![]() |
| Zikir dan Doa bersama untuk musibah bencana hidrometeorologi usai pelakasanaan Apel HAB ke - 80 Kementerian Agama RI (foto/ist) |
Bireuen-Kementerian Agama Kabupaten Bireuen menggelar zikir dan doa bersama di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu, Sabtu (3/1/2026). Kegiatan tersebut dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia tahun 2025 dengan mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju.”
Kegiatan diawali dengan apel peringatan HAB ke-80 yang dipimpin langsung oleh Bupati Bireuen, H Mukhlis ST. Pada kesempatan tersebut, Bupati Bireuen membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia yang menekankan pentingnya menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat sinergi lintas sektor, serta meningkatkan komitmen aparatur Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Usai apel, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama yang berlangsung khidmat. Doa dipanjatkan untuk para korban musibah bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah, sekaligus memohon perlindungan, keselamatan, dan ketabahan bagi seluruh masyarakat yang terdampak.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd, menyampaikan bahwa peringatan HAB ke-80 tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum refleksi spiritual dan penguatan nilai-nilai kebersamaan.
![]() |
| Foto Kolase Zikir dan Doa bersama untuk musibah bencana hidrometeorologi usai pelakasanaan Apel HAB ke - 80 Kementerian Agama RI |
“Melalui zikir dan doa ini, kita berharap Allah SWT memberikan kekuatan dan ketabahan kepada saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, serta senantiasa menjaga daerah kita dalam keadaan aman dan damai,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Kakankemenag Bireuen juga melaporkan dampak bencana banjir yang cukup besar terhadap jajaran Kementerian Agama. Sebanyak 1.274 ASN terdampak banjir, dengan rincian 12 ASN kehilangan rumah, 55 madrasah terdampak, sekitar 3.000 peserta didik terdampak, satu pondok pesantren ambruk, serta sejumlah masjid mengalami kerusakan.
Ia turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen yang dinilai sigap dan responsif dalam menangani bencana yang terjadi.
Lebih lanjut, Zulkifli menegaskan bahwa tema HAB ke-80 menjadi pengingat pentingnya menjaga kerukunan umat, memperkuat sinergi, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.
Melalui peringatan HAB ke-80 yang diisi dengan kegiatan religius ini, Kemenag Bireuen berharap dapat terus meneguhkan perannya sebagai pelayan umat yang hadir, peduli, dan berkontribusi aktif dalam mewujudkan masyarakat yang rukun, damai, dan maju.[Fauzi]


.jpeg)

