Iklan

terkini

[Opini] “Pajak Bukan Musuh Gen Z: Saatnya Melihat Pajak Sebagai Investasi Masa Depan”

Redaksi
Minggu, Juni 28, 2026, 21:38 WIB Last Updated 2026-06-28T14:39:06Z

Oleh: Nadia Fitria*)

Bagi sebagian anak muda, kata “pajak” masih sering terdengar seperti sesuatu yang rumit dan jauh dari kehidupan sehari-hari. Banyak yang berpikir pajak hanya soal potongan penghasilan atau kewajiban yang harus dipenuhi. Padahal, di balik itu semua, pajak memiliki peran besar dalam membangun negara dan mendukung kehidupan masyarakat.

Di era Gen Z yang serba digital seperti sekarang, cara kita melihat pajak juga perlu berubah. Generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mulai memasuki dunia kerja, bisnis online, ekonomi kreatif, hingga menjadi pelaku usaha digital. Hal ini membuat pemahaman tentang pajak menjadi semakin penting.

Secara aturan, pajak bukanlah sekadar kebijakan pemerintah. Dasar hukum pajak tercantum dalam Pasal 23A Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang menjelaskan bahwa pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk kebutuhan negara harus diatur melalui undang-undang.

Selain itu, pemerintah juga mengatur sistem perpajakan melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP). Aturan ini dibuat untuk memperkuat sistem pajak Indonesia agar lebih adil, meningkatkan kepatuhan masyarakat, serta mendukung pembangunan nasional.

Namun, masalahnya bukan hanya tentang aturan. Tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana membuat generasi muda memahami bahwa pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk kontribusi nyata sebagai warga negara.

Menurut penelitian Suminarsasi dan Supriyadi (2011), pemahaman dan pandangan masyarakat terhadap pajak dapat memengaruhi tingkat kepatuhan wajib pajak. Artinya, ketika seseorang memahami manfaat pajak, kesadaran untuk membayar pajak juga dapat meningkat.

Bagi Gen Z, pajak sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Fasilitas seperti jalan, pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai layanan publik merupakan bagian yang tidak terlepas dari pengelolaan keuangan negara, termasuk penerimaan pajak.

Di sisi lain, pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Pajak akan lebih mudah diterima apabila masyarakat melihat adanya transparansi dan penggunaan dana yang jelas. Kesadaran pajak tidak hanya dibangun melalui aturan, tetapi juga melalui kepercayaan.

Generasi muda saat ini memiliki peluang besar untuk menciptakan perubahan. Dengan kemampuan memahami teknologi dan informasi, Gen Z bisa menjadi generasi yang lebih sadar terhadap peran pajak. Membayar pajak bukan berarti kehilangan sebagian penghasilan, tetapi ikut mengambil bagian dalam membangun masa depan.

Pada akhirnya, pajak bukan tentang “uang yang hilang”, tetapi tentang bagaimana setiap kontribusi dapat kembali dalam bentuk pembangunan. Sudah saatnya Gen Z melihat pajak bukan sebagai musuh, melainkan sebagai bagian dari perjalanan menuju Indonesia yang lebih maju. []

Publisher: Hamdani

*) Penulis adalah mahasiswi UNIKI Bireuen 
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • [Opini] “Pajak Bukan Musuh Gen Z: Saatnya Melihat Pajak Sebagai Investasi Masa Depan”

Terkini

Topik Populer

Iklan