Iklan

terkini

Koodinator GeRAK Bireuen Murni M. Nasir Minta Hentikan intervensi Dana Desa Oleh Instansi Vertikal

Redaksi
Selasa, Juni 14, 2022, 17:42 WIB Last Updated 2022-06-14T13:22:13Z
Koodinator GeRAK Bireuen Murni M. Nasir (Foto/Ist)

Bireuen - Terkait gonjang ganjing yang beredar di kalangan perangkat desa di Kabupaten Bireuen dalam pekan ini, terkait permintaan dana sebanyak Rp 1.5 juta dari sebuah instansi vertikal di Kabupaten Bireuen dengan dalih merayakan HUT lembaga itu. Koordinator GeRAK Bireuen Murni M. Nasir minta semua pihak menghentikan intervensi Dana Desa.

"Sejak awal kita mengkawatirkan jika adanya potensi campur tangan pengelolaan Dana Desa yang akhirnya terjadi. Di Kabupaten sendiri kita banyak menerima laporan yang menyebutkan adanya intervensi dari banyak pihak terhadap pengelolaan dana yang masing-masing desa mendapat kucuran sekitar Rp1 miliar per tahun itu," kata aktivis anti korupsi ini pada juangnews.com Selasa, (14/06/2022)

Murni berharap jangan membawa isu dari luar ke dalam desa, karena yang seharusnya dilakukan adalah lintas pihak menggali potensi desa, kemudian dari potensi itu mereka bisa mengusulkan program-program untuk pemanfaatan dana desa itu. 

"Isu yang saat ini berkembang adalah dugaan memeriahkan HUT sebuah instansi vertikal di Kabupaten Bireuen, desa harus gelontorkan 1.5 juta per desa untuk mereka dari alokasi dana kepemudaan. Mamfaat untuk desa apa?," tanya Murni.

Menurut Murni, dalam sepekan ini seluruh gampong di 17 kecamatan di Kabupaten Bireuen akan dan sudah diajak untuk melakukan musyawarah tingkat kecamatan, dalam hal alokasi dana tersebut. 

"Semoga desa tidak terjebak untuk hal yang tidak bermamfaat untuk masyarakat," serunya.

Selanjutnya menurut Murni, jika pun dialookasikan, apakah alokasi dana tersebut dilakukan melalui musyawarah desa, melibatkan Tuha Peut dan masyarakat. Atau malah ini diintervensi dari pihak lain, karena "takut" malah jadi manggut-manggut saja.

"Jangan nanti perangkat desa seperti kerbau yang dicucuk hidungnya. Anehnya lagi jika kita bicara ada kebutuhan desa untuk pelayanan dasar, baik sektor kesehatan, pendidikan, adminduk dll. Malah kata aparatur desa, dananya tidak ada, alasannya selalu alokasi dana desa sudah terkuras untuk penanganan Covid-19. Tapi ketika diintervensi oleh instansi vertikal, tiba-tiba entah darimana dana itu ada,"  pungkas Murni bernada kesal. [Hamdani]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Koodinator GeRAK Bireuen Murni M. Nasir Minta Hentikan intervensi Dana Desa Oleh Instansi Vertikal

Terkini

Iklan