Iklan

terkini

Dosen PNL Terapkan Monitoring Digital Produksi Minyak Atsiri di Jeuleukat Lhokseumawe

Redaksi
Rabu, Agustus 12, 2026, 13:55 WIB Last Updated 2026-08-12T06:55:21Z
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lhokseumawe bersama Kelompok Tani Minyak Atsiri Desa Jeuleukat saat penerapan sistem monitoring digital pada proses produksi minyak atsiri sereh wangi. (Foto/Ist)

Lhokseumawe — Sejumlah dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat menerapkan sistem monitoring digital pada proses produksi minyak atsiri sereh wangi di Desa Jeuleukat, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe.

Penerapan teknologi tersebut ditujukan untuk membantu Kelompok Tani Minyak Atsiri meningkatkan pengendalian proses produksi, mutu produk, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi usaha
Kelompok tani yang menjadi mitra program tersebut, yang beranggotakan 10 orang dan mengembangkan produksi minyak atsiri berbasis potensi sereh wangi di Desa Jeuleukat.

Kegiatan tersebut merupakan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat–Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat. Program ini mendapat dukungan Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Sebelum penerapan teknologi, proses distilasi minyak atsiri yang dilakukan mitra masih berlangsung secara semi-tradisional. Kondisi tersebut membuat pemantauan sejumlah parameter proses belum optimal. Di sisi lain, pemasaran produk juga masih menghadapi kendala berupa keterbatasan branding, pengemasan, pemasaran digital, serta ketergantungan terhadap pengepul dan pasar lokal. 

Melalui program ini, tim dosen PNL menerapkan Sistem Monitoring Digital Proses Distilasi Minyak Atsiri Sereh Wangi yang diintegrasikan dengan unit distilasi milik kelompok tani.

Sistem tersebut dirancang untuk membantu mitra memantau parameter proses secara lebih terukur, khususnya suhu, tekanan, dan waktu. Data yang diperoleh selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan proses produksi. 

Penerapan teknologi dilakukan secara bertahap, mulai dari perancangan sistem, pengadaan dan perakitan komponen, instalasi pada unit distilasi, pengujian dan kalibrasi sensor, hingga pelatihan serta pendampingan kepada mitra.
Anggota Kelompok Tani Minyak Atsiri Desa Jeuleukat mengikuti pengarahan dan pendampingan penggunaan sistem monitoring digital untuk memantau parameter proses distilasi. (Foto/Ist)

Dalam pelatihan, anggota kelompok tani diberikan pemahaman mengenai fungsi komponen, pengoperasian sistem, pembacaan parameter proses, pencatatan data, serta pemanfaatan data untuk mengevaluasi kegiatan produksi. 

Selain teknologi produksi, program juga memberikan penguatan pada aspek mutu dan pemasaran. Mitra mendapatkan pelatihan mengenai pengendalian mutu minyak atsiri, pengemasan, branding, strategi pemasaran digital sederhana, serta pencatatan biaya produksi dan harga jual. 

Ketua tim pengabdian, Ir. Syafruddin, M.Si, pada media ini Rabu, (12/8/2026) mengatakan teknologi yang diterapkan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi mitra.

“Teknologi yang kami terapkan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi mitra. Kami tidak hanya memberikan alat, tetapi juga melakukan pelatihan dan pendampingan agar mitra mampu mengoperasikan sistem, membaca parameter proses, melakukan pencatatan, dan memanfaatkan data tersebut untuk meningkatkan proses produksi secara berkelanjutan,” ujar Syafruddin. 

Menurutnya, mitra dilibatkan secara aktif sejak tahap identifikasi kebutuhan, penyusunan solusi, instalasi teknologi, uji coba, pelatihan, hingga pendampingan dan evaluasi. Pendekatan tersebut diharapkan membuat teknologi yang diterapkan dapat dimanfaatkan secara mandiri dan berkelanjutan.

Perwakilan Kelompok Tani Minyak Atsiri, Herdiansyah kepada media ini mengatakan, pihaknya menyambut dengan senang penerapan teknologi tersebut. Ia mengatakan sistem monitoring digital memberikan pengalaman baru bagi anggota kelompok dalam mengendalikan proses produksi.

“Dengan adanya sistem monitoring dan pendampingan, kami mendapatkan pengetahuan baru dalam memantau proses produksi. Kami juga mulai memahami pentingnya pencatatan data sehingga proses produksi dapat dievaluasi dan dilakukan dengan lebih terarah,” kata Herdiansyah. 

Saat ini, sistem monitoring digital telah diterapkan pada unit produksi mitra dan mulai digunakan dalam kegiatan produksi. Mitra juga telah mendapatkan pelatihan serta pendampingan dalam pengoperasian sistem dan pencatatan parameter proses. 

Program tersebut juga dilengkapi dengan penyusunan SOP proses distilasi berbasis data sebagai pedoman dalam menjalankan produksi, memantau parameter, melakukan pencatatan, serta mengevaluasi kondisi proses.
Melalui penerapan teknologi tepat guna, peningkatan kapasitas dan pendampingan berkelanjutan, program pengabdian PNL ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian Kelompok Tani Minyak Atsiri Desa Jeuleukat serta meningkatkan pemanfaatan potensi sereh wangi sebagai produk bernilai ekonomi. [Hamdani]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dosen PNL Terapkan Monitoring Digital Produksi Minyak Atsiri di Jeuleukat Lhokseumawe

Terkini

Topik Populer

Iklan