Seorang perempuan Aparatur Sipil Negara (ASN) sedang mendonorkan darahnya. (Foto/ Hamdani)
Laporan Hamdani dari Bireuen
Suasana pagi di kawasan parkir Warkop Seuramo-Toko Bangunan Sejati, Kamis 7 Mei 2026, tampak berbeda dari biasanya. Di tengah lalu lalang warga di jalur utama Banda Aceh–Medan kawasan Matangglumpangdua, Kabupaten Bireuen, Aceh, puluhan orang datang bukan untuk menikmati kopi atau berbelanja bahan bangunan. Tapi mereka hadir membawa niat sederhana namun bernilai besar, menyumbangkan darah demi membantu sesama.
Kegiatan donor darah yang digelar oleh Yayasan Zurisma sejak pukul 09.00 hingga 13.00 WIB itu berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Satu per satu peserta diperiksa menunggu giliran dipanggil untuk mendonorkan darahnya.
Di balik aktivitas yang terlihat sederhana itu, tersimpan kepedulian yang besar terhadap kebutuhan stok darah bagi masyarakat. Sebanyak 39 orang tercatat mendaftar sebagai pendonor. Dari jumlah tersebut, 38 orang berhasil mendonorkan darahnya, sedangkan satu orang belum dapat melakukan donor karena alasan kesehatan.
Ketua Yayasan Zurisma, Denny Sumantri Mangkuwinata, SE., MSM., ACCIA pada media ini mengatakan bahwa kegiatan donor darah tersebut merupakan bagian dari komitmen sosial yayasan untuk terus hadir membantu masyarakat, khususnya dalam mendukung ketersediaan darah di rumah sakit.
“Setetes darah sangat berarti bagi orang lain. Kami ingin membangun semangat kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Denny Sumantri di sela kegiatan.
Dari kegiatan itu, panitia berhasil mengumpulkan total 38 kantong darah dengan rincian golongan B sebanyak tujuh kantong, golongan O sebanyak 19 kantong, golongan A sebanyak 11 kantong, dan golongan AB satu kantong.
Golongan darah O menjadi yang paling banyak terkumpul pada kegiatan tersebut. Para pendonor berasal dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pekerja, hingga anak-anak muda yang datang secara sukarela.
Menariknya, beberapa peserta mengaku rutin mengikuti donor darah karena merasa kegiatan tersebut bukan hanya membantu orang lain, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi diri sendiri. Ada pula yang datang karena pernah merasakan langsung sulitnya mencari darah saat anggota keluarganya sakit.
Kegiatan sosial itu pun menjadi ruang pertemuan kecil yang memperlihatkan bahwa solidaritas sosial di tengah masyarakat masih tumbuh kuat. Tanpa membedakan latar belakang, para pendonor duduk bersama dengan tujuan yang sama: membantu menyelamatkan nyawa orang lain.
Panitia berharap kegiatan donor darah tersebut dapat terus berlanjut secara rutin dan mendapat dukungan lebih luas dari masyarakat. Yayasan juga telah merencanakan kegiatan donor darah berikutnya yang dijadwalkan kembali berlangsung pada Agustus 2026 mendatang.
Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, aksi sederhana seperti donor darah menjadi pengingat bahwa kemanusiaan tetap hidup melalui kepedulian kecil yang dilakukan bersama-sama. []


