Iklan

terkini

Pesan Khatib Jumat di Masjid Ini: Jangan Turuti Hawa Nafsu

Redaksi
Jumat, Juli 07, 2023, 14:35 WIB Last Updated 2023-07-07T07:35:48Z
Pimpinan Dayah Istiqamatuddin, Gampong Keutapang, Kecamatan Lhoong, Tgk. Muhammad Zaki Sulaiman. (Foto/Ist)

Aceh Besar -- Nafsu adalah suatu yang pasti ada pada diri manusia, tetapi seorang muslim diperintahkan oleh Allah Swt selalu mengontrol nafsu, supaya nikmat yang Allah berikan bermanfaat bagi kehidupan manusia. Hal itu disampaikan Pimpinan Dayah Istiqamatuddin, Gampong Keutapang, Kecamatan Lhoong, Tgk. Muhammad Zaki Sulaiman dalam khutbah Jumat di Masjid Besar Al Ishlah Kecamatan Lhoknga,  Aceh Besar, Jumat, (07/07/2023).

Dalam hal ini, urainya, Allah Swt mengingatkan, agar umat manusia tidak menuruti hawa nafsu, seperti yang pernah diingatkan pada Nabi Daud ‘alaihis salam, “Hai Daud, sesungguhnya Kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, maka berilah keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan mendapat azab yang berat, karena mereka melupakan hari perhitungan.” paparnya.

Alumni Dayah Istiqamatuddin Darul Mua'rrif Lam Ateuk, Kecamatan Kuta Baro ini, menjelaskan, bahwa bukan karena manusia memiliki mata, telinga, lidah, tangan, kaki, hingga hati yang membuat manusia dihukum. 

“Namun karena menuruti keinginan jelek dari anggota tubuh tersebut,” tegasnya.

Menurut Tgk. Muhammad Zaki, perlu dipahami, bahwa karena mengikuti hawa nafsu dapat mengarahkan manusia pada kerusakan. Nafsu buruk bisa mengantarkan pada kesyirikan. Nafsu buruk pula yang mengantarkan manusia malas beribadah, sebab lebih senang tidur dibandingkan bangun pagi untuk shalat subuh. Nafsu jelek mengantarkan pada maksiat dan amalan yang tidak ada tuntunan.

Oleh karenanya, pesannya, seorang muslim mesti mengendalikan hawa nafsu dan tidak mengikutinya. Adapun sebab-sebab mengikuti hawa nafsu, pertama, duduk-duduk dengan pengikut hawa nafsu. Harus diingat, bahwa  duduk-duduk dengan pengikut hawa nafsu, bermajelis dengan para pemabuk, pemain judi, dan orang yang akhlaknya rusak hingga dengan orang yang amalannya asal-asalan, bisa membuat manusia terpengaruh.

“Kedua, kurang mengenal hak Allah dan tidak mengenal akhirat dengan baik. Karena kalau seseorang terus memikirkan dunia dan lalai dari akhirat, hawa nafsunya akan selalu dituruti. Ketiga, kurang amar makruf nahi mungkar. Kalau tidak saling mengingatkan, maka yang ada adalah maksiat akan terus ada di tengah masyarakat dan banyak yang menuruti hawa nafsu,” ujarnya. 

Keempat, cinta dunia dan terus tersibukkan dengan dunia. Kelima, tidak mengetahui bahaya karena menuruti hawa nafsu.  Padahal,  mengikuti hawa nafsu amat berbahaya, sebab membuat manusia lalai dari kewajiban, terjerumus dalam dosa besar,  hingga berbuat syirik pada Allah.

Tgk. Muhammad Zaki menjelaskan, adapun cara mengobatinya, pertama, kembali pada Allah dan banyak ingat akhirat. Karena menuruti dunia, tidak membuat kita kekal di dunia. Harta dan kekayaan yang kita miliki tidak bisa membuat hidup abadi di dunia, sehingga nafsu itu mesti dikendalikan.

Kedua, melawan hawa nafsu, tidak menurutinya. Ketiga, berteman dengan orang saleh dan bermajelis dengan ulama, seperti dengan berada di majelis ilmu dan pengajian.

“Semoga Allah Swt menjauhkan kita dari hawa nafsu yang selalu membawa pada kesesatan,” pungkasnya. [Sayed M. Husen]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pesan Khatib Jumat di Masjid Ini: Jangan Turuti Hawa Nafsu

Terkini

Topik Populer

Iklan