Kegiatan Rakerwil DPW Adaksi Aceh ke-1 via virtual zoom. (Foto/Ist)
Banda Aceh – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Aliansi Dosen Akademik dan Keahlian Seluruh Indonesia (ADAKSI) Aceh sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) ADAKSI Aceh ke-1 secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (18/06/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Mewujudkan Kesejahteraan Dosen melalui Penguatan Organisasi dan Advokasi Berkelanjutan.”
Rakerwil I ADAKSI Aceh dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP ADAKSI, Anggun Gunawan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota ADAKSI Aceh yang selama ini telah menunjukkan komitmen dan dedikasi dalam membesarkan organisasi.
Menurutnya, loyalitas para anggota di Aceh tercermin dari jumlah keanggotaan yang terus bertambah, bahkan menempatkan Aceh sebagai salah satu dari sepuluh provinsi dengan jumlah anggota ADAKSI terbanyak di Indonesia. Saat ini, jumlah anggota ADAKSI Aceh telah mencapai 264 orang.
“Ini menunjukkan adanya semangat kebersamaan dan komitmen yang kuat dari para dosen di Aceh untuk memperjuangkan kesejahteraan dan martabat profesi dosen melalui organisasi,” ujar Anggun Gunawan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus dan anggota ADAKSI se-Aceh, serta dosen dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki kepedulian terhadap peningkatan kesejahteraan dan perlindungan profesi dosen. Selain Ketua Umum DPP ADAKSI, hadir sebagai narasumber Prof. Dr. Nirzalin, M.Si. dari Universitas Malikussaleh dan Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng., ASEAN Eng., Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Nirzalin menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran yang sangat penting bagi kemajuan sebuah negara. Karena itu, organisasi profesi seperti ADAKSI memiliki posisi strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional. Menurutnya, penguatan peran ADAKSI perlu dibangun melalui kolaborasi dengan berbagai elemen, termasuk Forum Rektor dan para pemangku kepentingan lainnya.
Sementara itu, Dr. Rizal Syahyadi menekankan bahwa transformasi pendidikan tinggi Indonesia sangat bergantung pada kualitas dosen yang sejahtera, bermartabat, serta mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dosen vokasi dipandang sebagai motor penggerak dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing sehingga diperlukan peningkatan kompetensi, kesejahteraan, serta pengembangan karier yang berkelanjutan.
Menurutnya, dosen vokasi saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perkembangan teknologi yang semakin cepat, perubahan kebutuhan industri, tuntutan inovasi, hingga perlunya penguatan kolaborasi. Oleh karena itu, diperlukan strategi penguatan melalui peningkatan kompetensi, pengembangan riset terapan, digitalisasi pembelajaran, jejaring kemitraan dengan dunia usaha dan industri, serta penguatan organisasi profesi sebagai wadah advokasi dan pengembangan kapasitas dosen.
Rakerwil I ADAKSI Aceh juga menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, di antaranya memperkuat organisasi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dosen, memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, serta menjaga komitmen bersama dalam membangun dosen akademik dan vokasi yang unggul, profesional, dan berdaya saing. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, industri, dan berbagai pemangku kepentingan, pendidikan tinggi Indonesia diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Dengan semangat “Bersatu, Berdaya, dan Beradvokasi,” DPW ADAKSI Aceh berkomitmen untuk terus menjadi wadah perjuangan dan penguatan kapasitas dosen demi terwujudnya kesejahteraan dan perlindungan profesi dosen di Aceh maupun Indonesia. [Hamdani]


