Iklan

terkini

Sekda Aceh Utara: Pancasila adalah Pemersatu Bangsa

Redaksi
Jumat, Juni 02, 2023, 10:42 WIB Last Updated 2023-06-02T03:42:36Z
Pembina Upacara Sekda Aceh Utara Dr. A Murtala, M.Si (Foto/ M. Jafar Peunteut)

Aceh Utara - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Utara menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Lahir Pancasila, pada Kamis, (01/06/2023) kemarin.

Upacara ini dilaksanakan di lapangan upacara Landing Kecamatan Lhoksukon, bertindak sebagai Pembina Upacara Sekda Aceh Utara Dr. A Murtala, M.Si, dan perwira upacara Yoga Amitha, S.STP.

Upacara yang dipimpin oleh Erlan Safari Ginting, S.STP, ini diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Tgk. M. Yanis, SE, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dipimpin oleh Alfia Furrahmi, A.Md.T. Pengibaran bendera merah putih dilakukan oleh Ananda Afdhal, STr.IP, Ainul Hamdi, STr.IP, dan Dzakirah Jasmi, S.Tr.IP. 
Sedangkan pembacaan pembukaan UUD'45 dilakukan oleh Teuku Zawin Nufus,  S.Tr.IP.

Upacara Harlah Pancasila ini turut dihadiri oleh seluruh pejabat unsur Forkopimda Aceh Utara, para staf ahli Bupati, para Asisten, para Kepala SKPK, Camat, Kabag Setdakab, seluruh ASN Pemkab Aceh Utara yang berkantor di kawasan Landing, serta ratusan pelajar Lhoksukon.

Pada kesempatan itu, pembina upacara Sekda Murtala, membaca amanat Presiden RI Joko Widodo, antara lain menyatakan bahwa Pancasila dan nilai-nilai yang dikandungnya merupakan Falsafah Dasar, Pandangan Hidup Bangsa, Dasar Negara, Ideologi, Kekuatan Pemersatu Bangsa, dan Sumber Segala Sumber Hukum Negara. 

Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara merupakan meja statis yang menyatukan berbagai keragaman yang ada, sekaligus sebagai “bintang penuntun” (leitstar) dinamis yang memandu kehidupan bangsa agar sesuai dengan cita-cita pendirian negara, mewujudkan masyarakat Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Pancasila digali dan lahir dari bumi Indonesia menjadi konsensus Nasional, untuk itu sudah selayaknya kita semua bangsa Indonesia mengaktualisasikan Pancasila, sehingga Pancasila senantiasa diamalkan dalam berbagai sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. 

Pancasila mengandung nilai-nilai etis yang berakar pada pengalaman faktual dan pengalaman akal serta pengalaman religiusbangsa indonesia. Dengan demikian, Pancasila bukanlah wacana belaka, melainkan realitas obyektif dengan legitimasi kuat baik secara filsafat, politis, historis maupun kultural.

Dikatakan, keberadaan Pancasila merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa untuk bangsa Indonesia. Pengamalan nilai-nilai Pancasila merupakan perwujudan rasa cinta kepada Tanah Air sehingga dapat membangun bangsa dan negara yang lebih baik. Nilai-nilai Pancasila dapat diamalkan dalam bentuk sederhana, seperti saling menghargai, bekerja sama, dan saling menghormati. Berkat Pancasila dengan nilai-nilai inklusivitas, toleransi dan gotong royong, keberagaman yang ada menjadi berkah yang dirajut dalam identitas Nasional Bhinneka Tunggal Ika.

Sungguh Pancasila  adalah   berkah yang indah yang diberikan Tuhan Yang   Maha  Esa  kepada  kita,   melalui   perenungan,   pergulatan pemikiran dan kejernihan batin para founding fathers Indonesia. Pancasila pertama kali diuraikan secara jelas oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945,  kemudian dituangkan dalam Piagam Jakarta pada tanggal  22 Juni 1945  dan dirumuskan secara final pada tanggal 18  Agustus 1945.

Para  pendiri   bangsa dari  berbagai  kelompok,   golongan  dan  latar belakang duduk bersama untuk menetapkan Pancasila  sebagai pemersatu  segala  perbedaan.  Pancasila  berperan sebagai falsafah dan dasar negara yang kokoh,  yang menjadi fondasi  dibangunnya Indonesia yang bersatu,  berdaulat, adil dan makmur.

Rangkaian proses besar tersebut harus selalu kita ingat,  kita dalami semangatnya dan kita  pahami rohnya.  Adalah tugas dan tanggung jawab  kita untuk  memastikan bahwa Pancasila selalu hadir dalam setiap sudut kehidupan serta hati dan pikiran kita. 

Pada peringatan Hari  Lahir  Pancasila   di  tahun  2023  ini,   kita  harus  meneguhkan semangat kita untuk bersatu,  berbagi dan berprestasi.
Sebagai  bangsa  yang majemuk yang terdiri atas 714 suku dengan lebih dari 1.100 bahasa lokal yang hidup di lebih dari 17.000 pulau, semangat  persatuan   merupakan pilar utama  dalam   kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita harus terus menerus bersatu memperkokoh semangat Bhinneka Tunggal lka. Kita harus bersatu dalam upaya kita untuk menjadi bangsa yang kuat, bangsa yang besar dan bangsa pemimpin.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di setiap tanggal 1 Juni ini harus kita manfaatkan sebagai momen pengingat, momen pemacu dan momen aktualisasi   nilai-nilai  Pancasila. Marilah kita terus amalkan warisan mulia  para founding  fathers ini untuk kemajuan bangsa,  dan sekaligus juga menjadi sumbangsih Indonesia kepada masyarakat dunia.

Atas  nama seluruh  rakyat  Indonesia,  saya  menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada para founding fathers atas warisan luhur Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Pancasila  yang kita nikmati  saat ini. Saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada generasi-generasi berikutnya yang telah  menanamkan pemahaman dan  pengamalan  Pancasila dalam bermasyarakat,  berbangsa  dan bernegara.

Pada kesempatan yang mulia ini,  saya ingin mengajak para ulama dan tokoh  agama,  para guru dan ustad,  para politisi dan jajaran  aparat pemerintahan,  para anggota TNI dan Polri,  para pekerja dan  pelaku ekonomi, serta seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mengamalkan Pancasila  dalam  keseharian kita. [M. Jafar Peunteut]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Sekda Aceh Utara: Pancasila adalah Pemersatu Bangsa

Terkini

Topik Populer

Iklan