Iklan

terkini

[Sudut Pandang] SERBA SALAH

Redaksi
Jumat, Oktober 21, 2022, 09:01 WIB Last Updated 2022-10-21T03:30:35Z
Oleh: Hamdani, S.E ,M.S.M*)

"Hidup adalah bagaimana kita bersikap dan nyaman dengan sikap kita itu, bukan tentang bagaimana menurut orang tentang kita, karena kalau kita selalu memperturutkan apa kata orang-orang, maka kita kita akan selalu merasa serba salah..."

Orang yang merdeka menurut saya adalah orang yang bisa bebas bersikap dan berkehendak, bukan orang yang harus memperturutkan kehendak orang lain. Karena manusia itu tidak sama, jadi kalau kita selalu memperturutkan apa kata orang, hidup kita akan serba salah. Persis seperti karikatur di atas. Akhirnya hidup kita menjadi Kacau.

Saya pernah membaca sebuah kisah, dulu kala, suatu ketika seorang anak sebut saja namanya Si Agam bersama bapaknya Tgk  Maun bepergian menggunakan kuda. Sayang, kuda yang dimiliki keluarga ini hanya satu. Karena Tgk. Maun kasihan dengan Si Agam yang harus berjalan kaki, menyuruh anaknya menaiki kuda, sedang Tgk. Maun berjalan kaki. Bertemulah mereka dengan serombongan orang di jalan yang memandanginya. Seorang di antaranya berkomentar, “Anak tidak tahu diri, yang membiarkan bapaknya berjalan kaki.”

Akhirnya Si Agam turun dari kuda, dan gantian bapaknya Tgk. Maun menaiki kuda. Perjalan dilanjutkan, dan Si Agan berjalan kaki mengiringi. Bertemulah mereka dengan rombongan lain di perjalanan. Seorang di antaranya pun berkomentar, “Bapak tidak punya kasihan dengan anak, enak-enak naik kuda, membiarkan anaknya capek berjalan kaki.”

Tgk. Maun kemudian mengajak Si Agam  untuk naik kuda bersama-sama. Dalam perjalanan lanjutan, bertemulah mereka dengan rombongan yang lain. “Orang tidak punya rasa kasihan dengan kuda. Kuda yang sudah kehabisan tenaga dinaiki dua orang,” komentar salah satu anggota rombongan.

Dari cerita di atas, lantas bagaimana kita harus bersikap? Kalau memperturutkan kata-kata orang, maka akan jadi serba salah memang, karena orang akan berpendapat menurut persepsi pribadi dan pengalaman pribadi, sementara kalau ingin nyaman, kita harusnya punya sikap personal yang jelas, jangan bermain-main di wilayah abu-abu.

Saya ingat pesan kawan, bahwa kalau ingin nyaman, maka harus punya sikap yang jelas. Hitam atau putih, jangan abu-abu, juga jangan bermain dua kaki. Karena kalau tidak jelas, maka akhirnya akan banyak yang harus dikorbankan. Termasuk mengorbankan perasaan sendiri. Begitu.

Intinya hidup jangan penuh drama dan juga mendramatisir. Kalau ingin nyaman, biasa saja kawan. 

Sekali lagi, ini hanya catatan ringan dari SUDUT PANDANG saya, tidak ada kaitan juga dengan apapun, hanya untuk saling mengingatkan tentang makna kehidupan. Bahwa hidup kita adalah milik kita, maka pandai-pandailah bersikap. Mohon maaf bila ada salah dalam berturut. Kebenaran hanya milik Allah SWT. Wassalam. []

*) Penulis adalah jurnalis yang juga juga berkhidmat sebagai dosen.

Perhatian: Semua tulisan pada Rubrik SUDUT PANDANG bukanlah lah produk jurnalistik, juga tidak mewakili pandangan Redaksi Juang News. Untuk itu, setiap tulisan yang dimuat di rubrik SUDUT PANDANG itu menjadi tanggung jawab pribadi si penulis. Karena sesuai nama rubrik, semua konten dari tulisan tersebut, merupakan opini pribadi dari sudut pandang personal penulis. Demikian. []
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • [Sudut Pandang] SERBA SALAH

Terkini

Topik Populer

Iklan