Iklan

terkini

Azhari Cage Minta Aparat Tindak Tegas Dugaan Kekerasan Terhadap Warga Aceh di Jawa Barat

Redaksi
Senin, Mei 04, 2026, 16:25 WIB Last Updated 2026-05-04T09:25:57Z
Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, SIP. (Foto/Ist)

Laporan: Hamdani

Jakarta – Di tengah semangat pemerintah menjalankan Program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto, sebuah kabar mengejutkan datang dari Bandung Barat, Jawa Barat. Seorang warga Aceh yang bekerja sebagai Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di Rajamandala Kulon 2, Kecamatan Cipatat, dilaporkan menjadi korban dugaan penganiayaan dan pengeroyokan.

Peristiwa itu menimpa Muhammad Khatami Maulana, seorang pekerja asal Aceh yang sehari-hari menjalankan tugas di dapur layanan SPPG. Insiden terjadi pada Sabtu malam (02/05/2026) lalu, sekitar pukul 20.45 WIB, di area dapur tempat korban bekerja.

Kejadian tersebut menuai perhatian serius dari Senator DPD RI asal Aceh, Azhari Cage, SIP, yang langsung meminta aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas.
“Kita minta aparat keamanan menindak tegas. Jangan sampai kasus seperti ini terus terulang di masa depan,” kata Azhari Cage saat ditemui di Gedung DPD RI, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Dapur Kerja yang Mendadak Jadi Arena Kekerasan

Menurut informasi yang dihimpun Azhari, kejadian bermula saat korban berada di dapur bersama seorang PIC (penanggung jawab dapur) dari pihak mitra kerja. Situasi yang awalnya berjalan normal mendadak berubah mencekam ketika dua pria datang menggunakan mobil dan secara tiba-tiba melakukan penyerangan.

Korban yang tidak mengetahui persoalan apa pun, justru menjadi sasaran amarah pelaku setelah mereka gagal menemukan orang yang mereka cari. Dalam kondisi bingung dan terkejut, Muhammad Khatami Maulana disebut sudah berupaya menjelaskan bahwa dirinya tidak terkait dengan persoalan yang dimaksud.

Namun, penjelasan itu tidak menghentikan aksi brutal tersebut.

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka fisik, terutama pada bagian kepala, dan langsung mendapatkan penanganan medis. Insiden tersebut meninggalkan trauma serta kekhawatiran besar di lingkungan kerja, khususnya bagi para pekerja yang bertugas dalam pelayanan publik.

Diduga Dipicu Persoalan Pribadi dan Alkohol

Informasi awal menyebutkan, insiden tersebut diduga berkaitan dengan persoalan pribadi antara pelaku dan pihak mitra kerja yang berhubungan dengan proyek di luar aktivitas dapur. Bahkan, pelaku disebut datang dalam kondisi diduga dipengaruhi alkohol.

Yang membuat peristiwa ini semakin memprihatinkan, dua pelaku disebut terdiri dari satu orang yang diduga oknum aparat dan satu orang warga sipil. Meski demikian, Azhari menegaskan informasi tersebut masih membutuhkan pendalaman dan verifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Senator Aceh Desak Penanganan Transparan

Peristiwa ini telah dilaporkan ke Polsek setempat. Azhari berharap aparat penegak hukum dapat bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel agar keadilan benar-benar dirasakan oleh korban.

“Kami mengecam segala bentuk kekerasan dan mendesak agar proses hukum berjalan secara adil tanpa pandang bulu,” tegas Azhari.

Azhari yang dikenal sebagai mantan kombatan GAM di era konflik Aceh juga menilai bahwa tindakan kekerasan terhadap pekerja SPPG bukan sekadar tindakan kriminal biasa. Menurutnya, ini menyangkut keselamatan pekerja yang menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program nasional.

“Mengganggu Program Presiden” tegasnya.

Azhari mengingatkan bahwa program makan bergizi gratis merupakan program strategis negara yang menjadi perhatian Presiden RI. Oleh karena itu, siapa pun yang melakukan kekerasan terhadap pekerja di lapangan dapat dianggap menghambat program besar tersebut.

“Program makan bergizi gratis adalah program Presiden Republik Indonesia Pak Prabowo Subianto. Jika ada yang bertindak melawan hukum terhadap pekerja tersebut berarti telah mengganggu program Pak Presiden dan aparat harus mengambil tindakan tegas terhadap hal ini,” ujarnya.

Dengan nada serius, Azhari kembali menegaskan permintaannya kepada aparat penegak hukum agar tidak membiarkan kasus ini berlalu tanpa kejelasan.

“Saya meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas dan menghukum pelaku pengeroyokan warga Aceh yang jadi kepala SPPG di Cipatat, Jawa Barat,” kata Azhari.

Harapan untuk Rasa Aman Warga Aceh di Perantauan

Kasus ini membuka kembali luka lama tentang rasa aman warga Aceh yang merantau dan bekerja di luar daerah. Banyak dari mereka menggantungkan hidup jauh dari kampung halaman, bekerja demi keluarga, demi pendidikan anak-anak, dan demi masa depan yang lebih baik.

Namun ketika tempat kerja yang seharusnya menjadi ruang aman berubah menjadi lokasi kekerasan, ketakutan pun ikut menyebar.

Kini, perhatian tertuju pada langkah aparat penegak hukum. Publik menanti: apakah kasus ini akan ditangani tuntas, atau akan menjadi deretan panjang kekerasan yang berlalu tanpa pertanggungjawaban.

Yang pasti, bagi korban, malam itu bukan sekadar luka fisik. Itu adalah luka batin seorang perantau yang datang untuk bekerja, tetapi pulang dengan trauma. []
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Azhari Cage Minta Aparat Tindak Tegas Dugaan Kekerasan Terhadap Warga Aceh di Jawa Barat

Terkini

Topik Populer

Iklan