Majene — Rektor Universitas Sulawesi Barat, Prof. Muhammad Abdy, membuka Rapat Kerja (Raker) DPW Sulawesi Barat dan DPC ADAKSI Universitas Sulawesi Barat di Hotel Villa Bogor, Majene, Kamis (16/04/2026) lalu.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan pentingnya peran organisasi dosen dalam merespons dinamika kebijakan pendidikan tinggi, terutama terkait kesejahteraan dan kinerja dosen. Ia menekankan agar ADAKSI menjadi organisasi yang adaptif, solutif, dan responsif terhadap berbagai kebijakan.
“ADAKSI harus hadir sebagai mitra strategis yang mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan dosen, serta cepat merespons perubahan kebijakan,” ujarnya.
Rektor juga mendorong penguatan kolaborasi antar dosen di lingkungan Universitas Sulawesi Barat serta membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Selain itu, ia menekankan pentingnya pendekatan dialogis dalam menyelesaikan persoalan internal kampus.
Lebih lanjut, peningkatan kesejahteraan melalui tunjangan kinerja (tukin), menurutnya, harus diimbangi dengan peningkatan kualitas kinerja dosen dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
Raker yang dilaksanakan secara hybrid ini dihadiri Ketua Dewan Penasehat Pusat ADAKSI sekaligus WR 3 Unsulbar, Dr. H. Jamil Barambangi, Ketua DPW ADAKSI Sulawesi Barat Apriyansyah, MT, Ketua DPC ADAKSI Unsulbar Septiawan, MAP, serta peninjau dari DPP ADAKSI Muhammad Yusran, M.Ak.
Muhammad Yusran menyampaikan harapannya agar raker menghasilkan rekomendasi yang konstruktif bagi penguatan organisasi dan kebijakan.
Sementara itu, Ketua Umum ADAKSI Anggun Gunawan, MA, yang hadir secara daring, menegaskan bahwa capaian tunjangan kinerja harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan profesionalisme dosen.
Raker ini juga menjadi bagian dari konsolidasi organisasi serta persiapan agenda nasional ADAKSI, termasuk konferensi internasional pada 27 Juni–2 Juli 2026 di Universitas Indonesia, Jakarta. [Hamdani]


