Iklan

terkini

PNL Dorong Mahasiswa Ubah Ide Menjadi Inovasi Bernilai Ekonomi melalui Workshop PKM

Redaksi
Rabu, Oktober 07, 2026, 16:54 WIB Last Updated 2026-10-07T09:55:11Z

Lhokseumawe – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat ekosistem kreativitas, inovasi, dan kewirausahaan mahasiswa melalui Workshop Penyusunan Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bertema “Optimisme Mendulang Cuan”, yang berlangsung di Lantai 2 Gedung Training Development Center (TDC) PNL, pada Rabu, (7/10/2026).

Kegiatan yang digagas UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan PNL tersebut diikuti 60 mahasiswa dari seluruh jurusan. Menariknya, para peserta mengikuti kegiatan atas inisiatif sendiri melalui proses pendaftaran dan telah memiliki serta menjalankan usaha.

Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan PNL, Dr (C). Zulkarnaini, SE., M.Si.Ak., CA., CIFRS., Ch.GFM, mengatakan workshop dirancang tidak sekadar memberikan pemahaman teoritis tentang PKM, tetapi juga membekali mahasiswa dengan kemampuan mengubah gagasan kreatif menjadi proposal yang terstruktur, kompetitif, inovatif, dan memiliki potensi nilai ekonomi.

“Melalui workshop ini mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai konsep dan skema PKM, tips dan strategi penyusunan proposal, trik agar proposal lebih kompetitif, serta kiat melahirkan inovasi yang berpeluang menghasilkan nilai ekonomi. Peserta juga memperoleh ruang diskusi dan tanya jawab secara langsung dengan narasumber,” ujar Zulkarnaini.

Workshop menghadirkan dua praktisi kewirausahaan, yakni Muhammad Nasir, Direktur Utama OLG Indonesia, dan Anita Lestari, Founder Seblak Ronyok. Kehadiran praktisi diharapkan dapat mempertemukan kreativitas akademik mahasiswa dengan pengalaman nyata dalam membangun dan mengembangkan usaha.

Tidak berhenti pada sesi pemaparan materi, pada sesi siang peserta langsung diarahkan untuk mempraktikkan penyusunan proposal melalui pendampingan intensif bersama reviewer PKM Nasional dari PNL, yaitu Elwina, ST., MT., Yuli Anisah, SE., MM., dan Khairiah, SH., M.H.

Dengan pola tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh inspirasi, tetapi juga mendapatkan kesempatan menguji ide, mempertajam substansi, serta memperbaiki struktur proposal sehingga lebih siap untuk diikutsertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa.

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni PNL, Ir. Syukri, ST., MT., dalam sambutannya menegaskan bahwa PKM tidak semata-mata harus dipandang sebagai sebuah ajang perlombaan. Lebih dari itu, PKM merupakan ruang pembelajaran yang melatih mahasiswa untuk berpikir kritis, kreatif, sistematis, kolaboratif, sekaligus mampu menerjemahkan persoalan menjadi gagasan dan solusi.

“PNL adalah kawah candradimuka, tempat ditempanya insan-insan yang berakhlak, inovatif, unggul, dan berdaya saing global. Karena itu, kreativitas mahasiswa harus terus diasah dan diarahkan agar mampu menghasilkan karya yang memberi manfaat dan dampak,” ungkap Syukri.

Ia menjelaskan, PKM memberikan ruang yang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan sesuai minat dan kompetensinya. Berdasarkan Panduan PKM 2026, terdapat delapan bidang dalam skema pendanaan, yakni PKM Riset Eksakta (PKM-RE), Riset Sosial Humaniora (PKM-RSH), Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), Penerapan IPTEK (PKM-PI), Kewirausahaan (PKM-K), Karsa Cipta (PKM-KC), Karya Inovatif (PKM-KI), dan Video Gagasan Konstruktif (PKM-VGK). Selain itu terdapat dua bidang skema insentif, yaitu Artikel Ilmiah (PKM-AI) dan Gagasan Futuristik Tertulis (PKM-GFT).

Menurut Syukri, mahasiswa perlu mampu mengenali kekuatan ide yang dimiliki dan menentukan bidang PKM yang paling tepat. Target konkret workshop tersebut adalah lahirnya proposal-proposal PKM dari mahasiswa PNL yang memiliki kualitas dan daya saing tinggi.

“Kita ingin terjadi transfer of knowledge dari narasumber dan para pendamping kepada mahasiswa, terutama bagaimana menemukan ide, mengembangkannya, kemudian menuliskannya menjadi proposal yang benar, kuat secara substansi, memenuhi ketentuan, dan kompetitif dalam proses seleksi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kampus berharap workshop ini dapat meningkatkan tidak hanya jumlah proposal yang diajukan mahasiswa PNL, tetapi terutama kualitas proposal yang mampu menembus seleksi dan memperoleh pendanaan pada Program Kreativitas Mahasiswa.

Melalui workshop ini, PNL ingin membangun budaya bahwa sebuah gagasan tidak cukup berhenti sebagai ide. Gagasan harus berani dituliskan, diuji, dikembangkan menjadi inovasi, serta diarahkan untuk menghadirkan manfaat nyata.

Dari ruang workshop di Gedung TDC tersebut, PNL berharap lahir proposal-proposal kreatif yang kelak tumbuh menjadi karya, inovasi, bahkan usaha mahasiswa yang memiliki nilai ekonomi dan memberi dampak bagi masyarakat.

Sebab kreativitas mahasiswa bukan sekadar tentang menemukan ide, tetapi tentang keberanian mengubah ide menjadi karya, karya menjadi nilai, dan nilai menjadi manfaat. [Hamdani]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • PNL Dorong Mahasiswa Ubah Ide Menjadi Inovasi Bernilai Ekonomi melalui Workshop PKM

Terkini

Topik Populer

Iklan