Iklan

terkini

PNL, Politeknik Aceh, dan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan Koordinasi Kegiatan SMK-PK di Aceh. Kadisdik: Pendidikan di Aceh itu Istimewa

Redaksi
Rabu, Agustus 09, 2023, 07:26 WIB Last Updated 2023-08-09T00:51:01Z
Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Aceh Dr. Asbaruddin. (Foto/Hamdani)

Banda Aceh - Tiga politeknik yang mendapat tugas dari kementerian untuk melakukan pendampingan ke Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK-PK) di Provinsi Aceh, yakni Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), Politeknik Aceh, dan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan, Kota Makasar menemui Pelaksana Harian Kepala Dinas Pendidikan Aceh Dr. Asbaruddin di Banda Aceh pada Selasa, (08/08/2023) kemarin.
Dalam pertemuan yang berlangsung singkat itu, di hadapan Tim Pendampingan SMK-PK dari tiga politeknik tersebut, putra Singkil ini memaparkan secara mendetail tentang keistimewaan dan kekhususan pendidikan di Aceh.

"Dalam hal pendidikan, kita di Aceh ini istimewa, karena di Aceh dalam menjalankan pendidikan, selain menggunakan UU Sisdiknas, kita juga menggunakan dua aturan lagi yang menjadi kekhususan Aceh dalam menjalankan pendidikan di Aceh," kata Asbaruddin yang menggantikan posisi Drs. Alhudri, MM sebagai Kadisdik Aceh untuk sementara karena Alhudri sudah ditetapkan oleh Mendagri sebagai Penjabat Bupati Gayo Lues.
Tambah Asbaruddin, konsep pendidikan di Aceh mesti islami dalam kontek pendidikan.

"Berdasarkan qanun bahwa pendidikan di Aceh mesti islami untuk semua jenjang. Jadi keunikan kita di Aceh berbeda dengan provinsi lain, yaitu dengan menambahkan satu standar pembelajaran yang berstandar islami," terang Asbaruddin.

"Kita sinergikan dengan kurikulum nasional. Jadi kurikulum Aceh adalah modifikasi kurikulum nasional dengan penambahan nilai-nilai islami, yang non muslim menyesuaikan, tidak harus masuk Islam," tambahnya.

Menurut Asbaruddin, kurikulum yang dimaksud adalah dengan mengintegrasikan Alquran dan hadis dalam kurikulum. Terakhir penambahan mata pelajaran menjadi 9 jam mata pelajaran. 

"Di Aceh bulan Ramadan tidak ada ada belajar mengajar akademik, tapi ditambah dengan ektra kurikuler agama Islam. Kita berusaha mendekatkan sistem pendidikan islami yang menjadi amanah rakyat Aceh," ungkapnya.

"Tapi saat ini belum dilaksanakan secara utuh dan masih terus berproses. Ini adalah proses manejemen," tambahnya.

Dalam kesempatan itu di hadapan Tim SMK-PK Asbaruddin juga berharap, supaya Tim SMK-PK dalam menjalankan program pendampingan bisa membantu  merubah mainset kepala SMK yang berjumlah 153 SMK di Aceh, terutama SMK-PK.

"Bantu kami dinas untuk merubah mainset  kepala SMK di Aceh yang berjumlah 153 SMK, terutama SMK-PK. Apalagi saat ini di SMK sudah da payung hukum terkait BLUD. Mudah-mudahan kita bisa terus berkoordinasi, jika ada masalah dalam pendampingan bisa hubungi saya," pungkas Sabaruddin. [Hamdani]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PNL, Politeknik Aceh, dan Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan Koordinasi Kegiatan SMK-PK di Aceh. Kadisdik: Pendidikan di Aceh itu Istimewa

Terkini

Iklan