Iklan

terkini

[Opini] Refleksi Hari Guru: Dosen adalah Guru?

Redaksi
Selasa, November 25, 2025, 22:06 WIB Last Updated 2025-11-25T15:06:41Z


Oleh: Hamdani SE., MSM.*)

Maka jawabannya jelas: dosen adalah guru—guru dalam arti yang paling mulia dan luas.
Guru yang membangun peradaban intelektual.
Guru yang mengasah kebijaksanaan.
Guru yang menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

Setiap tahun, Hari Guru Nasional menjadi momentum bagi bangsa untuk merenungkan kembali arti penting sosok guru dalam perjalanan pendidikan Indonesia. Namun ada satu pertanyaan yang sering terabaikan—apakah dosen juga termasuk guru? 

Pertanyaan ini tidak sekadar soal istilah, tetapi menyentuh esensi peran, pengabdian, serta tanggung jawab moral para pendidik di perguruan tinggi.

Guru dan Dosen: Dua Istilah, Satu Jiwa Pengabdian

Secara formal, istilah guru dan dosen dibedakan oleh regulasi dan jenjang pendidikan yang mereka layani. Guru mengajar di pendidikan dasar dan menengah, sedangkan dosen di pendidikan tinggi. Namun secara hakiki, keduanya adalah pendidik yang mengemban tugas serupa: membentuk manusia menjadi lebih berpengetahuan, berkarakter, dan berdaya saing.

Perbedaan teknis tidak menghapus fakta bahwa dosen pun adalah guru—guru dalam makna substantif. Dosen mengajar, mendidik, membimbing, mengarahkan, menilai, serta mencetak generasi masa depan bangsa. Jika guru menjadi fondasi, maka dosen adalah jembatan yang mengantar dari pengetahuan ke pemikiran kritis, dari kecakapan ke transformasi diri.

Dosen: Lebih dari Sekadar Pengajar

Di perguruan tinggi, peran dosen jauh lebih luas dibanding sekadar menyampaikan materi kuliah. Dosen adalah peneliti, inovator, pemikir, sekaligus role model. Di tangan dosenlah budaya akademik dibangun, mindset mahasiswa dibentuk, bahkan karakter kepemimpinan tumbuh.

Dosen bukan hanya menyampaikan teori, tetapi memantik diskusi, mendorong keberanian berargumentasi, dan mengasah kemampuan problem-solving. Dalam banyak kasus, seorang dosen dapat menjadi figur inspiratif yang mengubah jalan hidup mahasiswa.

Karena itu, refleksi Hari Guru juga harus menyentuh dunia akademik—mengapresiasi peran dosen sebagai pendidik profesional di garis terdepan pembangunan sumber daya manusia unggul.

Tantangan Dosen Hari Ini

Meski demikian, tak dapat dipungkiri bahwa profesi dosen menghadapi tantangan yang kian kompleks:

Satu, tuntutan Tri Dharma yang tinggi—pengajaran, penelitian, dan pengabdian—sering kali tidak sebanding dengan dukungan dan fasilitas yang tersedia.

Dua, digitalisasi pendidikan memaksa dosen untuk terus beradaptasi dengan teknologi, metode ajar baru, dan kebutuhan generasi Z serta Alpha.

Tiga, permasalahan kesejahteraan, termasuk isu tunjangan kinerja yang tertunda atau tidak merata, masih menghantui banyak dosen di Indonesia.

Empat, beban administrasi yang semakin berat juga kerap menyita energi yang seharusnya digunakan untuk pengembangan kualitas akademik.

Di tengah semua itu, dosen tetap berdiri sebagai penjaga gerbang ilmu pengetahuan—menggugah mahasiswa agar tidak sekadar “tahu”, tetapi mampu mengolah, mengkritisi, dan mencipta.

Mengapa Dosen Layak Dirayakan pada Hari Guru

Menghargai guru tanpa menghargai dosen adalah kehilangan satu mata rantai penting dalam ekosistem pendidikan. Keberhasilan pendidikan dasar dan menengah mustahil mencapai puncaknya jika tidak diteruskan oleh pembinaan akademik yang kuat di perguruan tinggi.

Guru membangun dasar literasi dan karakter. Sedangkan dosen memperkuat nalar, etos kerja, dan kompetensi profesional.

Keduanya bekerja untuk tujuan yang sama: menciptakan manusia Indonesia yang berpengetahuan, bermoral, dan berdaya saing global.

Karena itu, saat kita merayakan Hari Guru, sejatinya kita juga sedang merayakan peran dosen sebagai guru pada tingkat yang lebih tinggi—guru yang menjaga api pemikiran.

Penutup: Dosen Adalah Guru, Guru yang Mengasah Nalar Bangsa

Refleksi Hari Guru harus menjadi pengingat bahwa profesi pendidik, baik guru maupun dosen, adalah pilar utama kemajuan bangsa. Mereka mungkin bekerja di ruang berbeda, jenjang berbeda, dan dengan tantangan berbeda, tetapi keduanya sama-sama memikul amanah mencerdaskan kehidupan bangsa.

Maka jawabannya jelas: dosen adalah guru—guru dalam arti yang paling mulia dan luas.
Guru yang membangun peradaban intelektual.
Guru yang mengasah kebijaksanaan.
Guru yang menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045.

Selamat Hari Guru.
Pengabdian Anda adalah cahaya bagi masa depan bangsa. []

*) Penulis adalah dosen di Jurusan Bisnis Politeknik Negeri Lhokseumawe, juga Ketua DPW ADAKSI Aceh.
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • [Opini] Refleksi Hari Guru: Dosen adalah Guru?

Terkini

Topik Populer

Iklan