Iklan

terkini

DDII Lepas 130 Guru Ngaji ke Daerah Tertinggal

Redaksi
Rabu, Agustus 09, 2023, 06:39 WIB Last Updated 2023-08-09T01:11:45Z
DDII Lepas 130 guru ngaji ke daerah tertinggal  (Foto/Ist)

Jakarta -- Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) bersama Pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI melepas keberangkatan 130 guru ngaji yang akan dikirim ke daerah tertinggal, terdepan dan terluar. 

"Pengiriman guru ngaji ini merupakan program rutin yang kami lakukan. Mereka adalah sarjana alumni Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir, kampus milik DDII. Hingga kini sudah 5.828 guru ngaji yang kami kirimkan ke berbagai daerah," ujar Ketua Umum DDII, Dr. H. Adian  Husaini  di gedung MPR RI, Selasa (08/08/2023) kemarin.

Adian mengungkapkan, sejak berdirinya tahun 1967, DDII mengirimkan ribuan dai atau guru ngaji ke daerah-daerah tertinggal. Urgensi pengiriman para guru ngaji ini, selain untuk mengajarkan agama kepada masyarakat muslim di daerah tertinggal, juga turut mendukung dan berkontribusi terhadap pencapaian sustainable development goals (SDGs) Indonesia.

“Yang utama dalam menghadirkan pendidikan yang bermutu, menghapuskan kemiskinan, mengakhiri kelaparan, menghadirkan akses air bersih dan sanitasi yang layak, hingga penanganan terhadap perubahan iklim," katanya.

"Di wilayah Tubeket  Mentawai misalnya, kami punya desa binaan yang selama 15 tahun tak pernah mengenal pertanian padi. Alhamdulillah melalui perantara guru ngaji yang bertugas di sana akhirnya mereka bisa menanam padi bahkan sampai panen raya," imbuh Adian.

Demikian pula, di Pulau Semau-NTT, guru ngaji DDII didukung LAZNAS Dewan Dakwah memberikan masyarakat setempat pelatihan, peralatan, dan sumber daya yang diperlukan untuk meningkatkan panen madu dan pengolahannya. Hasilnya tiap bulan mereka dapat memanen 30-35 liter madu.

"Bersama Kementerian Agama belum lama ini kami juga meresmikan Kampung Zakat di Morowali Utara. 1000 pohon produktif dan 1000 ton beras disalurkan untuk masyarakat setempat," ungkapnya.

Adian menjelaskan, dalam Rakornas tahun 2022, DDII meluncurkan Fatwa Kebangsaan. Munculnya Fatwa Kebangsaan DDII ini dalam rangka untuk menegakkan NKRI.

"Wawasan kebangsaan bagi DDII sudah pernah dicontohkan dan diteladankan tokoh-tokoh DDII yang juga para pejuang kemerdekaan seperti M. Natsir, Syafruddin Prawira Negara, Mohammad Roem, dan lainya," ujarnya. [Sayed M.  Husen]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • DDII Lepas 130 Guru Ngaji ke Daerah Tertinggal

Terkini

Iklan