Iklan

terkini

Masa depan pendidikan tidak ditentukan banyaknya teknologi yang diadopsi

Redaksi
Minggu, September 13, 2026, 10:29 WIB Last Updated 2026-09-13T03:29:51Z
Pemateri dan Jajaran Rektorat Umuslim serta  peserta kuliah tamu berfoto bersama usai acara.(Foto/Ist)

Matangglumpang dua- Demikian disampaikan Dr. Wan Suraya Wan Nik dari INTI International University & College Malaysia saat menyampaikan kuliah tamu Internasional  yang dilaksankan  oleh Program Pascasarjana Universitas Almuslim.

Kuliah tamu Internasional  digelar sebagai bentuk implementasi kerja sama Universitas Almuslim  dengan INTI International University & College Malaysia, berlangsung di ruang Creatif Center gedung MA Jangka Umuslim Peusangan Bireuen.

Dalam pemaparannya dihadapan ratusan mahasiswa dan pimpinan Universitas Almuslim Dr. Wan Suraya Wan Nik dari INTI International University Malaysia 
menjelaskan tentang konsep Society 5.0, yaitu masyarakat yang berpusat pada manusia dengan teknologi super-canggih seperti AI, big data, robotika, dan IoT yang terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.

 Menurutnya Transformasi ini menuntut perubahan dalam pendidikan dari sekadar transmisi pengetahuan menjadi pengembangan kemampuan manusia (Human Capability Development), termasuk kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab.

"Perubahan besar juga terjadi dalam tata kelola pendidikan. Tata kelola tradisional yang birokratis perlu bertransformasi menjadi tata kelola yang adaptif, berbasis data, kolaboratif, dan beretika", ujar Dr. Wan Suraya dalam dialek melayu.

Menurutnya, prinsip utama adalah mencapai keberlanjutan melalui tiga pilar: efektif, efisien, dan etis, jelas, Dr. Wan Suraya dalam dialek melayu.

Adapun penjelasan  pilar-pilar tersebut  antara lain,  pertama Efektif: mencapai hasil belajar yang bermakna, kedua Efisien: penggunaan sumber daya dan teknologi secara optimal dan ketiga Etis yaitu menjamin keadilan, transparansi, akuntabilitas, dan penghormatan terhadap martabat manusia.

Pemateri  juga menjelaskan bahwa Teknologi, khususnya AI dan data, harus digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan yang manusiawi dan mengatasi tantangan seperti bias algoritma, privasi data, keamanan siber, dan kesenjangan digital" papar Dr. Wan Suraya.

 "Transformasi digital institusi pendidikan meliputi infrastruktur yang andal, sistem informasi yang terintegrasi, dan literasi digital", ungkapnya.

Selain itu, Dr. Wan Suraya juga menjelaskan bahwa, ditengah perkembangan teknologi seperti AI, big data, robotika, dan IoT tetapi peran penting guru tetap tidak tergantikan, mereka harus terus berkembang melalui pelatihan dan pengembangan profesional agar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif. 

Tata kelola yang inklusif dan kolaboratif melibatkan semua pemangku kepentingan, dari pemerintah, institusi pendidikan, masyarakat, hingga industri, ungkapnya.

Menurutnya tata kelola menuju Society 5.0 meliputi tahap penilaian, penyelarasan, digitalisasi, pemberdayaan, inovasi, dan evaluasi secara bertahap dan bertanggung jawab.

Di penghujung matetinya akdemisi INTI  International University & College Malaysia ini menjelaskan  bahwa  tata kelola pendidikan di era Society 5.0 harus efektif, efisien, etis, adaptif, kolaboratif, dan berfokus pada manusia.

" Penggunaan teknologi harus dilakukan secara bijak dan bermartabat untuk memastikan pendidikan yang berorientasi manusia dan masa depan yang berkelanjutan", ungkapnya.

“Masa depan pendidikan tidak ditentukan oleh seberapa banyak teknologi yang diadopsi, tetapi oleh bagaimana kita mengelola penggunaannya secara bijak, etis, dan manusiawi”.tutup Dr. Wan Suraya

Acara yang mengangkat tema “Membangun Tata Kelola Pendidikan yang Efektif, Efisien, dan Berintegritas Menyambut Era Society 5.0” ini diharapkan tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi mampu menghasilkan gagasan dan jejaring yang konkret dalam meningkatkan mutu pendidikan.

Tetapi mahasiswa dan peserta didorong untuk aktif berpartisipasi, membangun dialog, dan mengembangkan wawasan global.

 Direktur Pascasarjana Umuslim, Prof. Dr. Halus Satriawan, MSi pada Sabtu (12/9/2026), menjelaskan kuliah tamu  merupakan kegiatan rutin menyambut Tahun Akademik baru sebagai bagian dari implementasi kerjasama jangka panjang antara kedua institusi. 


Ia juga menyebutkan kuliah tamu diikuti sekitar 60% mahasiswa Pascasarjana dari berbagai prodi, dihadiri pimpinan universitas  dan berharap mampu memberikan dampak positif dan relevan bagi seluruh peserta, ujar Halus Satriawan.

Kegiatan terselenggara berkat  kerjasama Universitas Almuslim khususnya program Pascasarjana  dan INTI International University & College Malaysia, menghadirkan Dr. Wan Suraya Wan Nik dari INTI International University & College Malaysia sebagai pemateri utama.

 Tema materi kuliah tamu tersebut  "Building Effective, Efficient, and Ethical Educational Governance Towards The Society 5.0 Era".

Kuliah tamu dibuka  Rektor Universitas Almuslim, Dr. Marwan, M.Pd., menyampaikan apresiasi dan  terimakasih kepada Dr. Wan Suraya atas kesediaannya berbagi wawasan dan pengalaman untuk mahasiswa Universitas Almuslim dan masyarakat Aceh secara umum.

Rektor mengajak Mahasiswa dan civitas akademika untuk memanfaatkan forum ini secara maksimal demi kemajuan bersama.

 "Manfaatkanlah sebaik mungkin forum ini,  karena dari pemaparan materi, kita bisa dapat ilmu baru dan menjadi paduan untuk kita dalam menghadapi masa Era 5.0" ajak Rektor Umuslim Dr.Marwan, MPd.

Ini menjadi ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang pengelolaan pendidikan yang efektif, efisien, dan beretika di era Society 5.0, ujar doktor lulusan Unimed.

"Acara ini sangat relevan dengan tantangan dan peluang di era Society 5.0, di mana teknologi harus digunakan secara efektif untuk memperkuat tata kelola pendidikan, memperluas akses, dan membangun sumber daya manusia berkarakter unggul,” tegas Dr. Marwan. 

Ia menegaskan bahwa tata kelola pendidikan yang efektif harus didasarkan pada prinsip transparansi, akuntabilitas, serta adaptabilitas terhadap perkembangan teknologi yang pesat.

Lebih jauh, Dr.Marwan,MPd menekankan pentingnya kolaborasi internasional dan jejaring global dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. “Kolaborasi lintas disiplin, institusi, dan negara menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang inovatif dan berkelanjutan,” harapnya.

Acara diawali  penampilan tarian
"Peumulia Jame" ditampilkan anak-anak sanggar Mirah Delima
Umuslim.

Kuliah tamu tersebut, selain dihadiri mahasiswa baru program Pascasarjana Umuslim juga turut dihadiri jajaran pimpinan universitas serta jajaran Direktur  dan ketua prodi lingkup Pascasarjana Universitas Almuslim.[Zulkifli]



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Masa depan pendidikan tidak ditentukan banyaknya teknologi yang diadopsi

Terkini

Topik Populer

Iklan