Mesin pengaduk adonan berkapasitas 25 kilogram yang mampu mengolah hingga 75 kilogram tepung hanya dalam waktu 30 menit yang dikembangkan dosen Politeknik Aceh melalui program pengabdian kepada masyarakat kepada pelaku UMKM. (Foto/Ist)
Aceh Besar – Politeknik Aceh melalui program pengabdian kepada masyarakat berhasil meningkatkan kapasitas produksi UMKM Mekar Jaya Bakery di Desa Lamcot, Kabupaten Aceh Besar, melalui penerapan teknologi tepat guna yang mengubah proses produksi konvensional menjadi lebih modern, efisien, dan berdaya saing.
Program yang didukung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan) dalam skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Tahun Anggaran 2026 ini menghadirkan berbagai inovasi teknologi untuk memperkuat daya saing usaha roti rumahan tersebut.
Tim pengabdian yang diketuai Zoel Fachri, S.ST., M.T., menghadirkan mesin pengaduk adonan berkapasitas 25 kilogram yang mampu mengolah hingga 75 kilogram tepung hanya dalam waktu 30 menit. Sebelumnya, proses serupa secara manual membutuhkan waktu sekitar tiga jam. Penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan efisiensi produksi hingga 83,3 persen sekaligus menaikkan kapasitas produksi dari sekitar 7.000 menjadi 9.000 potong roti setiap siklus produksi.
Modernisasi juga dilakukan pada proses pengemasan dengan mengganti metode penyegelan menggunakan lilin menjadi mesin continuous band sealer. Perubahan ini meningkatkan efisiensi pengemasan hingga 50 persen serta menghasilkan kemasan yang lebih higienis, rapi, dan dilengkapi informasi tanggal kedaluwarsa. Untuk menjamin kelancaran produksi saat terjadi pemadaman listrik, tim juga menyediakan genset berdaya maksimum 2.800 watt.
Selain penerapan teknologi, Politeknik Aceh turut memperkuat aspek manajemen usaha. Rismadi, S.E., M.Si., memberikan pendampingan dalam pengelolaan keuangan dan perencanaan produksi, sedangkan Ramadhani, S.Kom., M.T., melatih pelaku usaha dalam fotografi produk serta promosi digital melalui media sosial guna memperluas jangkauan pemasaran.
Pemilik Mekar Jaya Bakery, M. Husen, pada media ini Selasa, (4/8/2016) mengatakan, pihaknya mengapresiasi dukungan yang diberikan tim Politeknik Aceh. Menurutnya, bantuan peralatan dan pelatihan telah mempercepat proses produksi, menghasilkan adonan yang lebih merata, serta kemasan yang lebih rapi dan higienis sehingga membuka peluang pengembangan usaha dan perluasan pasar.
Melalui program ini, Politeknik Aceh menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan hasil inovasi kampus untuk memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha diharapkan mampu mendorong transformasi UMKM lokal menjadi industri yang lebih tangguh, produktif, dan kompetitif di tengah persaingan pasar. [Hamdani]


