Iklan

terkini

Direktur PNL Ingatkan Lulusan: Setinggi Apa Pun Capaian, Jangan Pernah Durhaka kepada Orang Tua

Redaksi
Minggu, November 01, 2026, 14:09 WIB Last Updated 2026-11-01T07:09:22Z
Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., sedang menyerahkan ijazah kepada salah seorang lulusan. (Foto/Hamdani)

Laporan: Hamdani

Di tengah suasana haru dan kebanggaan yang menyelimuti prosesi Wisuda ke-37 pada hari kedua Minggu, 1 November 2026 Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), ada satu pesan yang disampaikan Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., yang patut dibawa pulang oleh setiap lulusan. Pesan itu bukan tentang gelar akademik, jabatan, ataupun kesuksesan karier, melainkan tentang bakti kepada orang tua.

Di hadapan 525 yudisiawan dan yudisiawati pada prosesi wisuda hari kedua,, Rizal Syahyadi mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak boleh membuatnya melupakan orang tua yang telah membesarkan, mendidik, dan mengantarkan mereka hingga mencapai tahap kehidupan saat ini.

"Harus takzim dan patuh kepada orang tua. Jangan pernah durhaka kepada orang tua," pesan Rizal Syahyadi di hadapan para lulusan.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perjalanan pendidikan yang panjang, perjuangan meraih gelar, serta cita-cita membangun masa depan tidak terlepas dari doa dan pengorbanan orang tua. Di balik toga yang dikenakan para wisudawan, ada harapan keluarga yang selama ini menjadi sumber kekuatan dalam menempuh pendidikan.

Bagi Rizal Syahyadi, pencapaian akademik semestinya berjalan beriringan dengan pembentukan karakter dan penghormatan terhadap nilai-nilai kehidupan. Gelar pendidikan tinggi bukan alasan untuk merasa lebih tinggi dari orang tua, apalagi melupakan jasa mereka setelah berhasil meraih cita-cita.

Pesan serupa sebelumnya juga disampaikan Rizal pada prosesi wisuda hari pertama, Sabtu 31 Oktober 2026 kemarin, di hadapan 609 lulusan. Dengan demikian, pesan tentang pentingnya berbakti kepada orang tua menjadi salah satu penekanan dalam rangkaian Wisuda ke-37 PNL yang berlangsung selama dua hari.

1.134 Lulusan Menatap Masa Depan

Wisuda ke-37 PNL tahun 2026 meluluskan sebanyak 1.134 mahasiswa dari enam jurusan. Pada hari pertama, sebanyak 609 lulusan dikukuhkan, terdiri atas 5 Magister Terapan, 419 Sarjana Terapan, dan 185 Diploma Tiga dari Jurusan Teknik Kimia, Bisnis, dan Elektro.

Sementara pada hari kedua, sebanyak 525 lulusan mengikuti prosesi wisuda, terdiri atas 402 Sarjana Terapan dan 123 Diploma Tiga dari Jurusan Teknik Mesin, Teknik Sipil, serta Teknologi Informasi dan Komputer (TIK).

Angka tersebut bukan sekadar jumlah lulusan yang berhasil menyelesaikan pendidikan. Setiap nama yang dipanggil dalam prosesi wisuda menyimpan cerita perjuangan, ketekunan, dan harapan untuk melangkah ke babak kehidupan berikutnya.

Bagi sebagian lulusan, wisuda menjadi awal memasuki dunia kerja. Bagi yang lain, momentum ini merupakan langkah awal untuk melanjutkan pendidikan, membangun usaha, maupun mengembangkan kompetensi di bidang masing-masing.

PNL: 37 Tahun Mengabdi, 26.433 Alumni Telah Dilahirkan

Perjalanan PNL dalam menyelenggarakan pendidikan vokasi telah berlangsung selama 37 tahun, sejak 5 Oktober 1987. Dalam rentang perjalanan tersebut, PNL telah melahirkan sebanyak 26.433 alumni.

Para alumni kini telah berkiprah dan terserap di berbagai sektor pekerjaan, baik di instansi pemerintahan maupun perusahaan swasta, di dalam dan luar negeri.

Capaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang PNL dalam menyiapkan sumber daya manusia terampil dan kompeten yang dibutuhkan dunia kerja dan industri.

Namun, di tengah tuntutan kompetensi, profesionalisme, dan persaingan dunia kerja yang semakin dinamis, pesan Direktur PNL tentang bakti kepada orang tua memberikan perspektif lain mengenai makna keberhasilan.

Sebab, kesuksesan tidak semata-mata diukur dari seberapa tinggi jabatan yang diraih, seberapa besar penghasilan yang diperoleh, atau seberapa jauh seseorang melangkah dalam kariernya.

Ada nilai yang harus tetap dijaga ketika seseorang telah meninggalkan bangku kuliah dan memasuki kehidupan yang sesungguhnya: menghormati orang tua, menjaga akhlak, serta tidak melupakan orang-orang yang telah berjasa dalam perjalanan hidupnya.

Pada akhirnya, toga boleh dilepas, gelar akademik akan melekat, dan perjalanan karier akan terus berkembang. Namun, pesan untuk selalu takzim dan patuh kepada orang tua adalah bekal kehidupan yang semestinya tidak pernah ditinggalkan oleh para lulusan PNL. []
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Direktur PNL Ingatkan Lulusan: Setinggi Apa Pun Capaian, Jangan Pernah Durhaka kepada Orang Tua

Terkini

Topik Populer

Iklan