Iklan

terkini

Pimpinan Dayah Daruzzadin, Aceh Besar, Dr Tgk Abdurrazak Lc: Pentingnya Sifat Tawadhu

Redaksi
Jumat, Mei 19, 2023, 19:37 WIB Last Updated 2023-05-19T12:37:58Z
Pimpinan Dayah Daruzzadin, Aceh Besar, Dr.Tgk. Abdurrazak, Lc (Foto/Ist)

Aceh Besar – Sifat tawadhu menjadi penting untuk mengubur sifat sombong yang kerap kali bergelora dalam diri manusia. Tawadhu penting juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam hubungan kepada Allah Swt maupun kepada seluruh makhluk ciptaan-Nya, meliputi manusia, hewan, tumbuhan, dan sebagainya.  Lawan dari tawadhu adalah sombong. 

Pimpinan Dayah Daruzzadin, Aceh Besar, Dr.Tgk. Abdurrazak, Lc menyampaikan hal tersebut dalam khutbah Jumat di Masjid Baitul Makmur, Kemukiman Sungai Makmur, Kecamatan  Blang Bintang, Aceh Besar, pada Jumat, (19/05/2023).

Abdurrazak  menjelaskan, sombong adalah pangkal berbagai macam sifat tercela lainnya. Seperti kisah iblis yang menolak bersujud dalam rangka menghormati Nabi Adam AS. 

“Itu tidak lain, karena kesombongan makhluk terlaknat tersebut. Pasalnya, iblis merasa lebih baik karena diciptakan dari api, sedangkan Nabi Adam AS diciptakan dari tanah,” ujarnya.

Menurut Abdurrazak, seorang muslim  harus memiliki keyakinan bahwa orang lain itu lebih baik darinya. Jika dalam pandangan mata terlihat buruk, tidak dapat dianggap keseluruhannya demikian. Setiap manusia pasti memiliki sisi yang baik. 

“Dengan keyakinan demikian, perasaan tidak lebih baik dari orang lain, maka kita akan berusaha untuk terus memperbaiki diri, berintrospeksi, mencari kesalahan diri agar tidak lagi mengulanginya di kemudian hari dan menggantinya dengan sikap dan laku yang baik,” ujarnya.

Abdurrazak  menambahkan, seorang muslim tidak perlu mencari-cari kesalahan orang lain, tetapi justru mencari dan menemukan kebaikannya untuk kita tiru, teladani sebaik mungkin, sehingga kita bukan saja terhindari dari perilaku buruk, tetapi justru melampaui hal tersebut, yakni dengan berlaku baik.   

Oleh karena itu, kata Abdurrazak, penting menerapkan sikap tawadhu dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, orang tawadhu adalah hamba Allah Swt yang utama. 

“Kita justru akan menjawab perlakuan itu dengan kebalikannya, yaitu dengan mendoakan keselamatan, tetap menjaga etika dan akhlak kita, baik secara perbuatan maupun perkataan,” kata anggota MPU Aceh Besar ini. 

Oleh karena itu, dengan bertawadhu, sesungguhnya kita tengah menjalankan salah satu akhlaknya para Nabi. Semoga kita dapat senantiasa menjalankan sikap demikian ini, meskipun mungkin akan sulit diterapkan karena berbagai hal, mulai merasa diri pintar karena berprestasi, merasa lebih dekat dengan Allah karena selalu berjamaah di masjid, misalnya, dan sebagainya. 

“Sifat tawadhu haruslah kita latih, sedikit demi sedikit, insya Allah, kita akan terbiasa bersikap demikian,” pungkas Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry ini. [Sayed M. Husen]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pimpinan Dayah Daruzzadin, Aceh Besar, Dr Tgk Abdurrazak Lc: Pentingnya Sifat Tawadhu

Terkini

Topik Populer

Iklan