Iklan

terkini

Ketua IKAT Aceh: Ikutilah Syariat Nabi Sepenuh Hati

Redaksi
Jumat, Oktober 14, 2022, 16:46 WIB Last Updated 2022-10-14T09:46:01Z
Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, Muhammad Fadhillah Lc, M.Us (Foto/Ist)

Aceh Besar -- Setiap orang yang mengakui dirinya cinta kepada Allah, sedangkan sepak terjangnya bukan pada jalan yang telah dirintis oleh Nabi Muhammad SAW, sesungguhnya dia adalah orang yang dusta dalam pengakuannya, sebelum ia mengikuti syariat Nabi SAW  dan agama yang dibawanya dalam semua ucapan dan perbuatannya.

Hal itu disampaikan  Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, Muhammad Fadhillah Lc, M.Us dalam khutbah Jumat, (14/10/2022) yang disampaikan di Masjid Al-Munawarah Ateuk, Kecamatan Simpang Tiga, Aceh Besar.

“Sebagai bukti mencintailah Allah, maka ikutilah syariat Nabi sepenuh hati,” katanya. 

Selanjutnya, Dosen Universitas Muhammadiyah Aceh ini mengungkapkan landasan Al-Quran yang mengharuskan kita mengikuti syariat Rasulullah.

“Barangsiapa mentaati Rasul, maka sesungguhnya dia telah mentaati Allah,” seraya mengutip salah satu ayat al-Quran.

Dia menjelaskan lagi, cara kaum muslimin mengikuti syariat dan mencintai Rasulullah SAW, yaitu dengan cara mencintai dengan membaca, mengetahui dan mengamalkan A-Quran yang ditinggalkan kepada umatnya. 

“Al Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw dan lihatlah Rasulullah menjadi sayyidul mursalin, pemimpin para Rasul. Al-Quran juga diturunkan pada bulan Ramadhan dan lihatlah Ramadhan menjadi sayyidus suhur, rajanya bulan atau bulan terbaik,” katanya. 

Muhammad Fadhillah  menambahkan, Al-Quran diturunkan pada malam Lailatul Qadar, maka malam Lailatul Qadar menjadi malam yang lebih baik dari seribu bulan, Al-Quran diturunkan melalui perantara malaikat Jibril.

“Lihatlah orang yang terbaik dari umat ini adalah orang yang mempelajari dan mengajarkan Al-Quran. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh sahabat mulia Ustman bin ‘Affan. Rasulullah SAW bersabda, orang yang terbaik di antara kalian ialah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya,” ujarnya. 

Menurut dia, seorang yang mencintai Al-Quran, hatinya senantiasa akan terpaut untuk selalu dekat bersamanya, merasa nyaman dengannya yang tidak bisa lepas darinya seakan-akan ia bagaikan tawanan Al-Quran, yang senantiasa membaca, memahami dan mengimplementasikan isi kandungannya," ujarnya.

Alumni S2 University of Malaya Kuala Lumpur ini berikutnya menguraikan cara kedua kaum muslimin mencintai Rasul dengan meneladani Rasulullah dalam segala aspek. Salah satu diantara banyak prilaku Rasulullah yang harus kita teladani adalah sebagaimana dalam riwayat ummul mukminin ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha:

“Bergembiralah engkau. Demi Allah, Allah tidak akan mencelakakanmu selama-lamanya. Sesungguhnya engkau benar-benar seorang yang senantiasa menyambung silaturahmi, seorang yang selalu jujur kata-katanya, gemar menolong yang lemah, engkau juga memuliakan tamu, serta mendukung pembela kebenaran,” serunya.

“Inilah kepribadian Rasulullah menurut kesaksian ummul mukminin Khadijah Radhiyallahu ‘anha, yakni suka menyambung tali silaturahmi; selalu jujur dan penuh kebenaran dalam perkataannya; gemar menolong yang lemah atau mau menanggung beban orang lain dan memberi makan orang miskin; memuliakan tamu; serta mendukung pembela kebenaran,” pungkas Fadhlillah. [Hamdani]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ketua IKAT Aceh: Ikutilah Syariat Nabi Sepenuh Hati

Terkini

Iklan