Kondisi di Jembatan Kuta Blang, Bireuen. (Foto/Hamdani)
Bireuen — Pengelolaan jalur antrian penyebrangan di Jembatan Kuta Blang, Bireuen diduga tidak berjalan optimal. Hal ini berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis, (30/04/2026), banyak pengendara yang nekat menerobos jalur antrian demi mempercepat waktu penyebrangan. Kondisi tidak tertib ini terjadi di kawasan Jembatan Kuta Blang dan melibatkan berbagai jenis kendaraan yang saling berebut mendahului tanpa memperhatikan aturan lalu lintas.
Situasi semakin memprihatinkan ketika sejumlah pengendara bahkan menggunakan bahu jalan hingga melawan arah untuk melewati antrian panjang. Tindakan tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya. Padahal, pihak perugas sebelumnya telah menetapkan sistem pembatasan waktu penyebrangan setiap satu jam guna mengatur arus kendaraan agar tetap tertib dan aman.
Khairol Mizan Us, S.T., M.T, salah seorang pengguna jalan, kepada media ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai lemahnya pengawasan petugas di lapangan, menjadi penyebab utama terjadinya pelanggaran di lapangan.
“Sangat disayangkan bagi pengendara yang sudah tertib mengikuti aturan antrian, jika sistem terobos ini terus dibiarkan,” ujar Kharol Mizan.
Dosen Politeknik Negeri Lhokseumawe itu juga meminta pihak pengelola untuk segera mengambil tindakan tegas. Ia menekankan pentingnya penegakan aturan demi menjaga keselamatan bersama. Pihak terkait diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta memberikan sanksi bagi pelanggar agar kondisi lalu lintas di Jembatan Kuta Blang kembali tertib dan aman. [Hamdani]


