurikulum Program Studi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional, yang digelar Kamis (17/9/2026) di Gedung Jurusan Bisnis PNL.
Kegiatan ini mempertemukan unsur akademisi dan praktisi industri untuk memberikan perspektif terhadap kompetensi yang dibutuhkan lulusan Bispro di dunia kerja. Hadir sebagai narasumber Prof. Dr. Ina Sukaesih, Diplung. TESOL., MM., M.Hum., dosen Program Studi Bisnis Profesional sekaligus Guru Besar Politeknik Negeri Jakarta; Nurmala, ST, Supervisor pada perusahaan minyak dan gas; serta Yoesrinaldi, Branch Manager BCA Lhokseumawe.
Kegiatan diikuti oleh para dosen pengampu mata kuliah Bahasa Inggris di lingkungan PNL, khususnya dosen yang telah bergabung dalam Prodi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (Bispro) Jurusan Bisnis PNL.
Ketua Prodi Bispro, Ilham Jaya, S.Pd.I., M.TESOL, menjelaskan bahwa FGD penyusunan dokumen dan revisi kurikulum ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan setelah berdirinya Prodi Bispro pada tahun 2026.
"Prodi Bispro merupakan program studi baru dan direncanakan mulai menerima mahasiswa baru pada tahun 2027. Karena itu, penyusunan dokumen kurikulum menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan sejak awal agar proses pembelajaran nantinya memiliki arah yang jelas dan sesuai dengan kebutuhan kompetensi lulusan," jelasnya.
Kurikulum Harus Menjawab Kebutuhan Industri
Ketua Jurusan Bisnis PNL, Diana, SE.Ak., M.Si., CA, CPTT, menyampaikan bahwa kehadiran Prodi Bispro menjadi tambahan kekuatan bagi Jurusan Bisnis PNL.
"Alhamdulillah telah lahir prodi baru dan tergabung di Jurusan Bisnis. Dengan demikian, Prodi Bispro menjadi program studi ke-7 di Jurusan Bisnis PNL," ujarnya.
Menurut Diana, penyusunan kurikulum bukan sekadar menyusun daftar mata kuliah, tetapi merupakan proses penting untuk memastikan kompetensi yang diberikan kepada mahasiswa benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia kerja.
"Kegiatan ini sangat penting karena kita harus menyelaraskan seluruh mata kuliah yang tercantum dalam kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan industri. Harapannya, lulusan dari prodi ini nantinya dapat terserap di dunia kerja serta menjadi lulusan yang unggul dan berdaya saing," kata Diana.
Keterlibatan praktisi industri dalam kegiatan tersebut menjadi bagian strategis untuk memberikan gambaran nyata mengenai kebutuhan kompetensi di lapangan. Masukan dari sektor industri diharapkan dapat memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di kampus dengan tuntutan profesional di dunia kerja.
Fondasi Penting Menuju Akreditasi
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi PNL, Muhammad Arhami, S.Si., M.Kom., menegaskan bahwa kualitas kurikulum memiliki posisi penting dalam pengembangan sebuah program studi.
Menurutnya, kurikulum yang disusun harus mampu menggambarkan kebutuhan dunia kerja sekaligus memperjelas capaian pembelajaran dan profil lulusan yang hendak dihasilkan.
"Kurikulum yang baik dan benar sesuai kebutuhan dunia kerja, serta capaian dan profil lulusan, menjadi poin penting dalam penilaian akreditasi Prodi Bispro nantinya," ungkap Muhammad Arhami.
Ia menambahkan, kesesuaian antara kurikulum, profil lulusan, dan kebutuhan dunia kerja juga menjadi faktor penting dalam mempersiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi yang relevan ketika memasuki dunia profesional.
"Kurikulum berperan sangat penting untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja pada berbagai bidang sesuai dengan profil lulusan prodi," lanjutnya.
Muhammad Arhami berharap proses persiapan yang dilakukan sejak awal dapat menjadi modal penting bagi Prodi Bispro dalam menyambut mahasiswa baru pada 2027.
"Ini menjadi motivasi besar agar tahun depan Prodi Bispro menjadi salah satu prodi unggulan dan pilihan mahasiswa baru di PNL," tuturnya.
Menyiapkan Lulusan yang Adaptif dan Berdaya Saing
Penyusunan dokumen dan revisi kurikulum Prodi Bispro menjadi langkah awal PNL dalam membangun program studi yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Dengan melibatkan akademisi dan praktisi, PNL berupaya memastikan kurikulum Bispro mampu memberikan pengalaman pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan komunikasi bisnis dan profesional.
Ke depan, Prodi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional diharapkan mampu menjadi salah satu pilihan pendidikan vokasi yang menghasilkan lulusan dengan kemampuan bahasa Inggris profesional, komunikasi bisnis, serta kompetensi yang dibutuhkan dalam berbagai sektor dunia kerja.
Dengan fondasi kurikulum yang disiapkan sejak awal dan dukungan berbagai pihak, Prodi Bispro PNL kini bersiap menyambut babak baru: menerima mahasiswa baru pada 2027 dan mencetak lulusan yang siap berkomunikasi, beradaptasi, dan bersaing di dunia profesional. [Hamdani]

