Iklan

terkini

Lestarikan Budaya Karo, IMKA Menggelar Gendang Guro Guro Aron

Redaksi
Sabtu, Oktober 22, 2022, 20:07 WIB Last Updated 2022-10-22T13:07:33Z
MKA Menggelar Gendang Guro Guro Aron  (Foto/Roby Sinaga)

 Langsa - Ikatan  Mahasiswa Karo (IMKA) Universitas Samudera (Unsam) Langsa menggelar Gendang Guro Guro Aron UIS Gara Langsa 2022, dengan mengusung tema "Ermegah Ukur Erbudayaken Karo Ibas Perlajangen" 
(Bergembira ria dalam Kebudayaan Karo di Perantauan-red).  Acara tersebut digelar di Aula Tirta Langsa Sabtu, (22/10/2022).

Dalam kesempatan itu Ketua IMKA Unsam Langsa
Ridwan Ketaren pada media ini mengatakan, dilaksanakannya Gendang Guro Guro Aron ini bertujuan memperkenalkan budaya adat Karo di Kota Langsa yang mayoritas Muslim dan menjunjung tinggi syariat Islam.

"Selain itu, kegiatan Gendang Guro Guro Aron digelar bertujuan mempererat tali silaturahmi dengan sesama Suku Karo yang ada di Kota Langsa, Aceh Tamiang dan Aceh Timur.

"Kita bangun kekompakan menjadi bagian pemersatu Kebinekaan Tunggal Ika dengan rasa kebersamaan kegotong royongan dan persaudaraan," imbuhnya.

Sementara itu Asusten II Pemko Langsa Ali Mushafa, SE mewakili Pj Wali Kota Langsa membuka secara resmi kegitan Gendang Guro Guro Aron tersebut.

"Atas nama Pemko Langsa dan seluruh masyarakat mengucapakan terima kasih, serta mengapresiasi gagasan adik-adik mahasiswa Karo yang menyelenggarakan Gendang Guro Guro Aron karena ini kesenian rakyat Suku Karo," katanya.

"Semoga melalui kegiatan ini dapat membangun silaturahmi dan rasa kebersamaan di kalangan mahasiswa dan masyarakat karo yang tinggal di Langsa," lanjutnya.

Ali Mushafa juga menghimbau mahasiswa Karo yang tinggal di Kota Langsa selalu menjaga adat dan kebiasaan serta syariat Islam.

"Namun kami menghimbau kepada adik-adik mahsiswa selama tinggal dan belajar di Langsa selalu menjaga adat kebiasaan dengan menjunjung tinggi pelaksanaan syariat Islam, agar dapat memberi kontribusi yang positif bagi mahasiswa Karo khususnya dan mahasiswa yang lain pada umumnya," imbuhnya.

"Intinya Pemko Langsa tidak melarang adik-adik mahasiswa berekreasi dengan adat istiadat Karo, dengan mengembangkan ide kreatif, inovatif serta bersikap bijak, tanggap, cerdas dan aktif," pungkasnya.

Ia menegaskan, pihaknya tak membatasi tetapi harus menyesuaikan dengan lingkungan di Kota Langsa, yang berlaku syariat Islam sebagai kekhususan Aceh.

"Kita tidak memberikan batasan, namun harus menyesuaikan dengan lingkungan di Langsa dengan berlakunya syariat Isalam di wilayah Aceh yang memiliki tiga keistimewaan yakni, tentang adat, agama dan pendudikan yang tidak boleh di langgar," tandasnya.

Sementara itu Kepala  KPPN Langsa Isulinda Peranginangin selaku penasehat IMKA menambahkan bahwa, pagelaran Gendang Guro Guro Aron ini pada zaman leluhur digelar setelah panen padi, jagung atau panen hasil kebun lainnya. Digelarnya kegitan ini sebagai ucapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas limpahan rezeki yang diberikan karena hasil panen meningkat.

"Kita juga berharap adik-adik IMKA ini terus berkresasi memperkenalkan budaya Karo agar tidak sirna tergerus oleh perkembangan zaman, namun tetap menghormati dan mematuhi aturan budaya Aceh serta mematuhi syariat Islam yang telah diberlakukan di Bumi Serambi Mekkah ini," tutupnya.

Gendang Guro Guro Aron dimeriahkan dengan Perkolong Kolong Feryanda Bangun dan Dora Surbakti diiringi Pemain Kibod Ekin Ginting serta tarian dari Persadaan Arih Ersana Kota Langsa. [Roby Sinaga]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Lestarikan Budaya Karo, IMKA Menggelar Gendang Guro Guro Aron

Terkini

Topik Populer

Iklan