Iklan

terkini

Hanya Sempat Selamatkan Nyawa, 77 Rumah Warga Kampung Jawa Lama Ludes Terbakar

Redaksi
Selasa, Mei 05, 2026, 20:21 WIB Last Updated 2026-05-05T13:21:37Z
Kebakaran di Komplek Pardede, Dusun Mutalahuddin, Desa Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. (Foto/Ist)

Laporan: Hamdani

Lhokseumawe – Siang itu, langit di atas Komplek Pardede, Dusun Mutalahuddin, Desa Kampung Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, mendadak berubah kelabu. Bukan karena mendung, melainkan asap tebal yang membubung dari deretan rumah semi permanen yang berdempetan rapat, seolah tak memberi ruang bagi api untuk berhenti.

Kebakaran hebat yang terjadi Selasa 5 Mei 2026 itu meludeskan sedikitnya 77 unit rumah. Dalam hitungan menit, suara tangis, teriakan minta tolong, dan kepanikan warga menyatu dengan bunyi kayu terbakar yang retak, menandai sebuah musibah besar yang tak pernah mereka bayangkan akan datang secepat itu.

Api pertama kali diketahui sekitar pukul 12.30 WIB, ketika seorang warga yang baru terbangun mendapati kobaran sudah membesar di dalam rumahnya. Dalam kondisi panik, ia hanya sempat berteriak keras meminta pertolongan.

Teriakan itu menjadi alarm bagi kampung yang selama ini dikenal padat dan ramai. Orang-orang keluar rumah tanpa sempat berpikir panjang. Ada yang membawa anak kecil, ada yang menyeret barang seadanya, ada pula yang hanya berdiri terpaku menatap rumahnya dilalap api.

“Api cepat sekali membesar,” ujar seorang warga di lokasi, masih dengan napas tersengal dan mata merah akibat asap.

Kondisi permukiman yang berdempetan, ditambah cuaca panas serta angin kencang dari arah laut, membuat api menjalar seperti tak terkendali. Rumah-rumah kayu dan material semi permanen seakan menjadi bahan bakar yang mempercepat amukan si jago merah.

Di tengah kepanikan, petugas pemadam kebakaran berusaha menerobos masuk. Namun, akses jalan yang sempit menjadi ujian berat. Mobil pemadam harus berjibaku dengan gang kecil yang padat, sementara warga berlarian menyelamatkan diri dan harta benda yang tersisa.

Melihat situasi semakin kritis, Polres Lhokseumawe mengambil langkah cepat. Satu unit mobil water cannon dikerahkan untuk membantu proses pemadaman. Kehadiran kendaraan taktis itu menjadi harapan baru, ketika semburan air bertekanan tinggi diarahkan ke titik-titik api yang terus membesar.

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H, turun langsung ke lokasi. Ia memantau jalannya penanganan dan memastikan aparat bekerja maksimal di tengah situasi yang genting.

“Kami mengerahkan satu unit water cannon guna membantu pemadaman kebakaran. Namun, akses jalan yang sempit serta padatnya rumah penduduk menjadi tantangan di lapangan,” kata Kapolres.

Tak hanya polisi, berbagai unsur juga bergerak bersama. Personel Polres Lhokseumawe bahu-membahu dengan TNI, Brimob, serta tim pemadam kebakaran. Sedikitnya 10 unit armada pemadam dari berbagai instansi dikerahkan.

Di antara kobaran api, warga menyaksikan petugas berjibaku tanpa mengenal lelah. Ada yang menyemprotkan air, ada yang mengevakuasi warga, ada pula yang berupaya mengamankan lokasi agar tidak terjadi kepanikan yang lebih besar.

Setelah perjuangan panjang selama hampir tiga jam, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.00 WIB. Namun, yang tersisa hanyalah puing, arang, dan dinding yang hangus. Rumah-rumah yang sebelumnya penuh aktivitas keluarga kini berubah menjadi hamparan hitam yang memancarkan bau kayu terbakar.

Di sudut lokasi, beberapa warga duduk lemas. Sebagian hanya bisa menunduk, sebagian lainnya menangis dalam diam. Ada yang kehilangan rumah, pakaian, dokumen penting, hingga tabungan yang disimpan di lemari.

Bagi mereka, ini bukan sekadar kebakaran. Ini adalah hilangnya tempat pulang.

Kapolres Lhokseumawe menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah tersebut. Ia juga mengimbau warga agar tetap waspada di tengah situasi darurat, terutama untuk menjaga barang berharga.

“Kami turut prihatin atas kejadian ini. Personel juga kami siagakan untuk membantu pengamanan dan menjaga harta benda milik warga agar tetap aman,” ujarnya.

Beruntung, dalam musibah besar itu tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting arus listrik.
Kapolres pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran, dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik dan tidak meninggalkan peralatan elektronik dalam keadaan menyala saat rumah ditinggalkan.

Kini, aparat keamanan masih bersiaga di lokasi. Proses pendataan korban dan kerugian masih dilakukan oleh instansi terkait.

Sementara itu, di antara puing-puing rumah yang hangus, warga Kampung Jawa Lama hanya bisa berharap: semoga musibah ini tidak memadamkan semangat mereka untuk kembali bangkit, membangun kembali kehidupan yang dalam sekejap direnggut oleh api. []
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Hanya Sempat Selamatkan Nyawa, 77 Rumah Warga Kampung Jawa Lama Ludes Terbakar

Terkini

Topik Populer

Iklan