Iklan

terkini

Tim Pengabdian USK Latih Pengrajin Bata Aceh Utara Produksi Bata Ramah Lingkungan dari Lumpur Banjir

Redaksi
Minggu, Juli 05, 2026, 14:11 WIB Last Updated 2026-07-05T07:11:53Z
Tim Pengabdian USK. (Foto/Ist)

Aceh Utara – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Syiah Kuala (USK) melatih kelompok pengrajin bata di Desa Lancang Barat, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara, memproduksi Compressed Stabilized Earth Block (CSEB) berbahan lumpur banjir dan serat jerami padi sebagai material bangunan ramah lingkungan.

Pelatihan yang berlangsung pada 28–30 Juni 2026 tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas pengrajin melalui transfer teknologi produksi bata yang lebih hemat energi dibandingkan bata merah konvensional. Teknologi CSEB juga memanfaatkan limbah lokal sehingga mendukung penerapan ekonomi sirkular dan pembangunan rendah karbon.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. Teuku Budi Aulia, S.T., Dipl. Ing., IPU., dalam keterangannya kapeda wartawan pada Minggu, (5/7/2026) mengatakan lumpur banjir yang selama ini melimpah di Aceh belum dimanfaatkan secara optimal dan umumnya hanya menjadi limbah pascabencana.

"Melalui inovasi ini, lumpur banjir diolah bersama tanah lokal, semen, dan serat jerami padi menjadi bata interlocking yang berpotensi dimanfaatkan sebagai material konstruksi non-struktural," ujar Teuku Budi Aulia.

Proses produksi Compressed Stabilized Earth Block (CSEB) berbahan lumpur banjir dan serat jerami padi sebagai material bangunan ramah lingkungan. (Foto/Ist)

Menurutnya, teknologi tersebut tidak hanya menghasilkan material bangunan yang lebih ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang sebelumnya belum memiliki nilai ekonomi. Produk bata CSEB interlocking yang dihasilkan diharapkan dapat memenuhi standar mutu dan memperoleh sertifikasi.

Selama tiga hari pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai konsep material bangunan berkelanjutan, teknik pencampuran bahan, pengoperasian mesin Interlock Hand Press, proses curing, hingga pengujian mutu produk. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning (PAL), sehingga peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga mempraktikkan langsung seluruh tahapan produksi.

Selain pelatihan teknis, tim pengabdian juga menyusun modul pelatihan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi serta pengujian CSEB sebagai pedoman bagi kelompok pengrajin dalam menerapkan teknologi secara mandiri dan menjaga konsistensi kualitas produk.

Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan tersebut berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memproduksi bata CSEB. Para pengrajin telah mampu melaksanakan seluruh tahapan produksi, mulai dari persiapan material, pencampuran, pencetakan, hingga proses curing, serta memahami prosedur pengendalian mutu produk.

Tingkat kepuasan mitra terhadap pelaksanaan kegiatan mencapai 72 persen atau berada pada kategori baik. Tim pengabdian berharap teknologi CSEB dapat menjadi alternatif produksi bata yang lebih efisien, mengurangi penggunaan kayu bakar, menekan emisi karbon, sekaligus meningkatkan daya saing industri bata rakyat di Aceh Utara.

Program pengabdian ini merupakan kolaborasi multidisiplin antara Universitas Syiah Kuala, Low Carbon and Building Materials Research Group, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Resipro International Engineering Ltd. Selandia Baru, serta PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

Kegiatan tersebut didukung pendanaan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia dalam Program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition Times Higher Education Impact Rankings 2025.

Melalui program ini diharapkan terbentuk kelompok pengrajin bata yang mampu mengembangkan produksi material bangunan rendah karbon berbasis potensi lokal, sehingga dapat mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). [Hamdani]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tim Pengabdian USK Latih Pengrajin Bata Aceh Utara Produksi Bata Ramah Lingkungan dari Lumpur Banjir

Terkini

Topik Populer

Iklan