Iklan

terkini

Optimalkan Lahan Tidur, Lapas Bireuen Wujudkan Ketahanan Pangan dan Cetak Warga Binaan yang Mandiri

Redaksi
Rabu, Juli 01, 2026, 20:56 WIB Last Updated 2026-07-01T13:56:13Z
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh, Ramdani Boy, Senin, (22/06/2026) lalu melakukan kunjungan kelapas Bireuen (Foto/Dok Lapas)

Bireuen – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Bireuen terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif dan berdampak nyata. Melalui pemanfaatan lahan tidur (idle land) di sepanjang area tembok keliling lapas, berbagai program pertanian, peternakan, dan perikanan berhasil dikembangkan guna mendukung ketahanan pangan sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat.

Lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan kini disulap menjadi kawasan produktif dengan berbagai kegiatan budidaya, seperti tanaman anggur, aneka sayuran, peternakan bebek petelur, hingga budidaya ikan nila. Seluruh program tersebut melibatkan warga binaan secara aktif sebagai bagian dari pembinaan kemandirian agar mereka memiliki bekal keterampilan ketika kembali ke tengah masyarakat.

Tidak hanya menjadi sarana belajar, hasil dari program tersebut juga memberikan manfaat langsung bagi kebutuhan di lingkungan lapas. Produksi telur bebek, misalnya, dimanfaatkan oleh dapur Lapas untuk diolah menjadi menu makanan bagi warga binaan. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya yang tersedia.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Aceh, Ramdani Boy, Senin, (22/06/2026) lalu dalam kunjungannya kelapas Bireuen memberikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan Lapas Kelas IIB Bireuen dalam mengoptimalkan lahan tidur menjadi kawasan yang bernilai ekonomi dan edukasi.

"Saya mengapresiasi langkah yang dilakukan Lapas Kelas IIB Bireuen dalam memanfaatkan lahan tidur menjadi sarana pembinaan yang produktif. Program ini sejalan dengan arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mewujudkan kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di lingkungan pemasyarakatan. Saya berharap inovasi seperti ini terus dikembangkan dan menjadi contoh bagi satuan kerja lainnya," ujar Ramdani Boy.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Bireuen, Didik Niryanto, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian menjadi salah satu program prioritas yang terus diperkuat agar warga binaan memiliki kemampuan dan kepercayaan diri saat kembali menjalani kehidupan di masyarakat.

"Kami ingin menjadikan setiap lahan yang tersedia memiliki nilai manfaat. Melalui budidaya anggur, sayuran, peternakan bebek petelur, dan budidaya ikan nila, warga binaan memperoleh pengalaman, keterampilan, serta semangat untuk terus berkarya. Hasil yang diperoleh juga dimanfaatkan kembali untuk mendukung kebutuhan pangan di dalam lapas sehingga manfaatnya dapat dirasakan bersama," ungkap Didik Niryanto.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut merupakan hasil dari komitmen seluruh jajaran Lapas Kelas IIB Bireuen dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan dampak positif bagi warga binaan.

Ke depan, Lapas Kelas IIB Bireuen berkomitmen untuk terus mengembangkan program pemanfaatan lahan tidur dengan dukungan berbagai pihak. Melalui pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan, pemberdayaan, dan ketahanan pangan, diharapkan warga binaan mampu menjadi pribadi yang mandiri, produktif, serta siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setelah menyelesaikan masa pidananya. [Fauzi]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Optimalkan Lahan Tidur, Lapas Bireuen Wujudkan Ketahanan Pangan dan Cetak Warga Binaan yang Mandiri

Terkini

Topik Populer

Iklan