Bireuen — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sekaligus perayaan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 di Kabupaten Bireuen tahun ini terasa sangat istimewa dan penuh makna. Pada momen bersejarah yang menggabungkan semangat pendidikan dan nilai-nilai keagamaan ini, lima tenaga pendidik yang bernaung di bawah payung Forum BERLIAN (Bersama Literasi Ilmu Agama dan Nilai) Kabupaten Bireuen berhasil menorehkan prestasi gemilang tingkat daerah.
Kelima pahlawan tanpa tanda jasa ini dianugerahi penghargaan prestisius sebagai guru dengan karya penulis buku terbanyak tahun 2026. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi mereka dalam memajukan budaya literasi di dunia pendidikan, khususnya di lingkungan madrasah. Puncak acara penganugerahan tersebut berlangsung meriah, khidmat, dan penuh rasa bangga di Gedung Hj Fauziah Convention Hall, Cot Gapu, Bireuen, pada Selasa (28/4/2026).
Penyerahan piala serta piagam penghargaan kepada kelima guru inspiratif ini diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, bersama dengan Bupati Bireuen, H. Mukhlis, ST. Momen penyerahan ini disaksikan oleh ratusan tamu undangan, tokoh pendidikan, jajaran aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama, serta unsur pemerintahan Kabupaten Bireuen. Apresiasi langsung dari petinggi daerah dan kementerian ini menjadi bukti nyata bahwa karya literasi dari para pendidik mendapatkan panggung dan penghormatan yang sangat layak di mata pemerintah.
Adapun kelima sosok guru hebat yang berhasil mengharumkan nama madrasah dan Forum BERLIAN berkat dedikasi mereka di dunia literasi yaitu Kamaliah S.Pd,I, M.Ag Pendidik dari MIN 32 Bireuen ini berhasil mencetak rekor dengan menulis sebanyak 12 buku, Dewi Sofiana, SP adalah Guru dari MTsS Juli yang juga sukses melahirkan 12 buku Dedikasinya dalam menulis di sela-sela kesibukannya mengajar membuktikan bahwa manajemen waktu yang baik dapat menghasilkan karya yang produktif, Cut Putri Amalya, S. Pd., M. Pd Berasal dari MIN 19 Bireuen, ia menunjukkan konsistensi luar biasa dengan rekam jejak menerbitkan buku yang sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan. Amar Halim, S.Pd.I Rekan sejawat dari MIN 19 Bireuen ini turut berkontribusi nyata dengan menyumbangkan 5 karya buku berkualitas yang inspiratif, Wardah, S.Pd.I Pendidik dari MIN 8 Bireuen yang juga produktif menulis 5 buku.
Apresiasi dari Ketua BERLIAN Bireuen
Keberhasilan kelima guru ini tentu tidak lepas dari wadah pembinaan yang menaungi mereka. Forum BERLIAN, singkatan dari Bersama Literasi Ilmu Agama dan Nilai, selama ini dikenal aktif memfasilitasi dan mendorong para guru di Kabupaten Bireuen untuk terus berkarya, membaca, dan menulis guna mengukir peradaban yang lebih baik melalui literasi.
Ketua Forum BERLIAN Kabupaten Bireuen, Asniati, S.Ag, MA. tak dapat menyembunyikan rasa bangga dan haru atas pencapaian para anggotanya. Dalam kesempatan tersebut, ia memberikan pernyataan yang sangat menggugah semangat seluruh insan pendidikan.
"Prestasi yang diraih oleh kelima anggota Forum BERLIAN ini adalah bukti nyata bahwa guru madrasah di Kabupaten Bireuen tidak hanya piawai dalam mendidik siswa di dalam kelas, tetapi juga mampu mengukir peradaban melalui tulisan," ungkap Asniati, S.Ag, MA dengan penuh kebanggaan.
Lebih lanjut, Asniati menegaskan pentingnya literasi bagi pendidik. "Buku adalah rekam jejak intelektual abadi. Kami di Forum BERLIAN selalu berkomitmen untuk terus menghidupkan budaya literasi menulis dan membaca. Harapan kami, penghargaan ini bukan menjadi titik akhir, melainkan menjadi pemantik semangat bagi ratusan guru lainnya di Kabupaten Bireuen untuk berani memulai menulis. Jika kita ingin anak didik kita literat, maka gurunya harus terlebih dahulu menjadi teladan dalam berliterasi," tegasnya.[Fauzi]



