Jembatan Kutablang Kabupaten Bireuen yang putus total di ujung sebelah timur. Akibatnya, jalur ke Banda Aceh dan Medan putus total, sedangkan jembatan alternatif juga putus. (Foto/Hamdani)
Laporan: Hamdani
Aceh kembali diguncang prahara, bencana dahsyat, banjir bandang dan longsor landa sebagian Aceh, akibat hujan beberapa hari yang melanda Aceh, terutama yang sangat berdampak di pesisir utara Aceh, seperti Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, Langsa dan Aceh Tamiang.
Belum terdata kerugian dan korban jiwa akibat bencana banjir tersebut. Tapi dari observasi saya di sekitar daerah yang berhasil saya masuki, pada Kamis, 27 Nopember 2025 dan Jumat, 28 Nopember 2025 saya melihat kerusakan hebat infrastrukur yang luar biasa, rumah-rumah warga juga banyak yang rusak, terutama yang terlihat di sepanjang Jalan Nasional Medan - Banda Aceh, yang terlihat banyak yang hancur, yang parah putusnya jembatan Kutablang di Kabupaten Bireuen.
Jembatan Kutablang adalah jembatan utama di lintasan Jalan Nasional Banda Aceh - Medan. Akibat putusnya jembatan penghubung tersebut, ribuan pelintas yang tak bisa melanjutkan perjalanannya baik menuju Banda Aceh maupun menuju Medan Sumatera Utara dan terpaksa bertahan di jalanan, dan jumlah mereka tak sedikit.
Demikian juga dengan jembatan alternatif di Pante Lhong Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen juga putus total, juga jembatan yang terletak di daerah utara Kecamatan Kutablang, juga putus total.
Kepada saya Yusna (34) salah seorang warga menceritakan, bahwa sampai hari kedua bencana dahsyat tersebut, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bireuen belum sampai ke mereka.
"Belum ada bantuan apapun dari Pemerintah Kabupaten Bireuen yang kami terima," ujarnya kepada saya di salah satu titik pengungsian di Desa Lhok Nga, Kecamatan Kutablang.
Diduga lambannya pergerakan bantuan ke titik pengungsian, akibat luasnya dampak bencana dan sulitnya koordinasi, akibat terputusnya jalur informasi. Walaupun demikian, dugaan tersebut belum terkonfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
Selain putusnya jalur komunikasi via selular, jaringan listrik juga padam total sudah dua hari, sementara stok sembako juga semakin menipis, akibat terputusnya jalur distribusi dari dan ke Sumatera Utara yang bisanya mensuplai stok sembako ke Provinsi Aceh.
Diperkirakan, jika seminggu ke depan distribusi sembako tidak ada, maka akan terjadi krisis pangan di wilayah Kabupaten Bireuen dan sekitarnya.
Masyarakat di kawasan Kecamatan Peusangan, Peusangan Siblah Krueng, Peusangan Selatan, Kecamatan Kutablang, dan Kecamatan Gandapura berharap pemerintah cepat tanggap dan bisa segera mengatasi kondisi ini. Semoga.
Masyarakat dunia, tolong kami! Lampu tak ada, transportasi putus, telekomunikasi putus, ATM tak berfungsi, dan stok makanan menipis.
Sampai berita ini dikirimkan, pada Sabtu, 29 Nopember 2025 sebagain wilayah Kota Bireuen, jaringan listrik sudah kembali menyala, jaringan telekomunikasi masih belum lancar. []


