Iklan

terkini

Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee Peringati Israk Mi’raj

Redaksi
Minggu, Februari 19, 2023, 12:20 WIB Last Updated 2023-02-19T05:20:32Z
Suasana di Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee saat memperingati Israk Mi’raj (Foto/Ist)

Aceh Besar -- Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee memperingati Israk Mi’raj Nabi Muhammmad saw 27 Rajab 1444 Hijriah dengan melakukan kajian di Masjid Dayah, Gampong Siem, Darussalam, Aceh Besar, pada Sabtu, (18/02/2023) kemarin.

Adapun pemateri kajian tersebut Pimpinan Dayah Darul Ihsan H. Muhammad Faisal dan dai asal Mesir Syaikh Abu Muaz Muhammad Abdul Hay Al-Uwenah Al-Mishri dengan penerjemah Dr. H. Muakhir Zakaria, MA.  

Muhammad Faisal dalam paparannya mengatakan, Israk Mi’raj dalam ungkapan bahasa Arab “bahrun la sahila lahu” atau lautan yang tak bertepi, karena membincangkan tentang keajaiban, semakin dikaji, semakin luas pula hikmahnya.

Dia menjelaskan, memahami Israk Mi’raj harus masuk ke demensi lain. Jangan pernah berkeyakinan bahwa Allah menunggu di sidratul muntaha. 

“Bukan pula melihat dengan mata lahir tapi dengan mata batin, karena jika langsung akan kejadian seperti Nabi Musa alaihi salam,” katanya.

Muhammad Faisal mengutip Al Quran, “Tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung itu, dijadikannya gunung itu hancur luluh dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah Musa sadar kembali, dia berkata: Maha Suci Engkau, aku bertaubat kepada Engkau dan aku orang yang pertama-tama beriman," urainya.

Selanjutnya, tambahnya, Allah Swt memberi perintah shalat di Sidarul Muntaha mengambarkan betapa istimewanya shalat. Dengan ini, menjelaskan betapa istimewa Nabi Muhammad saw sebagai Rasul satu-satunya yang diundang khusus dan hanya sekali. Tidak ada sebelumya dan sesudahnya.

Sementara narasumber lainnya Abu Muaz Muhammad Abdul Hay menjelaskan,  para ulama berbeda pendapat tentang kapan peristwa Israk Mi’raj terjadi. Malah ada yang berpendapat Israk Mi'raj terjadi sebanyak tiga puluh kali. Ini pendapat Al Hatimi as-Sufi.

 “Ada juga yang berpendapat tiga puluh empat kali, menurut Syaikh Abdul Wahhab al-Sya'rani," katanya. 

“Dapat dipahami dari ayat surat Israk, bahwa Allah memperjalankan hambanya dengan ruh dan jasad, bukan dengan ruh saja, apalagi dalam mimpi, karena kata ‘abdun” adalah sebutan untuk ruh dan jasad sekaligus,” tegasnya.

Pendapat ini, tambah Abu Muaz,  didukung oleh ayat lain dalam surat Al 'Alaq ayat  10, “Abdan iza ṣhalla”, yang artinya, seorang hamba ketika dia melaksanakan shalat  dan yang melaksanakan shalat adalah Rasulullah dengan jasad dan ruhnya.

Jadi hikmah Israk Mi’raj sudah jelas di ayat pertama surat Al-Israk, yaitu agar Kami perlihatkan padanya sebagian dari tanda-tanda kebesaran  Kami. 

“Karena itu, tujuan Israk Mi’raj untuk memperlihat kepada Rasulullah kebesaran Allah, artinya untuk taklim dan pendidikan, agar beliau mengetahui secara mendalam tanda-tanda keagungan dan kekuasaan Allah Swt,” pungkasnya. [Sayed M. Husen]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dayah Darul Ihsan Abu Hasan Krueng Kalee Peringati Israk Mi’raj

Terkini

Topik Populer

Iklan