Iklan

terkini

Pendamping SMK PK dari PNL Fasilitasi Penyelarasan Kurikulum SMK dengan DUDIKA

Redaksi
Sabtu, November 27, 2021, 12:26 WIB Last Updated 2021-11-27T05:26:17Z
Kegiatan FGD penyelarasan kurikulum SMK dengan DUDIKA (Foto/Hamdani)

Aceh Tengah - Tim pendamping Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan (PK) dari Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) memfasilitasi penyelarasan kurikulum dengan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA).

Pelaksanaan kegiatan yang berlangsung di SMK 2 Aceh Tengah pada Sabtu, (27/11/2021) digagas pendamping SMK PK PNL dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD), dengan menghadirkan dua pemeteri, yakni berasal dari akademisi dan praktisi di bidang pertanian. Hal ini diungkapkan Ketua Koordinator SMK PK dari PNL Ir. Azwar Yunus, ST.,M.Sc pada juangnews.com.

Dalam pengantarnya Azwar mengatakan penting sekali kegiatan FGD tersebut dilaksanakan, karena untuk meyalaraskan kurikulum SMK dengan dengan DUDIKA.

"Kegiatan FGD ini penting sekali, untuk itu saya berharap guru-guru bisa mengikutinya dengan serius dan tekun," pesan Azwar.

Dalam pemaparannya pemateri pertama yakni Dr. Setia Budi, SP.,M.Si yang merupakan dosen Fakultas Pertanian Universitas Malikussaleh (Unimal) mengatakan bahwa selama ini antara SMK dengan DUDIKA ada yang kurang mismatch. 

"Ada tiga hal yang menyebabkan hal itu terjadi, pertama SMK mencetak lulusan yang belum adaptif dengan DUDIKA, guru yang tak berkompeten dan program-program yang diciptakan SMK belum sesuai dengan DUDIKA," kata alumnus doktor Universitas Syiah Kuala ini.

Setia Budi menambahkan, SMK PK harus mempu menghasilkan lulusan yang berkompeten. 

"Untuk itu kurikulum harus dibenahi," pesan Setia Budi.

Terakhir ada pesan moral yang disampaikan oleh Setia Budi, yakni setiap orang harus bisa merawat mimpi untuk menggapai cita-cita.

"Kita harus merawat mimpi, karena keberhasilan dimulai dari mimpi, bagaimana dengan impian bisa membangkitkan motivasi dan menuju cita-cita," pungkas alumni Magister Institut Pertanian Bogor ini.

Selanjutnya Zulfikar Mulieng, SP., M.Si yang menjadi pemateri kedua dalam kesempatan itu memaparkan tentang diversifikasi produk olahan sebagai alternatif pasca panen cabe merah

Menurut Ketua Gerakan Pemuda Berusahatani (GEUPEUBUT) dan Ketua Jaringan Pertanian Nasioanal (JPN) ini bahwa ada banyak masalah yang sering terjadi bahwa, jika panen raya, maka harga menjadi murah.

"Untuk itu, perlu dicari solusi lain, yakni supaya cabe itu bisa diolah, baik itu jadi bubuk cabe, saus, maupun bumbu mie, serta berbagai olahan lainnya," kata mantan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Unimal ini.

"Hal inilah nantinya akan bisa diramu dalam kurikulum buat anak-anak di SMK supaya bisa mengolah hasil pertanian," lanjutnya.

Pantauan media ini, kegiatan FGD itu diikuti sangat antusias oleh guru SMK Negeri 2 Aceh Tengah serta DUDIKA yang diundang dalam kegiatan tersebut. [Hamdani]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pendamping SMK PK dari PNL Fasilitasi Penyelarasan Kurikulum SMK dengan DUDIKA

Terkini

Iklan