Seminar Soft Skills PNL Tahun 2026 bertema “Future Proves You The Truth” yang diselenggarakan UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) PNL di Studio Theater Lantai 5 Gedung TDC, Kamis, 17 September 2026.(Foto/Ist)
Lhokseumawe – Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) terus memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional yang semakin kompetitif. Tidak hanya membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis sesuai bidang keilmuan, PNL juga menempatkan soft skill sebagai salah satu modal strategis yang menentukan kemampuan lulusan beradaptasi, berkolaborasi, dan berkembang di lingkungan kerja.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Seminar Soft Skills PNL Tahun 2026 bertema “Future Proves You The Truth” yang diselenggarakan UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan (UPA PKK) PNL di Studio Theater Lantai 5 Gedung TDC, Kamis, (17/9/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan para alumni PNL yang telah berkiprah di berbagai perusahaan dan dunia profesional.
Kepala UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan PNL, Dr (C). Zulkarnaini, S.E., M.Si.Ak., CA., CIFRS., Ch.GFM., mengatakan bahwa penguasaan soft skill menjadi semakin penting karena dunia pendidikan dan dunia kerja memiliki karakter, tuntutan, serta dinamika yang berbeda.
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik dan kompetensi teknis. Dunia kerja juga membutuhkan pribadi yang memiliki disiplin, integritas, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, bekerja dalam tim, beradaptasi, serta mampu menyelesaikan persoalan secara tepat.
“Dunia pendidikan dan dunia kerja memiliki dinamika yang berbeda. Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak sekarang. Disiplin, integritas, tanggung jawab, kemampuan berinteraksi dan bekerja sama merupakan bagian dari soft skill yang sangat menentukan ketika memasuki lingkungan profesional,” ujar Zulkarnaini.
Ia menjelaskan, seminar tersebut diikuti 180 mahasiswa dari berbagai program studi dan jurusan di PNL. Menariknya, seluruh peserta mengikuti kegiatan atas kesadaran dan kemauan sendiri melalui pendaftaran secara daring, bukan karena penugasan dari jurusan.
Zulkarnaini menambahkan, pemateri sengaja dipilih dari kalangan alumni PNL yang telah berhasil meniti karier di berbagai bidang. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman nyata dunia kerja, sehingga pembahasan soft skill tidak berhenti pada konsep dan terminologi, tetapi sampai pada praktik dan implementasinya.
Sementara itu Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Ir. Syukri, S.T., M.T., dalam arahannya memberikan apresiasi terhadap antusiasme mahasiswa. Menurutnya, keputusan mahasiswa mengikuti seminar secara sukarela menunjukkan tumbuhnya kesadaran untuk mempersiapkan kapasitas diri melampaui kompetensi akademik.
“Saya mengapresiasi adik-adik mahasiswa karena mengikuti kegiatan ini atas kemauan sendiri, bukan karena dikirim oleh jurusan. Ini luar biasa. Kesadaran untuk meningkatkan soft skill merupakan pilihan yang tepat dan bijak karena kemampuan inilah yang akan ikut menentukan perjalanan karier di masa depan,” ujarnya.
Syukri menjelaskan, soft skill merupakan seperangkat kemampuan nonteknis yang tercermin dalam cara seseorang berinteraksi, berkomunikasi, bekerja sama, bersosialisasi, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan yang memiliki latar belakang dan karakter berbeda.
Karena itu, aspek seperti etika, disiplin, kerja sama tim, kemampuan beradaptasi, komunikasi, dan problem solving semakin relevan di tengah perubahan dunia kerja yang berlangsung cepat.
Ia kemudian menyampaikan sebuah pesan yang menjadi penekanan penting kepada mahasiswa.
“IPK mungkin mengantarkan adik-adik sampai ke pintu wawancara. Namun, untuk melangkah lebih jauh dan bertahan dalam perjalanan karier, soft skill-lah yang akan banyak menentukan.” ungkapnya.
Menurut Syukri, dunia profesional pada akhirnya tidak hanya menilai apa yang diketahui seseorang, tetapi juga bagaimana pengetahuan tersebut diterjemahkan menjadi sikap, keputusan, kemampuan bekerja bersama orang lain, dan kontribusi terhadap organisasi.
Seminar menghadirkan enam pemateri dari kalangan alumni yang telah berkiprah di dunia kerja, yaitu Nurhafni, S.E. dari PT PLN Nusantara Power UP Arun; Said Abdul Mukit, S.ST. dari PT Medco E&P Malaka; Khairul Bahri dari PT Stockbit Sekuritas Digital; M. Yuri Wardana dari PT Pema Global Energi; Misran dari IBV Hungary KFT; serta Aidil Azhar dari PT Pupuk Iskandar Muda. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan gambaran autentik mengenai tantangan, budaya kerja, proses adaptasi, dan kompetensi interpersonal yang dibutuhkan industri.
Syukri turut menyampaikan apresiasi kepada UPA Pengembangan Karier dan Kewirausahaan PNL yang terus membuka ruang pembelajaran di luar kelas untuk mempertemukan mahasiswa dengan kebutuhan nyata dunia profesional.
Melalui kegiatan tersebut, PNL berharap mahasiswa semakin memahami bahwa keberhasilan karier merupakan perpaduan antara kompetensi teknis (hard skills), kapasitas interpersonal (soft skills), integritas, dan kemauan untuk terus belajar. Sebab, ijazah dapat menjadi pintu masuk menuju dunia kerja, tetapi karakter, kemampuan beradaptasi, dan kualitas interaksi dengan manusialah yang akan menentukan seberapa jauh seseorang mampu bertumbuh di dalamnya. [Hamdani]

