Iklan

terkini

[Sudut Pandang] PENGUNGSI ROHINGYA, KITA SAYANG ATAU KITA GANYANG?

Redaksi
Jumat, Desember 09, 2022, 09:52 WIB Last Updated 2022-12-09T04:21:48Z
Ilustrasi pengungsi Rohingya

Oleh: Hamdani, SE.,MSM*)

Akhir-akhir ini sikap masyarakat Aceh terbelah terkait keberadaan pengungsi Rohingya. Hal ini berbanding terbalik dengan sikap masyarakat Aceh beberapa waktu lalu, yang sangat care atau peduli terhadap nasib warga Rohingya itu. Apalagi mereka umumnya adalah beragama Islam, yang juga agama yang mayoritas dianut oleh masyarakat Aceh.

Kamis, 8 Desember 2022 kemarin dikabarkan oleh beberapa media, bahwa sejumlah warga Kota Lhokseumawe bergabung dalam sebuah aliansi, mereka menyuarakan penolakan terhadap keberadaan pengungsi Rohingya di eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe.

Disebutkan, ada beberapa alasan sehingga sejumlah warga ini menolak keberadaan pengungsi Rohingya ini. Pertama disebutkan, ada pengungsi Rohingnya yang mencuri kelapa milik warga, kedua mereka dituding tak peduli dengan kearifan lokal, di mana mereka ditempatkan bercampur pria dan wanita, yang mana kondisi ini dianggap melanggar syariat Islam.

Sekedar informasi, beberapa waktu silam juga terdengar kabar bahwa warga Aceh Utara juga menolak keberadaan pengungsi Rohingnya ini.

Pertanyaannya, ada apa dengan masyarakat Aceh? Bukankah kita sangat menjunjung tinggi adat "peumulia jamee?' Masyarakat Aceh dikenal sangat memuliakan tamu, konon lagi sesama muslim. 

Apalagi mengingat kondisi pengungsi Rohingya, sudah di negerinya terusir paksa, di perantauan mereka juga ditolak. Malang benar mereka.

Memang ada beberapa individu pengungsi Rohingya yang salah dan "bandel" dalam tanda petik, tapi apakah kesalahan beberapa orang individu membuat kita membenci mereka semua? Lalu, kalau tidak sayang, apakah mereka harus kita ganyang?

Coba sesekali kita berpikir terbalik, seandainya kondisi demikian menimpa kita dan keluarga kita, bagaimana perasaan kita?

Pulanglah ke rumah, lihat anak-anak kita yang tidur terlelap di kasur empuk, sementara nasib anak-anak pengungsi itu belum tentu bisa tidur senyaman anak dan keluarga kita, mereka di bawah tenda dan tempat-tempat yang belum tentu layak sebagai tempat untuk tumbuh kembang mereka sebagai manusia.

Kondisi yang tak layak ini tentu membuat mereka depresi dan frustasi, lalu teraktualisasi dalam sikap, tingkah dan laku yang menjurus 'nakal' akibat akumulasi dari kondisi yang tak memihak. 

Memang salah ya salah, tentu tak bisa dibenarkan walau dengan alasan keadaan yang memaksa. Tuhan saja menyiapkan neraka untuk yang salah dan surga untuk yang benar (baca: beriman). Tapi kesalahan individu tentu tak bisa ditimpakan untuk kelompok, lantas membenci mereka.

Lalu kalau dikatakan bahwa keberadaan mereka tak menghargai syariat Islam, lalu Islam mana yang paling benar, bukankah mereka juga Islam? Apakah kita orang Aceh merasa paling Islam, lalu merasa Islam suku bangsa lain tak kaffah dan kurang sempurna? Saya rasa tak benar demikian. Beda tafsir biasa, tapi jangan merasa paling benar. Karena kita bukan pemilik kunci surga.

Saya melihat, banyak hal yang harus dibenahi dalam kasus pengungsi Rohingya, termasuk tata kelola dalam mengatur keberadaan mereka di tenda dan tempat penampungan. Ini yang harus diatur dengan baik oleh pemerintah daerah dan juga UNHCR, misalnya bagaimana mengatur penempatan mereka agar tak bercampur pria dan wanita yang bukan muhrim.

Mohon maaf jika ini dianggap lancang, ini hanya pendapat pribadi, dari sudut pandang pribadi, mohon maaf jika salah, karena kebenaran hanya milik Allah. Tak ada gading yang tak retak.

Intinya, mari kita sayang pengungsi Rohingya, jangan kita ganyang. []

*) Penulis adalah seorang dosen  dan juga jurnalis 

Disclaimer: Semua tulisan pada Rubrik SUDUT PANDANG bukanlah lah produk jurnalistik, juga tidak mewakili pandangan Redaksi Juang News. Untuk itu, setiap tulisan yang dimuat di rubrik SUDUT PANDANG itu menjadi tanggung jawab pribadi si penulis. Karena sesuai nama rubrik, semua konten dari tulisan tersebut, merupakan opini pribadi dari sudut pandang personal penulis. Demikian. []

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • [Sudut Pandang] PENGUNGSI ROHINGYA, KITA SAYANG ATAU KITA GANYANG?

Terkini

Topik Populer

Iklan