Poltekkes Kemenkes Aceh Latih Kader Kesehatan Cegah Stunting di Nisam melalui Program "Gasting". (Foto/Ist)
Aceh Utara – Program Studi Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui Program Kemitraan Wilayah (PKW) dengan fokus pada pencegahan stunting di Kecamatan Nisam, Kabupaten Aceh Utara, sepanjang April 2026.
Kegiatan bertajuk "Pendampingan Kelas Ibu Hamil dalam Upaya Gasting (Keluarga Bebas Stunting) di Kabupaten Aceh Utara" itu dipusatkan di Puskesmas Nisam dan melibatkan 20 kader kesehatan dari wilayah Kelurahan Nisam. Para kader diberikan pembekalan untuk menjadi fasilitator Kelas Ibu Hamil di Posyandu masing-masing.
Program tersebut dipimpin oleh Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Nova Ratna Dewi, M.Kes, bersama anggota tim Erlina, S.ST., M.MKes dan Yenni Fitri Wahyuni, M.K.M. Kegiatan juga mendapat dukungan dari mahasiswa Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh yang terlibat dalam pendampingan di lapangan.
Selain mendapatkan penguatan kapasitas mengenai peran kader dalam menekan angka stunting, peserta juga memperoleh materi tentang pelaksanaan Kelas Ibu Hamil yang efektif, pemenuhan gizi untuk mencegah anemia dan Kurang Energi Kronis (KEK), serta deteksi kehamilan berisiko tinggi.
Tim pengabdian juga menyelenggarakan workshop pembuatan makanan bergizi berbahan pangan lokal yang ekonomis. Pelatihan tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak, sekaligus membuka peluang usaha rumahan bagi masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Nova Ratna Dewi pada Senin, (22/06/2026, mengatakan bahwa upaya pencegahan stunting harus dilakukan sejak masa kehamilan.
"Intervensi stunting terbaik harus dimulai dari hulu, yaitu sejak janin masih berada di dalam kandungan. Melalui gerakan Gasting atau Keluarga Bebas Stunting, kami ingin memastikan ibu hamil memperoleh pendampingan yang tepat dari kader kesehatan yang mampu mengenali tanda-tanda anemia dan KEK," ujar Nova Ratna Dewi.
Ia menambahkan, program tersebut juga bertujuan mengubah pandangan masyarakat bahwa makanan sehat tidak selalu identik dengan biaya yang mahal.
Sementara itu, salah seorang kader kesehatan, Siti Aminah, mengaku memperoleh banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang diberikan sangat aplikatif dan dapat diterapkan dalam kegiatan Posyandu.
Ia menilai pengetahuan mengenai cara menyampaikan risiko kehamilan secara edukatif serta keterampilan mengolah bahan pangan lokal menjadi menu bergizi akan membantu para kader menghidupkan kembali Kelas Ibu Hamil secara mandiri dan berkelanjutan.
Melalui program ini, Poltekkes Kemenkes Aceh bersama Puskesmas Nisam berharap dapat memperkuat peran kader kesehatan dalam mendukung terwujudnya generasi Aceh Utara yang sehat, cerdas dan bebas stunting. [Hamdani]


