Iklan

terkini

[Opini] Membina Persaudaraan, Merawat Peradaban Warisan Rasulullah SAW

Redaksi
Minggu, Desember 31, 2023, 13:40 WIB Last Updated 2023-12-31T06:40:48Z
Penulis: Anwar, S. Ag, M.A.P*)

Peradaban adalah hasil karya manusia yang mencerminkan nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan kedamaian. Peradaban yang berkualitas adalah peradaban yang mampu memberikan kemajuan, kesejahteraan, dan keselamatan bagi umat manusia di dunia dan akhirat. 

Untuk membangun dan merawat peradaban yang berkualitas, diperlukan integrasi nilai persatuan di antara umat manusia, khususnya umat Islam, yang berlandaskan syiar warisan Rasulullah Muhammad SAW.

Syiar warisan Rasulullah adalah ajaran-ajaran yang beliau sampaikan kepada umatnya, baik melalui Al-Qur'an maupun sunnah. Ajaran-ajaran ini mencakup berbagai aspek kehidupan, seperti akidah, ibadah, akhlak, muamalah, sosial, politik, ekonomi, budaya, dan lain-lain. 

Ajaran-ajaran ini bersifat universal, relevan, dan aktual sepanjang masa, sehingga dapat menjadi pedoman bagi umat Islam dalam membangun peradaban. Salah satu ajaran Rasulullah yang sangat penting dan strategis dalam membangun peradaban adalah ajaran tentang persaudaraan. 

Rasulullah mencontohkan bagaimana beliau mempersaudarakan umatnya yang berasal dari berbagai latar belakang, suku, bangsa, bahasa, dan budaya. Beliau menjadikan persaudaraan sebagai fondasi untuk menerapkan prinsip-prinsip keadilan sosial, toleransi, kerjasama, dan solidaritas.

Beberapa contoh upaya Rasulullah dalam mempersaudarakan umatnya seperti mempersaudarakan Anshar dan Muhajirin di Madinah. Kedua kelompok ini dipersaudarakan di atas prinsip kebenaran, persamaan, dan hak saling mewarisi harta setelah mati. Ikatan persaudaraan mereka lebih kuat daripada ikatan nasab dan kerabat.

Rasulullah juga menyusun Piagam Madinah, konstitusi pertama dalam sejarah umat manusia yang mengatur hubungan antara kaum Muslimin, Yahudi, dan Arab di Madinah. Piagam ini menjamin hak-hak dasar, kewajiban, dan tanggung jawab setiap warga Madinah, tanpa membedakan agama, ras, atau etnis. Piagam ini juga menetapkan prinsip-prinsip persamaan, kebebasan, keadilan, perdamaian, dan persaudaraan.

Rasulullah juga membina hubungan baik dengan pemeluk agama lain. Tidak hanya mempersaudarakan dan mempersatukan umat Islam, tetapi juga membina hubungan baik dengan pemeluk agama lain, seperti Yahudi, Kristen, Majusi, dan lain-lain. 

Beliau menghormati keyakinan, tradisi, dan budaya mereka, serta menjalin kerjasama dalam hal-hal yang bersifat kemaslahatan umum. Beliau juga menegakkan hak-hak mereka, seperti hak beribadah, hak berpendapat, hak berkehidupan, dan hak perlindungan.

Rasulullah telah memberikan kontribusi yang besar dalam membangun peradaban dunia dengan syiar warisanNya. Beliau telah mengajarkan kepada kita bagaimana cara mengintegrasikan nilai persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, dengan mengedepankan nilai-nilai edukatif Al-Qur'an dan sunnah. 

Sebagai muslim, kita sudah seharusnya mengikuti jejak dan teladan Rasulullah dalam membangun dan merawat peradaban dengan syiar warisan beliau. Kita harus menjaga persaudaraan sesama muslim, serta membina hubungan baik dengan sesama manusia, tanpa memandang perbedaan agama, ras, atau budaya. 

Saling menghormati, menghargai, dan membantu satu sama lain, serta menjauhi permusuhan, permintaan, dan konflik. Berusaha untuk memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa, dan umat manusia secara keseluruhan, dengan mengamalkan ajaran-ajaran Rasulullah dalam segala aspek kehidupan.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk membangun persaudaraan di antara umat Islam, diantaranya meningkatkan sikap toleransi dan menghargai perbedaan. Umat Islam harus saling menghormati dan menghargai perbedaan pendapat, madzhab, suku, bahasa, dan budaya, selama tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Umat Islam juga harus menghindari sikap fanatik, ekstremis, dan intoleran yang dapat menimbulkan permusuhan dan konflik.

Umat Islam harus saling berkomunikasi dengan baik, jujur, dan santun, serta menjauhi fitnah, ghibah, dan namimah. Harus saling menyampaikan nasihat, dakwah, dan ilmu yang bermanfaat, serta mengadakan dialog dan diskusi yang konstruktif.

Mengadakan kegiatan bersama. Umat Islam harus saling mengadakan kegiatan bersama yang dapat meningkatkan rasa persaudaraan, solidaritas, dan kerjasama, seperti shalat berjamaah, majelis ilmu, pengajian, bakti sosial, dan lain-lain.

Umat Islam harus bersandara kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai sumber hukum dan pedoman hidup, serta mengikuti pemahaman para sahabat dan ulama yang mengikuti manhaj Ahlus Sunnah Wal Jama'ah. Umat Islam juga harus menjauhi bid'ah, khurafat, dan penyimpangan yang dapat merusak aqidah dan syariat.

Umat Islam harus menjalin persaudaraan antara Anshar dan Muhajirin, yaitu antara kaum Muslimin yang berasal dari daerah asal dan daerah tujuan hijrah. Umat Islam juga harus membina hubungan baik dengan pemeluk agama lain, dengan prinsip saling menghormati, berlaku adil, dan menjaga perdamaian.

Semoga Allah SWT memberkahi kita semua dengan hidayah, taufik, dan inayah-Nya, agar kita dapat menjadi umat yang berperan aktif dalam membangun dan merawat peradaban dengan syiar warisan Rasulullah SAW. []

*) Penulis adalah Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • [Opini] Membina Persaudaraan, Merawat Peradaban Warisan Rasulullah SAW

Terkini

Topik Populer

Iklan