Cut Ayla Azzura (18), mahasiswi baru Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, berhasil meraih Juara 1 Duta Muda Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe pada Sabtu, 11 Juli 2026. (Foto/Ist)
Bireuen – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri terbaik Aceh. Cut Ayla Azzura (18), mahasiswi baru Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh, berhasil meraih Juara 1 Duta Muda Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe pada Sabtu, 11 Juli 2026 lalu.
Cut Ayla Azzura merupakan putri dari T. Burhanuddin dan Aida Fitriani, yang berasal dari Desa Gampong Raya Tambo, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Prestasi tersebut mengantarkannya menjadi wakil KPwBI Lhokseumawe untuk melaju ke ajang nasional melalui Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI).
Keberhasilan itu menjadi pencapaian terbaru dalam deretan prestasi yang telah diraih Ayla di usia yang masih sangat muda. Dedikasi, kerja keras, dan bakat yang dimilikinya telah membawanya berkiprah di berbagai bidang, mulai dari kepemudaan, public speaking, literasi, seni, olahraga, hingga edukasi masyarakat.
Sebelumnya, pada 2025, Ayla berhasil meraih Juara 1 Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Cabang Baca Puisi Tingkat Provinsi Aceh, sehingga berhak mewakili Aceh pada ajang FLS3N tingkat nasional. Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya sebagai Duta Pelajar Anti Narkoba Provinsi Aceh 2025, yang menjadi awal kiprahnya dalam mengedukasi generasi muda.
Memasuki tahun 2026, prestasinya terus bertambah. Ia dinobatkan sebagai Inong Wakil II Kabupaten Bireuen 2026. Kurang dari sepekan setelah menerima gelar tersebut, Ayla kembali mempersiapkan diri mengikuti ajang CBP Duta Muda Championship 2026 hingga akhirnya berhasil meraih gelar juara pertama.
Tak hanya berprestasi di bidang pageant dan edukasi, Ayla juga aktif di dunia olahraga. Saat ini ia tengah menjalani persiapan sebagai kapten tim bola basket putri Kontingen Kota Lhokseumawe yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Aceh (PORA) Aceh Jaya 2026. Kepercayaan tersebut menjadi bukti atas jiwa kepemimpinan, disiplin, dan semangat kerja sama yang telah dibangunnya selama bertahun-tahun.
Usai dinobatkan sebagai juara, Ayla mengaku tidak menyangka mampu meraih hasil terbaik mengingat dirinya merupakan peserta termuda dalam kompetisi tersebut.
"Sejujurnya saya masih sangat speechless dan ini benar-benar di luar prediksi saya. Di usia saya yang baru 18 tahun, saya harus bersaing dengan peserta-peserta luar biasa yang sebagian besar usianya sudah di atas 20 tahun. Awalnya saya sempat merasa ragu apakah saya mampu bersaing di ajang ini," ujarnya.
Namun, keraguan itu justru menjadi motivasi baginya untuk mempersiapkan diri secara maksimal, mulai dari memperdalam materi, meningkatkan kemampuan public speaking, hingga memperkuat mental menghadapi kompetisi.
"Saya sangat bersyukur karena seluruh proses, kerja keras, doa, dan dukungan dari keluarga serta teman-teman akhirnya membuahkan hasil. Gelar ini bukan hanya sebuah prestasi, tetapi juga menjadi amanah bagi saya untuk terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mencintai, bangga, dan memahami Rupiah," katanya.
Menurut Ayla, persaingan selama kompetisi berlangsung sangat ketat karena seluruh finalis memiliki kualitas yang sangat baik, baik dari sisi wawasan mengenai kebanksentralan, kemampuan berbicara di depan umum, maupun kreativitas dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat.
"Melihat kualitas peserta yang begitu baik justru membuat saya semakin termotivasi untuk mempersiapkan diri lebih matang. Kompetisi ini bukan hanya tentang mencari pemenang, tetapi juga tentang bertumbuh bersama dan saling menginspirasi," tuturnya.
Bagi Ayla, setiap prestasi bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Ia berkomitmen untuk terus belajar, mengabdi kepada masyarakat, serta membawa nama baik Aceh melalui berbagai bidang yang digelutinya.
Prestasi yang diraih Cut Ayla Azzura menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk berprestasi di tingkat yang lebih tinggi. Dengan semangat belajar, disiplin, dan kerja keras, ia membuktikan bahwa mimpi besar dapat diwujudkan. Kini, masyarakat Aceh pun menaruh harapan agar Ayla mampu kembali mengharumkan nama daerah pada ajang nasional melalui Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI). [Hamdani]


