Iklan

terkini

ADAKSI Menata Ulang Arah, Anggun Gunawan Terpilih Pimpin Organisasi Dosen Nasional

Redaksi
Rabu, Januari 21, 2026, 18:10 WIB Last Updated 2026-01-21T11:10:25Z
Kegiatan Munaslub ADAKSI yang dilaksanakan secara daring pada Rabu, 21 Januari 2026. (Foto/Hamdani)

Laporan: Hamdani

Ruang-ruang digital para dosen dari berbagai penjuru Indonesia tampak lebih hidup pada Rabu, 21 Januari 2026. Di balik layar gawai dan laptop, satu agenda penting digelar: Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Aliansi Dosen Akademik dan Kevokasian Seluruh Indonesia (ADAKSI). 

Meski berlangsung secara daring, suasana forum terasa hangat, penuh dinamika, sekaligus sarat harapan baru.
Dari Munaslub itulah, Anggun Gunawan resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum ADAKSI Periode 2026–2029. Ia menggantikan posisi Dr. Fatimah, yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum, namun memilih mengundurkan diri karena alasan keluarga serta pertimbangan pribadi lainnya.

Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum penting bagi organisasi yang terbilang muda, namun memiliki basis anggota yang besar. Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua Umum terpilih, Anggun Gunawan menegaskan pentingnya menutup seluruh dinamika dan perbedaan pandangan yang sempat muncul selama proses transisi.

“Jika sebelumnya ada perbedaan pendapat, mudah-mudahan setelah Munaslub ini tidak muncul lagi. Kita ingin semua lini organisasi bisa bergerak bersama, agar ADAKSI menjadi organisasi yang semakin solid,” ujar Anggun.

Soliditas memang menjadi kata kunci. Terlebih, saat ini jumlah anggota ADAKSI telah melampaui 5.000 dosen dari seluruh Indonesia, meskipun usia organisasi belum genap setahun. Angka tersebut sekaligus menjadi kekuatan dan tantangan besar yang harus dikelola dengan baik.

Anggun menyadari, harapan para dosen terhadap ADAKSI tidaklah kecil. Sejumlah persoalan krusial masih menjadi pekerjaan rumah bersama, mulai dari rapelan Tunjangan Kinerja (Tukin) tahun 2020–2024, tuntutan Tukin for All, persoalan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), jabatan fungsional dosen, hingga perjuangan kesetaraan hak bagi dosen berstatus PPPK.

“PR kita sangat banyak. Ini bukan pekerjaan ringan, tapi harus kita perjuangkan bersama. ADAKSI harus terus bergerak dan tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar identitas ADAKSI tidak semata-mata dilekatkan pada isu Tukin. Menurutnya, organisasi ini harus tampil sebagai rumah besar perjuangan dosen secara menyeluruh, baik dari sisi kesejahteraan, profesionalisme, maupun penguatan posisi dosen dalam sistem pendidikan nasional.

Menariknya, Munaslub kali ini juga mengemuka gagasan strategis lain, yakni perubahan kepanjangan nama ADAKSI, tanpa mengubah akronim yang sudah dikenal luas. Tiga usulan nama mengemuka dalam forum, yaitu: Asosiasi Dosen Aparatur Kampus Seluruh Indonesia.

Usulan kedua, Asosiasi Dosen Akademik dan Keahlian Seluruh Indonesia.

Kemudian usulan ketiga, Asosiasi Dosen Akademik Kampus Seluruh Indonesia.

Ketiga usulan tersebut akan dikaji lebih lanjut dan direncanakan untuk diajukan ke Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Kementerian Hukum dan HAM, guna memperoleh legalitas resmi nama organisasi.

Munaslub ADAKSI ini diikuti oleh unsur Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), hingga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari seluruh Indonesia. Partisipasi luas ini menjadi penanda bahwa ADAKSI tengah memasuki fase konsolidasi penting, menata ulang barisan, menyatukan langkah, dan memperkuat peran sebagai representasi suara dosen nasional.

Di bawah kepemimpinan Anggun Gunawan, ADAKSI kini menatap masa depan dengan optimisme baru: bergerak lebih solid, memperluas agenda perjuangan, dan meneguhkan diri sebagai organisasi dosen yang inklusif, progresif, dan berkelanjutan. []
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • ADAKSI Menata Ulang Arah, Anggun Gunawan Terpilih Pimpin Organisasi Dosen Nasional

Terkini

Topik Populer

Iklan