Mahasiswi Uniki sedang bergantung pada seutas Sling untuk bisa menyeberang ke desa seberang.(Foto/Ist)
Aceh Tengah - Mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) Bireuen yang tergabung bersama relawan pendidikan Yayasan Sukma Bangsa berhasil menembus pelosok wilayah Aceh Tengah.
Sampainya mereka di lokasi terdampak bencana Hidrometreologi, setelah menempuh perjalanan dengan kondisi berat, selain jalan kaki mereka juga harus bergantung sling untuk menyeberang.
Adapun pelosok desa mereka kunjungi desa Bintang Pepara, kecamatan Ketol, masyarakatnya mengungsi ke desa Buge Ara, ujar Miftahul Rizki mahasiswi Prodi Seni dan Pertunjukan Fkip Uniki.
Perjalanan kami menuju desa Bintang Pepara, setelah berjalan kaki puluhan KM, dengan kondisi jalan mendaki naik turun gunung. Setelah itu, kami harus menaiki Seling untuk bisa menyeberangi sungai dengan kondisi air cukup deras, cerita Miftahul Rizki dengan aura ketakutan.
Menurutnya desa Bintang Pepara merupakan kawasan rawan bencana, selama berada di desa tersebut, kami mahasiswi Uniki dan relawan Sukma Bangsa lainnya melakukan program pendidikan kepada murid Sekolah Dasar.
Selain itu juga kami isi program Trauma Healing bagi mereka", cerita Miftahul Rizki didampingi Nazira Safira.
Ada sekitar 25 orang murid usia Sekolah Dasar ( SD) di daerah pengungsian tersebut, mereka belajar dalam kondisi serba kekurangan. Karena kondisi wilayah tersebut sangat terdampak akibat bencana Hidrometereologi yang terjadi beberapa waktu lalu.
Mereka sangat butuh seragam sekolah, tas, sepatu, meja belajar, buku, Alquran dan iqra, ungkap Miftahul Rizki sambil berharap ada donatur yang membantu mereka.
Selain melakukan sejumlah program pendidikan, kami juga membantu menyalurkan donasi berupa ATK dari ibu Persit Kartika Chandra Kirana cabang X Rindam PD IVX Hasanuddin Provinsi Jawa Barat.
Beberapa hari lalu, sebelum ke desa Bintang Pelara, mahasiswi Uniki bersama relawan Sukma Bangsa juga telah melakukan Asessmen data pada Sekolah Dasar 20 Ketol dan SMP 32 Takengon.
Secara terpisah Wakil Rektor III UNIKI, Dr. H. Kamaruddin, S.Pd., M.M., CRP., CFRM, kepada media, menyampaiakan, mahasiswa Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) Bireuen yang terlibat dalam program ke Aceh Tengah dan Bener Meriah tergabung dalam Relawan Pendidikan Yayasan Sukma Bangsa.
Mereka akan berada di lokasi berdampak bencana tersebut selama 3 bulan, dimulai pada 10 Januari 2026, jelas Kamaruddin.
Adapun keempat mahasiswi tersebut adalah Aulia Agustian (Prodi Ilmu Hukum), Nazira Safira (Prodi Manajemen), serta Nurul Maqfirah dan Miftahul Rizki (Prodi Seni dan Pertunjukan) Fkip Uniki.[Zulkifli].


