Iklan

terkini

Abati Kuta Krueng Paparkan Hal Ini Saat Jadi Khatib Idul Fitri di Masjid Agung Lhoksukon

Redaksi
Sabtu, April 22, 2023, 13:02 WIB Last Updated 2023-04-22T06:02:19Z
Pelaksanaan Salat Ied hari raya Idul Fitri di Masjid Agung Lhoksukon (Foto/Muhammad Hatt)

Aceh Utara - Abati Kuta Krueng memaparkan tiga hal penting saat beliau menjadi khatib Salat Ied Hari Raya Idul Fitri 1444 H di Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Sabtu, (22/04/2023).

Tgk. H. Tarmizi, S.Sos, yang akrab disapa Abati Kuta Krueng merupakan pimpinan Dayah Anwarul Munawwarah Kabupaten Pidie Jaya. Tiga hal yang disampaikannya sangat penting dipraktikkan dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri karena erat kaitannya dengan ubudiyah orang beriman kepada Allah SWT.

Ketiga perihal tersebut didasari pada Hadist Rasulullah SAW yang kejadiannya pada saat beliau hendak menyampaikan khutbah di hadapan umat.

Pelaksanaan shalat Ied Hari Raya Idul Fitri 1444 H di Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon turut dihadiri oleh Penjabat Bupati Aceh Utara Azwardi, AP, M.Si, Sekda Dr. A. Murtala, M.Si, dan pejabat unsur Forkopimda, para kepala SKPK, para camat, kabag, unsur ulama dan tokoh masyarakat setempat.

Salat dipimpin langsung oleh Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon Tgk H. Jamaluddin Ismail (Walidi), dan bertindak sebagai Khatib Abati Kuta Krueng.

Dalam khutbahnya Abati antara lain menyampaikan bahwa kita harus menjaga dan menyayangi orangtua kita. 

"Begitu besar jasa orangtua kita, terutama ibu dari mengandung dulunya sampai kita sudah besar. Bahkan kita sudah tu saat ini," kata Abati.

Lebih jauh Abati memaparkan sebuah kisah saat Baginda Nabi membaca amin tiga kali ketika menaiki mimbar khutbah. Malaikat berdoa. Ada tiga bait doanya yang diamini oleh Rasul.

"Pertama, ya Allah, tidaklah Allah terima amalan orang-orang yang durhaka kepada orang tuanya, dan tidak meminta maaf kepada orabg tuanya. Rasul menjawab Amin," ungkap Abati.

"Kedua, ya Allah janganlah engkau terima ibadah kepada orang orang yang menyakiti atau durhaka kepada suaminya dan  tidak meminta maaf kepada suaminya. Rasul menjawab Amin, dan selanjutnya ketiga, Ya Allah  janganlah  engkau terima doa orang-orang yang  tidak mau memberikan maaf kepada saudara-saudaranya yang muslim dan muslimah. Rasul menjawab Amin," lanjutnya.

Menurut Abati, inilah makna di hari fitrah ini. Seraya mengajak jamaah untuk meminta maaf pada orangtua dan pasangan masing-masing.

"Ayo wahai saudaraku.  Untuk bersama-sama meminta maaf kepada orangtua kita. Suami atau istri kita serta sesama kita," ajaknya.

Abati melanjutkan, ketika pintu maaf terbuka dan dimaafkan oleh orangtua kita, suami isteri kita serta saudara-saudara se-iman kita, insya Allah kita menjadi orang orang yang diampuni dosa.

"Orangtua kita adalah lahan kita untuk beribadah. Rumah kita, suami isteri itu juga tempat kita mendapat banyak pahala. Begitu juga kita bersilaturrahmi sesama kita. Itu juga lahan tempat mengumpulkan banyak pahala," ungkap Abati.

Terakhir Abati mengatakan, semoga di hari fitrah ini menjadi momentum memelihara ibadat kita,  dan saling kita  memaafkan.

"Jangan pernah engkau berkata ah kepada ibu dan bapakmu, berkatalah dengan kata yang mulia kepada kedua orangtuamu. Allah melarang kata-kata dan kalimat yang tidak menyenangkan hati orang tuamu," pungkas Abati. [Muhammad Hatta]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Abati Kuta Krueng Paparkan Hal Ini Saat Jadi Khatib Idul Fitri di Masjid Agung Lhoksukon

Terkini

Topik Populer

Iklan