Staf khusus Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Dr. Ismail Hasani, S.H., M.H. sedang memberikan materi pada Raker 2026 PNL. (Foto/ Hamdani)
Lhokseumawe — Rangkaian kegiatan Rapat Kerja (Raker) tahun 2026 Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) hari kedua Jumat, (15/05/2026) menghadirkan staf khusus Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Dr. Ismail Hasani, S.H., M.H. Dalam pemaparannya Ismail Hasani mengangkat tema “Arah Regulasi & Tata Kelola dalam Mewujudkan Kampus Berdampak”.
Ismail Hasani, dalam pemaparannya, menegaskan bahwa pendidikan tinggi kini harus bergerak menuju paradigma pendidikan tinggi transformatif.
"Perguruan tinggi tidak lagi dipandang sebagai pemborosan sumber daya, melainkan investasi strategis yang memberi manfaat ekonomi, sosial, dan ekologi bagi masyarakat," kata Ismail Hasani.
Ia menjelaskan, konsep pendidikan tinggi transformatif tidak hanya bertugas mencetak lulusan berkualitas, namun juga harus mampu menghadirkan solusi inovatif yang dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan masyarakat melalui riset dan pengembangan berbasis sains dan teknologi.
"Pentingnya sinergi dalam mewujudkan Diktisaintek Berdampak, yaitu konsep yang menekankan kolaborasi antara talenta unggul, riset relevan, pengabdian yang berdaya guna, serta tata kelola berintegritas," ungkapnya.
Lanjutnya lagi, dalam konteks tata kelola perguruan tinggi, ia mengungkapkan masih banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari kompleksitas struktur kelembagaan, lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan, hingga minimnya otonomi akademik akibat sistem administrasi yang kaku dan birokratis.
"Untuk menjawab tantangan tersebut, perlunya penerapan Good University Governance (GUG), yang meliputi prinsip transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, keadilan, penjaminan mutu, relevansi, efektivitas, efisiensi, serta orientasi nirlaba dalam pengelolaan perguruan tinggi," ujarnya.
"Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi arah strategis bagi PNL dalam menyusun rencana kerja dan anggaran yang sejalan dengan visi perguruan tinggi berdampak bagi masyarakat dan pembangunan berkelanjutan," pungkas Ismail Hasani. [Hamdani]


