Iklan

terkini

USK Hadirkan Pakar Akuatik Dunia di Forum ICFAES

Redaksi
Jumat, Oktober 27, 2023, 15:18 WIB Last Updated 2023-10-27T08:18:53Z
Para Keynote Speech pada acara ICFAES yang ke-5 di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, pada Rabu, (25/10/2023) lalu. (Foto/Ist)

Banda Aceh -- Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala  (FKP USK) menghadirkan sejumlah pakar akuatik dunia pada forum International Conference on Fisheries and Environmental Sciences (ICFAES) 2023. Konferensi internasional tersebut dibuka oleh Rektor USK Prof. Dr. Ir. Marwan di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, pada Rabu, (25/10/2023) lalu.

Para pakar akuatik tersebut adalah Prof. Li Jun He dari East China Normal University, Dr. Mahmudur Rahman dari University of Newcastle, Australia. Lalu Mikhail Solovyev, Ph.D dari Russian Academy of Science, Rusia dan Dr. Muhammad Irham dari USK.

Ketua Panitia ICFAES Ilham Zulfahmi, S.Kel, M.Si mengatakan, para pakar akuatik dunia tersebut hadir di USK untuk membahas berbagai isu kelautan dan perikanan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Hal ini sesuai dengan tema ICFAES yaitu “Integrated System in Marine and Fisheries Sector to Support Sustainable Development Goals (SDGs)”.

“Konferensi internasional ini merupakan forum untuk sharing knowledge terkait berbagai kebijakan terbaik, serta mendiskusikan riset dan teknologi inovasi sebagai upaya untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan kita,” ucapnya.

Pada forum ilmiah ini, panitia menerima sekitar 70 abstrak penelitian bidang kelautan dan perikanan. Selain itu,  FKP USK juga melakukan perjanjian kerja sama dengan East China Normal University, serta  Russian Academy of Science.
 
Selanjutnya, Rektor menyambut baik terlaksananya konferensi internasional ICFAES ini. Karena melalui forum ini, kita bisa menemukan sistem terpadu di sektor kelautan dan perikanan yang mengacu pada pendekatan holistik. Yaitu sebuah formula untuk menggabungkan berbagai elemen manajemen, teknologi, dan kebijakan yang dapat mengoptimalkan sumber daya laut dan perikanan.

Sistem terpadu ini adalah sistem yang terintegrasi dengan SDG 14 yaitu kehidupan di bawah air, yang fokus pada konservasi dan pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan.

“Maka ICFAES ini menjadi forum yang penting. Karena kita tidak hanya membahas pemanfaatan sumber daya laut, tapi memberi perhatian penuh pada upaya pelestarian keanekaragaman hayati di dalamnya,” ucap Rektor.

Sementara itu Dekan FKP USK Prof. Dr. Muchlisin Z.A, S.Pi, M.Sc mengatakan, ICFAES tahun ini merupakan ICFAES yang kelima FKP laksanakan. Konferensi internasional ini menjadi ajang pertemuan sesama peneliti di bidang kelautan dan perikanan dunia.

Konferensi internasional ini bertujuan meningkatkan reputasi USK di dunia internasional. Karena pada forum ini, sejumlah peneliti USK berkesempatan untuk mempresentasikan risetnya, sekaligus menjadi wadah bagi mereka untuk memperluas jejaringnya di dunia internasional.

“Jadi konferensi internasional ini merupakan bentuk dukungan FKP untuk meningkatkan kualitas peneliti kita. Dan ini juga sejalan dengan cita-cita USK untuk menjadi world class university,” ucap Muchlisin. [Sayed M. Husen]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • USK Hadirkan Pakar Akuatik Dunia di Forum ICFAES

Terkini

Topik Populer

Iklan