Iklan

terkini

[Opini] Al-Quran Sebagai Sahabat

Redaksi
Minggu, April 16, 2023, 20:27 WIB Last Updated 2023-04-16T13:27:06Z
Oleh: Juariah Anzib, S.Ag*)

Al-Quran sebagai pedoman hidup bagi umat manusia. Kita dapat membayangkan andaikan Al-Quran tidak hadir dalam kehidupan dunia. Tentu dunia berada dalam kegelapan dan kebutaan. 

Kelam tanpa cahaya, hati manusia akan mati tanpa adanya sinar keimanan. Al-Quran hadir menyelamatkan umat manusia dari lembah kehinaan ke tepi pantai  indahnya iman dan manisnya Islam suci. Allah Swt telah mewahyukannya kepada Rasul-Nya Muhammad saw. 

Jika kita bahas tentang kehebatan Al-Quran sebagai sang penyelamat bumi, sungguh tidak akan pernah habisnya. Lahirnya Rasulullah saw sebagai rahmatan lil alamin,  membawa Al-Quran sebagai penerang hidup. Sehingga manusia tidak tersesat dan dapat berjalan dalam cahaya terang benderang. Menjadikan kehidupan penuh peradaban dan kedamaian di permukaan bumi ini. Al-Quran adalah kalamullah melalui nubuwah Rasulullah Saw. 

Dalam sebuah perbincangan yang dipandu Ulil Abshar Abdillah di Ramadhan Ceria NU Online Youtube diakses pada, (11/04/2023) dengan seorang ulama besar ahli tafsir Al-Quran terhebat di Indonesia, Prof. Dr. M Quraisy Shihab. Secara personal ia memaknai Al-Quran sebagai sahabat. Istilah yang sangat sederhana, akan tetapi memiliki makna yang sangat dalam.

Dikarenakan Al-Quran dianggap sebagai sahabat, maka keberadaannya selalu ingin bersama. Merasa kekurangan dan kehilangan jika tidak membaca atau mempelajarinya. Merasa sendirian di saat sahabat tidak sedang bersama. Itu artinya Al-Quran tidak dapat dipisahkan dari orang-orang yang mencintai dan mempelajari Al-Quran. 

Prof. Quraisy menuturkan, sahabat itu akan selalu hadir bersama sahabatnya, walaupun terkadang fisiknya tidak hadir, namun selalu terasa ada dalam jiwanya. Keterikatan batin dengan Al-Quran, akan merasa selalu berada dalam dekapannya dimanapun berada. Tiada hari tanpa Al-Quran, siang malam tetap bersama bagaikan sang kekasih.

Dengan bersahabat bersama  Al-Quran, maka dia akan menampakkan rahasia-rahasianya yang tidak akan dia sampaikan kepada orang lain yang bukan sahabatnya. Sahabat adalah tempat berbagi suka duka dan berkeluh kesah serta tempat berbagi sesuatu hal yang sangat rahasia. Itu dapat dirasakan oleh orang-orang yang mencintai dan beriman kepada Al-Quran. 

Sahabat akan terus berusaha mendekatkan diri sekarib mungkin dengan orang yang mencintainya. Karena semakin dekat seseorang dengan sahabat, maka akan semakin terasa tidak bisa berpisah dengannya. Kedekatan seseorang dengan Al-Quran, tentu membuatnya sangat bergantung kepadanya. Sehingga jika jauh dari Al-Quran merasa tidak punya pegangan hidup dan berada dalam kesendirian.   

Menurut Quraisy Shihab sahabat Al-Quran terkadang memiliki misteri yang tidak dapat kita pahami secara keseluruhan. Walaupun kita bersahabat dalam waktu yang lama, akan tetap saja ada sesuatu yang terkadang kita tidak memahaminya. Demikian juga Al-Quran yang memiliki rahasia-rahasia tidak terjangkau oleh pandangan manusia. 

Sealim apapun orangnya, dia  tidak akan mampu memahami kandungan Al-Quran secara keseluruhan. Sebagaimana seorang anak kecil yang tidak mungkin memahami ucapan-ucapan orang dewasa secara keseluruhan. Hal tersebut terjadi antar manusia dengan manusia. Apalagi antara makhluk dengan Rabbnya yang jauh lebih tidak terjangkau. 

Al-Quran setiap saat bisa menampakkan makna-makna baru yang belum diketahui orang-orang terdahulu. Artinya bahwa dalam memahami Al-Quran terkadang disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat tertentu.  Kemudian disesuaikan dengan perkembangan waktu dan zaman. 

Diantara cara memahami Al-Quran sebagai sahabat adalah dengan ditemukannya hal-hal baru oleh para ulama. Seperti halnya yang belum pernah dikemukakan dalam penafsiran Al-Quran. Karena  Semakin banyak kita membaca dan memahaminya, akan terasa semakin banyak yang kita tidak ketahui. Betapa banyak pemahaman isi Al-Quran bagikan kita menimba air di sumur. Semakin banyak yang kita timba akan semakin butuh air dengan berbagai keperluan. 

Sahabat Al-Quran, hikmah dari pemaparan tersebut bahwa Islam menganjurkan untuk mencintai Al-Quran sebagai pendamping hidup. Menjadikannya bagian dari hidup kita dengan selalu membaca dan memahaminya isinya. Membaca Al-Quran  menjadikan jiwa menjadi tenang, menghilangkan kesusahan, mempermudah urusan, melapangkan pintu rezeki, menyembuhkan  berbagai penyakit dan lain sebagainya. Oleh karenanya, mari kita jadikan Al-Quran sebagai teman hidup untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. []

*) Penulis adalah Penulis Buku Menapaki Jejak Rasulullah Dan Sahabat
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • [Opini] Al-Quran Sebagai Sahabat

Terkini

Topik Populer

Iklan