Iklan

terkini

Ketua dan Anggota Banleg DPRA Sambangi PNL, Ini Agendanya

Redaksi
Rabu, November 15, 2023, 14:59 WIB Last Updated 2023-11-15T08:08:47Z
Ketua dan Anggota Badan Legislasi (Banleg) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh saat berada di rumah rapat Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe. (Foto/ Hamdani)

Lhokseumawe - Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) disambangi Ketua dan Anggota Badan Legislasi (Banleg) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Rabu, (15/11/2023).

Kedatangan rombongan yang dipimpinan Ketua Banleg DPRA Tgk. Mawardi alias Tgk. Adek dan anggotanya ke kampus PNL adalah dalam rangka finalisasi pembahasan Rancangan Qanun (Raqan) Aceh tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Karbon dalam Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi Aceh, dan Raqan Dana Abadi Aceh.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari di Ruang Rapat Direktur PNL, yakni 15-16 November 2023. Dengan agenda pada hari pertama membahas Qaqan Aceh Pengelolaan dan Pemanfaatan Karbon dalam Industri Hulu Minyak dan Gas Bumi Aceh dan keesokan harinya dilanjutkan dengan Raqan Dana Abadi Aceh.

Direktur PNL Ir. Rizal Syahyadi, ST., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN. Eng, menyambut baik kedatangan tim Banleg DPRA Aceh dan Kabiro Hukum Pemda Aceh serta rombongan dari BPMA.

Di hadapan rombongan Direktur PNL menjelaskan tentang peran PNL sebagai kampus vokasi, termasuk pendampingan kepada SMK, seperti Program SMK-Pusat Keunggulan.

"Lebih 100 SMK yang sudah bekerja sama dengan kami saat ini," kata pria yang akrab disapa Didi ini.

Dalam kesempatan itu Direktur Didi juga menyampaikan tentang permasalahan Gedung Auditorium yang selama ini bermasalah.

"Dalam kesempatan ini dapat kami sampaikan, ada gedung yang bermasalah di lingkungan PNL, yaitu gedung auditorium," ungkap Didi.

Menurut Didi, yang dibutuhkan pihaknya saat ini adalah kejelasan status gedung tersebut, karena menurut Didi, kalau sudah jelas status kepemilikan aset, gedung tersebut bisa dilanjutkan pembangunannya.

"Kami saat ini butuh surat pengakuan dari Pemerintah Aceh bahwa Gedung Auditorium tersebut bukan milik Pemerintah Aceh, tidak tercatat sebagai asset Pemerintah Aceh, sehingga ini bisa diserahkan kepada Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Pendidikan Tinggi, untuk diteruskan pembangunannya. Jadi itu saja harapan kami," harap Didi.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pansus Asset Komisi I DPRA Ridwan Yunus yang ikut dalam rombongan langsung tersebut menanggapi permasalahan yang diungkapkan Direktur PNL.

"Masalah aset gedung ini harus diperjelas, karena kalau tidak jelas, maka akan menjadi temuannya nanti untuk Pemerintah Aceh," katanya.

"Saya menyarankan untuk menyurati Pemerintah Aceh dan tembusannya ke DPRA melalui Komisi I," lanjutnya.

Selanjutnya pada sesi pembahasan finalisasi Raqan Aceh masalah pemanfaatan karbon, Tgk. Adek rapat pembahasan tersebut.

"Terkait pemanfaatan karbon adalah teknologi baru, dan kita ingin membahas dengan rekan-rekan PNL," katanya.

"Terkait Raqan Aceh ini kita ingin membuat sebuah Raqan terkait dengan hal ini. Kami dari Banleg DPRA sudah melakukan kajian masalah ini," lanjutnya.

Pantauan media ini, dari PNL hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur (Wadir) Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Ir. Zamzami, ST.,M.Eng, Wadir Bidang Umum dan Keuangan Nanang Prihatin, S.Kom.,M.Cs, Wadir Perencanaan, Kerjasama dan Sistem Informasi Ir. Sariyusda, MT,  Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian (P3M) PNL, Amir Fauzi, Ph.D dan Tim Ekosistem PNL, serta Koordinator Publikasi PNL. [Hamdani]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ketua dan Anggota Banleg DPRA Sambangi PNL, Ini Agendanya

Terkini

Topik Populer

Iklan